Maybe I am a bit resistant to people jualan kisah sedih kepepet unpriviledge, because deep down I know people that wants to kill me and other marginalized pasti gak sedikit yang termasuk rakyat kesusahan, uneducated, dan status unprivileged lainnya
You ride bus or drive on roads paid by the government, your car/motorcycle run on fuel subsidised by the government, because of publicly-funded schools some people can access education, achieve upward social mobility, and serve as the demand for the goods/services you sell.
Penting ditekankan, menuntut akuntabilitas publik atas *kegagalan kebijakan* tidak bisa diatribusikan ke kepentingan individu memenuhi kebutuhannya dalam hambatan struktural. Tapi, setidaknya diskursus ini mengungkap hal penting: Inti kehidupan bernegara adalah politik anggaran.
Moralisme borjuis-kecil kerap menyederhanakan konflik kelas menjadi penghakiman etik individual; seolah kesadaran kelas ditentukan oleh kesucian pilihan kerja. Dalam Marxisme Otonomis, arena dominasi kapital & swaaktivitas perlawanan telah melampaui dinding pabrik konvensional.
Sejak era feodal, peran menundukkan kemarahan kelas bawah acapkali dimainkan oleh kaum klerus (agamawan) dengan bius-bius eskatologis; sebuah peran yang, ajek terawat di era Spätkapitalismus dalam selubung agenda ilusif kelas menengah, pada celotehan “influencer wellness”.
1. Semua industri mah gini, dari SPPG, nyawit,, sampe yang macam akademia atau keagamaan, pekerja2nya emang sulit diserikatin.
2. Upaya penyerikatan itu sulit sekali. Bisa berbulan-bulan, bertahun-tahun.
Kondisi objektifnya ada, tinggal usaha dan doa, ikhtiar dan tawakal 🙏🏽
Komcad & orang serta institusi sipil disuruh ikut jalani fungsi pertahanan ni justru memunculkan pertanyaan serius sebenarnya Militer Indonesia bisa egk jalankan fungsi pertahanan & lindungi warga negara? Kenapa kesannya jadi individu warga negara yg hrs bisa lindungi sendiri?
Unsur utama forced labor itu di involuntariness/ketidaksukarelaan — praktik penahanan ijazah/dokumen itu bahkan bisa jatuhnya forced labor, gak usah di-spin ke masalah jam kerja, itu sih akal-akalan pengusaha
Ooh baru ngeh posisi APINDO itu pakai alasan US Section 301 tariff ya.
No no no bacanya gak gitu. Per standar ILO, definisi forced labor itu bukan jamnya; seseorang bisa aja di bawah hubungan forced labor walaupun dia cuma kerja gak sampai 40 jam per minggu.
TOLONG JANGAN LUPAKAN JAMBI‼️
Asap di Jambi juga semakin hari semakin tebal, tapi sayangnya kurang disorot di social media.
Tolong bantuannya teman teman untuk ramein berita karhutla yang ada di Jambi, karena asapnya bener bener semakin tebal setiap harinya.
indonesians are like israelis in their constant self-victimisation like these people didn’t just commit one of the most violent & egregious human atrocities, which would now be less material if only of which in principle they weren’t still very much in agreement 60 yrs later lol
Mari dukung inisatif makan malam gratis oleh @SistersInDanger dan @dapurkelilingEF untuk wilayah Cibinong, Kabupaten Bogor.
Menu nasi teriyaki yang disediakan @ziggy5cld — untuk teman-teman daerah Cibinong yang tertarik/pengen nyoba, silakan banget kontak!
More details below!