@illogicdream @himepinkeu @_christe__@tanyarlfes Gausah naif. Kalo kamu di posisi mereka belom tentu kamu mau pindah kewarganegaraan. Pindah ke Indonesia itu bukan hal yg ringan, terutama pemain usia muda. Di eropa, pemain non-unieropa itu dipandang sebelah mata. Apalagi indonesia ga masuk 100 besar. Karir terancam.
@_christe__@tanyarlfes Well, Pemain timnas di negara manapun gak di gaji. Tapi mereka dapet insidental honorarium. Mau itu pemain diaspora ataupun pemain lokal semuanya sama.
Di olahraga lain juga gitu, gak cuma bola. Saat membela negara, mereka gak di gaji, tapi dapat โuang sakuโ.
Now u know.
@raelisme@plumbinq Anjay, mana udh tolol, sok2an bawa kami orang kecil, tapi centang biru. Belajar dulu yg bener baru lo boleh salah2in rezim. Takutnya lo kegiring opini sana sini gatau mana yg bener. Gas LPG kenapa isinya air aja gatau apalagi mau bahas rezim.
Jujur2an aja deh. Kalo Vidi gak bawain ulang nuansa bening, gue ga tau kalo itu lagu exist. Mungkin kalo emg gak dibawain ulang sama Vidi udh jadi lagu legenda buat bapak ibu kita tanpa anak2nya tau. Jujur deh sengulik apapun ke lagu lawas, gapernah kan kalian ngulik lawas indo?
@idextratime Jujur aku mending membela yg katanya โmenghina bangsaโ daripada membela yg sok nasionalis tapi diam2 mengambil uang negara dan menghancurkan sistem. Ini federasi anti-kritik apa gimana? Jelas2 itu kritik keras dari pemain di dalam liga. Oh iya maaf semuanya dikendalikan mafia.
@Natsyanurjanna2@sosmedkeras Tapi jujur sih. Pada jamanku sekolah gak ada pelajaran yg ngajarin tata cara mengirim pesan, atau surat lamaran, dll. Aku tau cara ngirim pesan yg benar ya di kuliah, diajarin cara chat dosen yg bener itu gimana.