Belum lama kejadian, tapi bukan soal kerjaan.
MPLS di sekolah papa gue kan baru kelar minggu kemaren ya, otomatis pas hari seninnya udah pada pake seragam baru. Dari semua murid baru yang daftar, ada satu anak yang ga masuk sekolah hari itu. Sama pihak sekolah dicari tau dong.
Ada satu momen di film "𝙎𝙚𝙣𝙮𝙖𝙥: 𝙏𝙝𝙚 𝙇𝙤𝙤𝙠 𝙤𝙛 𝙎𝙞𝙡𝙚𝙣𝙘𝙚" yang saya rasa tidak akan pernah saya lupakan. Dua orang lelaki tua berdiri santai di tepi sungai, menunjukkan dengan tangannya sendiri bagaimana dulu ia menyeret seorang laki-laki bernama Ramli ke tepian, sambil sesekali tertawa kecil mengingat detailnya.
𝙎𝙀𝘽𝙐𝘼𝙃 𝙐𝙏𝘼𝙎.
Ingat dulu KKN PPM UGM di Pantai Cemoro Sewu, Bantul bawa program Solar Water Pumping System (SWPS) karena dosen pembina KKN dari Pusat Studi Energi.
Selama bersama warga, kami sosialisasi sekaligus mengumpulkan timbal balik. Kami terima di antaranya masukan untuk pembuatan pompa tenaga gravitasi, gitu istilah mereka, dengan dana KKN kami.
Dalam imajinasi, pemuda setempat menjelaskan, jadi pakai galon berisi air sebagai pancingan tekanan. Galon itu keluarkan isi air akibat gravitasi, tapi di ujung bukaan lain disediakan lubang selang ke arah sumur. Nanti air galon perlahan akan habis karena keluar, tapi secara bersamaan air sumur akan dihisap masuk ke dalam galon.
Begitu seterusnya selamanya, pompa gratis tanpa tenaga listrik.
Masalah pengairan di daerah itu mendesak untuk pertanian, makanya ini adalah masalah yg dekat buat kehidupan. Dan mereka ingin sekali menemukan solusi hingga sampai ke eksperimen dalam kepala seperti itu.
Hanya butuh semalam buat kami mahasiswa teknik kala itu berdiskusi dan sampai ke kesimpulan, “itu menyalahi hukum kekekalan energi serta prinsip entropi dalam termodinamika”.
Energi potensial air yang keluar dari galon tidak dapat secara neto mengangkat air dari sumur secara berkelanjutan, apalagi dengan adanya kerugian akibat gesekan dan ketidaksempurnaan sistem.
Masyarakat kita itu tahu apa masalahnya tapi pendekatan dan pengetahuannya terhadap solusi teknis masih terbatas. Hal ini menunjukkan pentingnya pemahaman yang lebih kuat tentang hukum dasar alam melalui pengujian empiris. Ga heran kalau ide-ide kreatif seperti ini kadang muncul tanpa sempat diuji konsistensinya dengan prinsip fisika.
Meski sepakat “teori” mereka ini menyalahi Fisika, kami tidak begitu tega menyampaikan kebenaran. Karena seharusnya yg bisa mengoreksi adalah Guru dan Sekolah setempat.
Di sisi lain ini adalah cerminan tantangan kualitas pendidikan Fisika di daerah tersebut. Selain minim fasilitas mungkin juga tidak pernah ada eksperimen untuk membantah ide-ide liar di kepala.
Daripada membenahi kualitas dan kesejahteraan Guru, lebih baik ganti nama kurikulum dan bagi-bagi makanan kan? Toh ga ada yg lebih genting dari perut lapar.
MENGAPA CANDI TERTUA DI INDONESIA TIDAK DIKENAL?
Ini hanya baru 1 titik saja, yaitu di Candi Serut atau Situs Telagajaya.
Tadi mendengar obrolan masyarakat sekitar tentang kondisi sebelum ada eskavasi-eskavasi.
"Zaman baheula mah teu kieu, tapi buleud nguriling." (Dulu mah ngga gini, tapi melingkar)
Mungkin maksudnya seperti bukit/tanah yang tinggi karena menutupi struktur bata.
Unur dalam Bahasa Sunda merupakan kata benda yang memiliki arti gundukan tanah atau bukit kecil. Istilah ini biasanya merujuk pada sarang rayap atau sarang semut yang membentuk gundukan di atas tanah.
