nope, ga setuju.
lu boleh ngatain buku apapun sampah karna itu selera lu tpi ketika yg lu katain adalah selera org lain berarti yg lagi lu hina adalah individunya bukan karya yg mereka sukai, seperti si redacted, ada celah merasa superior dan tentunya ga punya kesadaran kelas.
Miris lihat pembaca yang bacaannya sudah diverse begini tapi masih gagal memahami kalau bisa membaca karya para penulis ini (atau bahkan sekedar menemukannya di perpus/toko buku) adalah suatu bentuk privilege yang sedihnya ga semua pembaca punya.
@basebuku Biasanya karena nggak suka gaya bahasanya atau alur bikin bosen. Tapi jarang DNF sih, paling reading slump atau butuh waktu lama bgt utk selesai baca buku itu
i was shocked to discover that there are some people who actually can't visualize images when reading a book coz for me, an entire movie is playing out in my head with the perfect cast
@basebuku Bertanya-tanya juga hehe pengen baca bahasa aslinya buat membandingkan, tapi belum bisa bahasanya 😔
Kalau lihat alurnya sih yaa suka karya penulis asli
Inilah kenapa gabole early judge ke buku ya...
Dibikin stuck berminggu² sama bab 1 buku ke-1 Supernova. Eh taunya bab 2 dst mulai asyik. Sayang keburu tenggat waktu balikin bukunya, sad ☹️
Yg 'males' baca artike di bawah, intinya gini..👇
- Prabowo Subianto terlalu boros (spendthrift) dan terlalu otoriter (authoritarian), sehingga membahayakan stabilitas ekonomi dan demokrasi Indonesia.
- Prabowo punya sifat mercurial (mudah berubah-ubah): kadang terlihat ramah & menerima kritik, tapi sering marah-marah dan menuduh kekuatan asing mendanai LSM untuk mengganggu stabilitas.
- Masalah Ekonomi: Program-program populis yang sangat mahal (terutama makan bergizi gratis) menekan anggaran negara, melemahkan rupiah, dan mengancam stabilitas makroekonomi.
- Masalah Demokrasi: Tendensi sentralisasi kekuasaan, pembungkaman kritik, dan gaya kepemimpinan yang semakin otoriter.
- Latar belakang: Prabowo mantan jenderal yang punya masa lalu “thuggish” (kasar), kini berubah image jadi kakek penyayang kucing, tapi watak aslinya masih muncul dan mengkhawatirkan sekutu sendiri.
- Inti kritik dari Economist: Prabowo sedang membawa Indonesia ke jalur berbahaya dengan kombinasi pengeluaran berlebihan + gaya kepemimpinan yang kurang demokratis.