@Larsinspace1977@teechongyen Honestly i rarely enter developing country equities, swing traded my own a few times and then left just in time before it got sour
Rangkuman Berita seminggu ini:
1. Oligarki bakar hutan tiga pulau, kabut asap raksasanya jadi bencana internasional tiga bulan nonstop,
2. OLIGARKI YANG SAMA lalu literally mencuri uang cash puluhan triliun dari bank BUMN dengan bantuan ordal, terus uang cashnya dipake pribadi beli saham BYAN, terus bank BUMN-nya dalam bahaya karena uangnya dicuri (persis 1997),
3. Oligarki itu sekaligus jatuhin harga saham BYAN yang mau dibeli -80% via penggorengan liar, dan regulator Indonesia malah gabut membiarkan,
4. MSCI ngeh terus Indonesia akan diturunkan status pasar sahamnya ke level Zimbabwe, terus pasar saham roboh terparah sejak 1997,
5. Kelangkaan bensin dimana-mana di luar Jawa gara-gara Hormuz, lalu jadi sangat viral di seluruh bumi karena juga kejadian di Bali yang isinya imigran,
6. El Nino terbesar sepanjang catatan sejarah masih menggila kenaikan suhunya dan belum ada tanda melambat
7. Seluruh menteri anggota kabinet ngumpul, makan-makan mewah hedon di istana, terus pulang
Bank Mandiri disebut-sebut memberi pinjaman sekitar Rp50 triliun kepada Haji Isam, yang kabarnya dipakai untuk membeli saham BYAN secara paksa.
Terus, Bank Mandiri dapat uang dari mana? Katanya, dengan menerbitkan perpetual bond alias surat utang di Singapura. π
Lalu, apa jaminan pinjaman Haji Isam ke Bank Mandiri? Saham JARR dan PGUN, dengan jaminan 100%. π
Nah, kalau harga saham JARR anjlok seperti hari ini gara-gara IHSG jatuh, Haji Isam wajib menambah jaminan. Entah aset apa lagi yang bakal digadaikan.
Tapi kalau dia nggak mau menambah jaminan, bagaimana? Katanya, CAR Bank Mandiri bisa jeblok.
Indonesia is currently repeating the *cause* of the 1997 Monetary Crisis: insane bank lending scandals. A guy somehow got a cash loan of Rp 73 trillion from one of the state-owned bank, with flimsy collateral.
If the loan is not repaid, its capital adequacy ratio explodes.
@steve_hanke Indonesia is becoming an experimental playground for this retard. He has never held a position leading a civilian office. He was born privileged, with a silver spoon from the legacy New Order regime. He never uses his brain; instead, he delegates his thinking to others
For context, BYAN was sold at a 75% discount. Market rate was supposed to be about 7,5bio USD and the buyer paid 1,5bio USD, which was financed by Loans from State Owned Banks.
Daylight robbery.
For context, BYAN was sold at a 75% discount. Market rate was supposed to be about 7,5bio USD and the buyer paid 1,5bio USD, which was financed by Loans from State Owned Banks.
Daylight robbery.
Gw udh ga heran sejujurnya, ini gw kasi peringatan buat orang orang kalau lu masih peduli kebebasan bergerak finansial lu, tarik cash, beli valuta asing, lepas semua aset indo, larikan one way or another dari sistem indo.
Saat ini $BBCA msh blm ada inflow & selama retail bermain lawan DANANTARA maka retail akan meninggal dunia Pak π€
Fear index ini keliatan sengaja diciptakan u/ DANANTARA atau $JARR bs ambil alih paksa emiten yg diincar mereka masing2
Tdk nalar setelah Pak @pandupsjahrir ketemu MSCI @MorganStanley di Thailand, malah keluar surat rencana double downgrade. Tapi hebatnya @ojkindonesia@IDX_BEI tampak tdk terkejut & bhkn Pak @prabowo tdk segera rapat kabinet menyikapi ini. Dan surprisingly lg, nilai tukar Rupiah tdk terlalu terdampak, msh di 17.9 rb an
Iseng2 nanya2 ke teman2 yg di "dalam", ada kesan simpulan bhw ini adlh calculated fear index yg bersifat win-win. Makanya Pak @ferrykoto malah bilang "serok" alias deploy capital. Saya percaya info beliau & mmg krg lbh sama dgn apa yg saya terima.
