isi yapping prabowo di ntt:
- ucapan terimakasih ke aparat semua
- saudara saudara sekalian
- saya sengaja tidak datang di awal
- saya kasih kesempatan untuk pejabat daerah
- bisa tidak atasi sendiri dulu
- jangan sedikit sedikit pemerintah pusat
- tapi saya liat sudah terkendali semuanya
- saya dapat laporan dari bupati dan gubernur MBG bermanfaat
- di situasi seperti ini
- hanya elit yang tidak mau MBG ada
- 1 porsi makanan emang tidak artinya kalo udah kaya
- saya ingin ada budidayakan ikan 100 hektar di pantai
Gue gregetan lihat pidato Bapak Presiden. Kenapa gak gue aja yang dipanggil buat nyuarain rakyat kecil? Sakit hati banget.
Nih ya Pak, kupas bawang itu pekerjaan gue dari kecil. Kalau bahasa Brebes-nya mrotor bawang. Semua keluarga gue juga bisnis bawang merah di Brebes.
Bapak Presiden yang baik hati, bukan Rp700 ribu/kg, Pak, tapi Rp700 rupiah. Sekali lagi, 1 kg cuma Rp700, atau perak. Bapak salah dengar mungkin. Kalaupun 1 kg ada yang bayar Rp1.000, itu bawangnya biasanya sangat kotor dan kecil-kecil.
Dapat upah Rp10 ribu aja kita harus bersihin bawang berjam-jam sampai pinggang sakit. Apalagi kalau Rp700 ribu, mungkin butuh waktu sebulan. 😭
Pak, coba tengok orang-orang yang kerja. Kebanyakan mereka yang sudah renta dan gak punya penghasilan tetap. Buat kita orang desa, pekerjaan ini cukup membantu walaupun upahnya gak seberapa.
Tolong dibenerin lagi, Pak, ucapannya. Atau mungkin datang langsung ke Brebes dan tanya masyarakat setempat biar Bapak tahu kondisi sebenarnya.
Sekali lagi, Rp700 rupiah/kg, bukan Rp700 ribu.
Mending gue jadi tukang kupas bawang daripada jadi TKW. 😒😒
TOLONG!!!
Di ekonomi begini segala peluang harus dicari. Tolong share lowongan ngupas bawang itu. 10 kilo perhari udah cukup buat sebulan biaya hidup gue.