Jadi, sebelum dilakukan eskavasi tahun 1950-an, terdapat banyak gundukan tanah yang disebut unur di daerah Batujaya dan Cibuaya.
Sekarang, tercatat ada sekitar 37 titik struktur dan 2 titik candi (Candi Jiwa dan Blandongan).
Tapi dalam proses eskavasi yang terus berlanjut ini, kemungkinan ada sekitar lebih dari 37 titik.
Kawasan Percandian ini adalah tertua di Indonesia, karena ternyata sejak abad ke-2 M.
Mengapa candi-candi tertua dengan kawasan 5 hektar ini tidak dikenal? Karena masih dalam proses eskavasi dan sarana prasarananya pun belum mumpuni.
Juga di kawasan sebasar ini, belum ditemukan prasasti. Berarti belum ada narasi sejarahnya, hanya baru ada narasi arkeologi. Kita belum mengetahui untuk apa candi-candi ini digunakan pada masa itu.
Kalau kamu datang ke Kawasan Percandian pukul 10.00-14.00, kamu bakal terkena heatwave kalau ngga pakai topi. Panasssss!!!
Ngomongin masalah aman atau enggak, Instagram salah satu seniman ARTJOG hilang tidak lama setelah opening. Karya kawan kami, Mbak Hana, menampilkan tentang mereka yang dituduh "merah" dan diculik tanpa proses hukum yang adil, mengkritisi kekejaman pemerintah pada masa itu.
Mumpung postingan MBG masih anget.
Saya mau sharing dikit tentang pelaksanaan MBG di tempatku bekerja.
Sekolah kami sudah beberapa minggu ini AKHIRNYA kebagian MBG juga. Pada mulanya sekolah menolak. Tapi kata dinas, sekolah tidak boleh menolak; yang boleh menolak adalah orang tua siswa. Dan jadilah divoting berapa yang mau menerima MBG, dan diberikan jumlah omprengan sesuai dengan yang mau menerima. Jadilah sekolah kami menjadi penerima MBG.
Sebagai latar sedikit, sekolah kami itu rata2 menengah ke atas. Yang sekolah aja ada yang pake Hyundai Kona. Liburan ke luar negari. Kalau lulus kuliahnya kedokteran, PETRA, atawa ke luar negeri. Saya di sana mengampu persiapan SAT bagi mereka yang mau ke LN (sambil tipis2 ngajarin mereka investasi saham pakai simulator).
Sekolah ternyata memang "agak" dipaksa untuk menerima MBG. Jika menolak, ada kemungkinan BOS-nya juga akan ditarik karena dianggap sudah mampu. Dan saya mendengar hal yang sama juga dialami beberapa sekolah lain yang muridnya banyak menengah ke atas.
Untungnya SPPG-nya lumayan. Minimal dari beberapa minggu ini saya amati menunya lumayan. Ayam teriyaki, ayam pop corn; buahnya jeruk potong, semangka, melon, dll. Kalaupun ada kekurangan, hanya masalah porsi. Tahu sendiri anak2 usia SMA, terutama yang cowok2, porsi makannya kayak apa.
Dari pengalaman ini saya melihat bahwa sebenarnya BGN itu hanya ngejar angka. Berapa jumlah siswa yang menerima MBG, berapa sekolah, dll. Mereka tidak peduli apakah itu tepat sasaran atau tidak. Lah, sekolah kami yang murid2nya lebih dari mampu juga diberi MBG. Dengan "sedikit" paksaan lagi, kalau menolak akan ditarik dana bantuan pemerintah.
Anak2 mungkin senang2 saja dikasih makan gratis. Tapi yang mengeluh adalah ibu kantin yang omsetnya mulai turun.
Dan siapa yang paling dirugikan? Tentu saja mereka yang bisa jadi tidak menerima gaji karena anggaran negara mulai seret diserap oleh MBG: para PPPK, guru dan nakes. Bahwa setiap bulir beras MBG kepada yang tidak berhak bernilai tetes darah mereka yang mengabdi sebagai pegawai dan terancam tak digaji.
Saya ingatkan lagi postingan saya beberapa bulan yang lalu.