U/ retail, saran saya mari kita perhatikan pergerakan simpul2 ekonomi yg msh "di luar penguasaan oligarki" spt $BBCA. Kemarin saya smpt twet target nya di 4950 & itu sdh dkt. Silahkan analisa sendiri2 Pak, yg jelas retail klo mau CL skrg atau nanti krg lbh akan sama saja krn entry rebound akn panjang bs smp 6 bln. Ini operasi ekonomi spektakuler & hanya bs dilakukan pemerintahan Pak @prabowo π€
Sbg catatan floating loss saya saat ini 22% dgn porto semua bluechip. Jd saya jg ikut menanggung dampak kerugian individual sbg retail investor/trader akibat operasi ekonomi ini π€
KAN BENER siapa jg yg mau naro kalau ada kejadian gini, heck gw pun udh ga sudi pegang rupiah and i urge any foreign investor to do the same do not put ur money on anything involving rupiah
BIG BREAKING NEWS
CELIOS MENYEBUTKAN ANCAMANAN IHSG TURUN KE STANDALONE ADALAH SEBAB AKIBAT DARI AKUSISI SAHAM $BYAN OLEH HAJI ISAM
awal tahun ini (27 januari 2026) msci sudah menahan penilaiannya karena bingung siapa sebenarnya pemilik banyak saham di indonesia
sejak itu menurut bhima aturan bursa hampir tidak berubah, hanya urusan administrasi
jadi kebiasaan di pasar saham tetap seperti dulu, tidak membaik
dua contoh yang dia sebut
contoh pertama: sebuah perusahaan milik haji isam membeli saham perusahaan batu bara (byan) senilai rp26,1 triliun
bhima bilang pembelian ini tidak transparan dan tidak melindungi pemegang saham kecil
dia juga bilang ojk (pengawas keuangan) tidak memberi hukuman berat untuk hal seperti itu
contoh kedua: danantara (badan investasi milik negara) mau membeli 5 sampai 10 persen saham bursa efek indonesia
bhima bilang itu membuat bursa terlihat kurang mandiri, karena didukung negara
The 7 companies named by Singapore NEA (National Environment Agency) for Preventive Measure Notices under Singaporeβs Transboundary Haze Pollution Act are:
1. PT Bumi Andalas Permai
2. PT Bumi Mekar Hijau
3. PT Paramitra Mulia Langgeng
4. PT Sumatera Alam Anugerah
5. PT SBA Wood Industries
6. PT Hutan Lestari Raya
7. PT Bangkanesia
These are Indonesian companies (based in Sumatra) linked by NEAβs investigation of satellite imagery, hotspots, and smoke to fires contributing to the recent haze in Singapore.
@ganang_asf@TradingDiary2 Saya ga melihat adanya cercahan harapan wkwkwk periode pertama saja sudah separah ini periode kedua bisa jadi dia obrak abrik semua aturan balik sistem ekonomi jaman sukarno kita.
@ReturnsJourney@teechongyen As an Indonesian myself im strongly advising you to not hold any indonesian asset long term, if you can trade it but with extra caution. Look at $BYAN case, even an oligarch is not safe here
@teechongyen Its worse actually, the old stock holder was a financer of this presidential campaign but a loyalist of the previous president. This isnt just corupt its a purge, its like stalinist USSR . They demand total control and no way ur making money unless ur one of them
@ganang_asf@TradingDiary2 Telat bro kopdes bakal dicicil tuh sampai periode kedepan wkwkwk mana mungkin tni polri yg pegang sppg biarin mbg berenti. Sudah terlambat semuanya jangan ngarep masa depan lbh baik