gue s1 di malay temen-temen di sana kaget krn kita yg dr indo pd umur 17-18โฆmereka soalnya s1 br di umur 20-21an, bahkan ada yg 24 ngulang lg krn pindah jurusan.
Kebalik gw, justru pengen kerjaan yang ngebosenin & repetitive jadi energinya dipake buat hal lain yang emang disuka. Udah kapok dibuat stress mulu, mana gaji ga sesuai ๐
probably unrelated tapi kadang gw lumayan sedih we need to get thru the horrors of recruitment process mahadahsyat yg menuntut perfect backgrounds but our literal gov with 10x our salary is mostly a bunch of incompetent people๐ถ๐ผโโ๏ธ
dino patti djalal ini bukan orang sembarangan. beliau mantan dubes ri untuk as, mantan wamenlu, dan anak dari diplomat legendaris hasyim djalal.
jadi kalau dino ngomong soal adanya 17 calon dubes asing yang masih nunggu serah surat kepercayaan ke presiden, itu bukan gosip. itu fakta dari daleman.
bayangin, ada yang udah nunggu 8 bulan. ada juga dubes dari negara asean yang nunggu 6 bulan. mereka udah di jakarta, tapi belum bisa mulai kerja. karena mentok di meja istana.
sementara dubes indonesia di luar negeri selalu cepat diterima. ini double standard yang mulai dibaca mitra internasional.
seorang diplomat senior sekelas dino sampai buka suara ke publik, artinya kondisi ini sudah parah. beliau bahkan sudah coba semua jalur komunikasi. macet.
ini bukan cuma masalah protokol. ini masalah reputasi. indonesia sedang dikirim sinyal: "kita gak serius sama hubungan bilateral."
lucunya, presiden dan seskab sibuk klarifikasi soal biaya perjalanan dinas yang katanya ditanggung pribadi. tapi urusan sepenting ini malah diem.
ngapain keliling dunia cari investasi, kalau dubes negara sahabat aja bertahun-tahun gak diterima?
alah telek aku nganggur sambil belajar, upgrade skill, nambah porto, freelance, bahkan kerja yg ga nyambung sm bidang itu buat nyari uang sambil ttp upgrade juga semua recruiter pada skeptis. org mau cari makan aja dicurigain macem2 heran gw
Sebagai veteran KHW, list favorit gw tuh ini:
1. KHW 100 (Warung Bu Leli). Mana panjang dan bikin menghela nafas terus. Dikira udah mau habis eh ada lagi terusannya.
2. KHW 73 (Lynn). Ini horornya indah. Gak ada serem-seremnya.
3. KHW 101 (Kang Badar). Ini epik bjir, horor kampung zaman dulu emang di luar nalar.
4. KHW 135 (Stasiun Manggarai). Kereta hantu ibukota, mindblowing karena ga nyangka. ๐ญ
5. KHW 300 (Sugumoang). Kematian berantai di kampung Batak, akhir ceritanya berdarah-darah.
6. KHW 298 (Bayangan Pulang). Doppelganger gaib. Ini creepy karena kok bisaa ๐ญ
7. KHW 47 (KHW terhoror). Gak habis-habis ini gangguan terornya.
KHW Nadia Omara ini bener-bener ngerangkum "urban legend" se-Indonesia, mesti dibuatin "ensiklopedi/infografis"-nya sih kalo kata gw asli. ๐ญ
Nanik S Deyang : Kepala BGN baru
Rekam jejaknya:
2018: Orang yang menyebarkan foto hoaks Ratna Sarumpaet di Facebook, menyebarkan kronologi "penganiayaan" fiktif via broadcast WhatsApp, dan membawa langsung Ratna menemui Prabowo untuk melaporkan kebohongan itu. Diperiksa polisi dua kali. Bersaksi di persidangan.
2019: Wakil Ketua tim pemenangan Prabowo-Sandi.
September 2025: Nangis di depan kamera minta maaf soal ribuan anak keracunan MBG. Di saat yang sama, aktif menyerang balik pengkritik program di media sosial.
Juni 2026: Diangkat jadi Kepala BGN , lembaga yang ngurus makan puluhan juta anak Indonesia setiap hari.
Latar belakang gizi? Nol.
Keamanan pangan? Nol.
Yang ada: loyalitas politik sejak 2018.
Ini bukan soal kompetensi vs loyalitas lagi.
Ini soal siapa yang dipercaya ngurus makanan anak-anak lo , dan jawaban pemerintah adalah: orang yang ikut sebar hoaks 2018.
Kasus mas-mas Tenue alias Rahman ini jadi pembelajaran sih buat semua business owner.
Gak boleh ketergantungan sama 1 orang. Brand bisa goyang pas si content creator resign, bahkan redup seketika.
Redup di sini bukan berarti penjualan menurun. Bisa saja stabil, tapi pamor di medsos anjlok. Karena wajah brand melekat sama si content creator.
Kalau jadi business owner, gue bakal siapkan 2 opsi:
1. Gue yang ngonten
Pemilik usaha harus mulai berani in frame. Biar wajah lu sekaligus jadi representasi brand. Rekrut tim buat bantu produksi di belakang layar.
Ini juga cocok banget buat bisnis skala UMKM. Orang-orang berpotensi lebih tertarik sama produk lu karena yang ngonten si owner langsung.
2. Semua karyawan ngonten
Jangan pakai format konten yang nge-highlight 1 orang. Libatkan semua karyawan untuk masuk dalam konten brand.
Tugas tim content main di belakang layar untuk buat ide, script, dan lain-lain. Gak lagi dibebankan ke satu orang buat gendong medsos.
Nanti audience bakal ngelihat orang-orang berbeda dengan value yang sama. Yang kesorot โBrand apa sih ini? Seru gini karyawannya. Jual apa ya mereka?โ
Andai lu jadi business owner, apa yang bakal dilakukan biar kasus kek gini gak terulang? Yuk kita diskusi bareng.
Baru tau kalo mas-mas Tenue de Attire a.k.a Mas Rahman udah resign.
Doi bilang sedih, kecewa, dan sakit hati karena video konten yg dibuat selama hampir 3 tahun ditakedown sama pihak Tenue de Attire. Ada sih konten yg masih stay, tapi yg ada guest starnya aja, which is cover mukanya bukan Mas Rahman.
Mas Rahman bilang: mungkin mereka mau rebranding dengan wajah yg baru dan itu understandable, tapi doi ga expect kalo kontennya bakal semua ditakedown (ribuan konten).
Cuma pas liat ga ada lagi kontennya di sana doi kaya ngerasa sedih, karena Mas Rahman bangun akun itu sampai followersnya naik 300K++ dan sekarang semuanya gone.
Di akhir video Mas Rahman ngasih pesan buat brand-brand lain, kalo bisa jangan hapus video konten dan please support your content creator.