MBG itu ibarat piara monster yang harus dikasih makan terus. Ia memang bisa menjadi alat yang sangat kuat untuk melanjutkan kekuasaan (baca: 2029).
Kini, APBN kita sudah memasuki lampu kuning, menjelang merah. Anggaran sudah menipis, sementara kita mendapat tekanan dari harga minyak dunia dan rupiah yang terus terpuruk. Pemerintah perlu melakukan penghematan. Salah satu cara tentu saja menghentikan MBG.
Tapi dipihak lain, jika MBG distop, ia akan memakan tuannya sendiri. 900 ribu orang yang bekerja di SPPG tidak akan tinggal diam kalau MBG distop begitu saja. Cukong2 MBG yang terancam keuangannya juga akan membiayai demo besar2an untuk memaksakan supaya MBG tidak dihentikan.
Benar2 buah simalakama.
Buat yang belajar bahasa Inggris, istilahnya "caught between a rock and a hard place".
Atau yang lebih canggih: found him/herself between Scylla and Charybdis.
Catatan: Scylla adalah monster laut, dan Charybdis adalah pusaran air mematikan.
MBG memang dari awal sudah seharusnya tidak dilaksanakan langsung secara masif
Saya ingatkan lagi postingan saya beberapa bulan yang lalu.
MBG itu ibarat piara monster yang harus dikasih makan terus. Ia memang bisa menjadi alat yang sangat kuat untuk melanjutkan kekuasaan (baca: 2029).
Kini, APBN kita sudah memasuki lampu kuning, menjelang merah. Anggaran sudah menipis, sementara kita mendapat tekanan dari harga minyak dunia dan rupiah yang terus terpuruk. Pemerintah perlu melakukan penghematan. Salah satu cara tentu saja menghentikan MBG.
Tapi dipihak lain, jika MBG distop, ia akan memakan tuannya sendiri. 900 ribu orang yang bekerja di SPPG tidak akan tinggal diam kalau MBG distop begitu saja. Cukong2 MBG yang terancam keuangannya juga akan membiayai demo besar2an untuk memaksakan supaya MBG tidak dihentikan.
Benar2 buah simalakama.
Buat yang belajar bahasa Inggris, istilahnya "caught between a rock and a hard place".
Atau yang lebih canggih: found him/herself between Scylla and Charybdis.
Catatan: Scylla adalah monster laut, dan Charybdis adalah pusaran air mematikan.
MBG memang dari awal sudah seharusnya tidak dilaksanakan langsung secara masif
19 tahun bukan waktu yang sebentar buat berdiri konsisten setiap Kamis demi sebuah jawaban. Ibu Sumarsih bukan cuma nanya soal anaknya, tapi dia sedang menagih janji negara soal keadilan. Kalau entitas sebesar itu masih takut nemuin seorang ibu, berarti ada yang memang belum tuntas dengan masa lalunya. Hormat setinggi-tingginya buat Ibu Sumarsih
Selamat malam, saya ingin menjual beberapa buku bekas. Ada beberapa penulis Indonesia lawas dan buku sejarah juga. Silahkan diliat-liat.
Pengiriman dari Depok. Pembayaran diutamakan transfer. Silahkan ketuk DM untuk memesan, dibalas dari paling bawah ya.
Silakan, apresiasi utk RTnya
Salah satu kerabat (qodarullah) istrinya wafat setelah melahirkan anak ke-3, almh punya thalassemia mayor & suaminya minor, ketiga anaknya tentu dapat turunan thalassemia juga, aku tanya
“Setelah anak pertama kena, ko masih kepikiran nambah anak?”
Dijawab “istri yg minta & kamipun sembunyi2 dari dokter…”
🙂🙂
@NakesPuskesmas Banyak orang di sekitar ku takut lahiran pervaginam lalu di episiotomy, tapi setelah melahirkan dan dapat epis grade 2. Ternyata lebih sakit nahan mengejan saat bukaan kurang 0,5cm. Rasanya uwow enak sekali😆
Puluhan ribu pegawai SPPG diangkat menjadi PPPK. Pada sisi lain, di NTT, sekitar 9.000 PPPK dilaporkan terancam diberhentikan. Sekitar 2.000 PPPK di Sulawesi Barat juga sama. Padahal sebagian dari mereka baru saja diangkat setelah bertahun-tahun menjadi honorer.
#MBG