Kenapa cowok "pengen mati" pas demam?
Karena testosteron (hormon cowok) menekan kekebalan tubuh mereka pas kena virus/bakteri, sehingga responnya lambat. Pas kekebalan tubuh merespon, virus/bakterinya udah terlanjur banyak, dan gejalanya udah parah
Tapi cewek tidak begitu
Kenapa cowok "pengen mati" pas demam?
Karena testosteron (hormon cowok) menekan kekebalan tubuh mereka pas kena virus/bakteri, sehingga responnya lambat. Pas kekebalan tubuh merespon, virus/bakterinya udah terlanjur banyak, dan gejalanya udah parah
Tapi cewek tidak begitu
pasangan enggak harus 1 hobi.
ngobrol nyambung dan bisa 1 visi kedepan udah cukup.
istri saya suka drakor, saya suka anime
istri saya suka ngemall, saya sukanya main ke alam
istri saya enggak suka olahraga, saya suka badminton, basket, dll
tapi kita bisa ngobrol bisa berjam2 ngomongin banyak hal, cerita masing2 hobi, hal penting dan enggak penting. kalaupun mau diem jg gpp, gak harus ngobrol terus kan yg penting nyaman aja.
walaupun enggak 1 hobi, setidaknya kita sama2 mau dengerin cerita masing2.
Dulu temanku pernah tanya: Kalau kamu bisa ketemu dirimu di masa lalu, mau kasih nasihat hidup apa ke dia? Aku pikir bentar, lalu aku sadar: Mau dikasih nasihat apapun ke dia, dia tak akan paham. Paham itu bukan datang dari sekian kalimat omongan; Paham itu datang dari kumpulan pengalaman, datang dari kumpulan pengetahuan
Kalau diriku yang sekarang kasih tau ke diriku 10 tahun lalu: "Lakukan aja ini!", palingan dia cuma benar 1-2x saja, habis itu keputusannya ya tetap berdasarkan ilmunya di masa itu. Itupun kalau dia mau ikut nasihatnya kan ya? Berapa kali diriku dinasihati orang, tapi aku tetap bebal? Di otakku dulu nasihatnya yang terdengar tak masuk akal. Barulah setelah tau lebih banyak, terasa masuk akal; Barulah secara alamiah diikuti
Berapa kali orang tuaku ngomel "usia sudah segini, tapi belum mengerti?", tapi mau gimana? Orangnya tak ngerti; Ngerti itu bukan peristiwa ajaib yang muncul begitu saja di benak; Ia datang dari pengalaman, dari pengetahuan. Nyatanya aku berubah karena tau lebih banyak, bukan karena sekian2 "quotes" dan "nasihat" kecil saja; Bukan karena komplain 1-2x. Aku pikir orang lain juga umumnya begini; Kalau mau berubah, mau tak mau pengetahuan harus diperbanyak... Yang menumpuk2 itu ya lama2 membentuk keputusan di masa depan
Dulu temanku pernah tanya: Kalau kamu bisa ketemu dirimu di masa lalu, mau kasih nasihat hidup apa ke dia? Aku pikir bentar, lalu aku sadar: Mau dikasih nasihat apapun ke dia, dia tak akan paham. Paham itu bukan datang dari sekian kalimat omongan; Paham itu datang dari kumpulan pengalaman, datang dari kumpulan pengetahuan
Kalau diriku yang sekarang kasih tau ke diriku 10 tahun lalu: "Lakukan aja ini!", palingan dia cuma benar 1-2x saja, habis itu keputusannya ya tetap berdasarkan ilmunya di masa itu. Itupun kalau dia mau ikut nasihatnya kan ya? Berapa kali diriku dinasihati orang, tapi aku tetap bebal? Di otakku dulu nasihatnya yang terdengar tak masuk akal. Barulah setelah tau lebih banyak, terasa masuk akal; Barulah secara alamiah diikuti
Berapa kali orang tuaku ngomel "usia sudah segini, tapi belum mengerti?", tapi mau gimana? Orangnya tak ngerti; Ngerti itu bukan peristiwa ajaib yang muncul begitu saja di benak; Ia datang dari pengalaman, dari pengetahuan. Nyatanya aku berubah karena tau lebih banyak, bukan karena sekian2 "quotes" dan "nasihat" kecil saja; Bukan karena komplain 1-2x. Aku pikir orang lain juga umumnya begini; Kalau mau berubah, mau tak mau pengetahuan harus diperbanyak... Yang menumpuk2 itu ya lama2 membentuk keputusan di masa depan