Nih denger para runners tone deaf.
Toh kalo kebijakan yang dikeluarkan bagus, nanti harga registrasi marathon elu gak semahal itu kocak.
Inget! Pukul ke atas bukan ke samping
Bantu Aceh Pulih Kembali💔
Ramadan kali ini menjadi tantangan berat untuk warga Aceh, disaat pemerintah sudah berkata baik-baik saja, mereka masih kesulitan pasca bencana.
✨Yuk bantu mereka melalui : https://t.co/WwL5oMLg7S ✨
#SexualAssaultAwareness
Masih pagi gue udah dibikin sakit hati dan sakit kepala.
Biaya visum mulai dari 150.000-500.000, siapa yang nanggung? Ya korban!
Negara lagi-lagi gagal hadir untuk lindungin dan bantu perempuan dan anak!
Presiden Prabowo dan partai pendukungnya berencana menghapus pemilihan kepala daerah secara langsung. Para politikus menyusun skenario untuk mengegolkannya.
#TempoPlus
https://t.co/sCpDAcoUMw
For those who want a bit more context: parts of Sumatra, Indonesia have been hit by severe flooding and landslides, destroying homes, roads and bridges and basically leaving entire communities stranded without adequate resources. That’s why this reporter broke down.
And the reason Indonesians are angry is because the government still hasn’t declared this situation a national emergency, which means large scale state funding cannot be mobilised and responsibility is pushed onto already strained local governments.
But the craziest part is that on top of failing to properly assist civilians, the government is also rejecting aid and offers of help from overseas so how is any of this supposed to make sense?