Saksikan #PodcastDiscourse terbaru kami. Pada season ini kami berbincang tentang permasalahan dan gagasan dalam wacana filsafat pikiran. Simak season filsafat pikiran di link berikut ini.
https://t.co/QMlrJ8Yxro
Meme, matematika, dan Tuhan kerap berbagi ruang yang sama, ruang di mana makna tidak bergantung pada keberadaan fisik, tetapi pada koherensi internal, aturan permainan, dan komunitas penafsir. Artikel oleh Muhammad Hilmi.
https://t.co/DR4UPzzgUk
Masa lalu bukanlah sekadar artefak mati yang siap dicatat, melainkan realitas kompleks yang menuntut penafsiran filosofis. Artikel oleh Abdullah Muhammad Irsyad Syafiudin.
https://t.co/56h95h2Rss
Doomscrolling merusak mental kita. Tapi filsuf Stoa seperti Marcus Aurelius tahu jalan keluar: kebahagiaan terletak bukan pada berita buruk, tapi pada bagaimana kita meresponsnya. Artikel oleh Daniel P. Putra.
https://t.co/WC3dcnU5mn
Membaca ulang gagasan rausyan fikr dari Ali Syariati untuk mengkritik pragmatisme kaum akademisi di Indonesia. Artikel oleh Muhammad Fiam Setyawan
https://t.co/hWyEwm24Ko
Kita sering merasa bebas saat menggulir layar ponsel atau menjalani rutinitas sehari-hari. Namun, benarkah demikian? Artikel oleh Abdullah Syafiudin.
https://t.co/l6dw3PHZ5S
Sains kerap dikambinghitamkan atas berbagai tragedi modernitas. Namun, benarkah sains yang bersalah? Artikel oleh M. Ja’far Baihaqi.
https://t.co/GMfUTxWiT4
Mengapa koruptor justru banyak berasal dari kalangan terdidik? Jawabannya tersembunyi dalam sistem pendidikan kita yang telah lama kehilangan arahnya. Sebuah telaah kritis dari Socrates hingga Marx. Artikel oleh Ramdani Husein Renngur.
https://t.co/5D43v86ImL
Pertanian komunal bukanlah sisa-sisa masa lalu yang usang, melainkan sebuah masa depan yang ditunda secara paksa. Artikel oleh Yandi Syaputra Hasibuan.
https://t.co/Iaqa5yfGE7
Tulisan ini menelusuri bagaimana dekontekstualisasi di media sosial dan rendahnya literasi konteks telah mengubah ruang publik menjadi medan kriminalisasi rasa. Artikel oleh andi Syaputra Hasibuan.
https://t.co/f72ymgjXor
Menghadapi keraguan tidak selalu berarti menolak untuk mencari tahu.
Hadirilah diskusi dan bedah buku "Meragu Untuk Beriman: Refleksi Filsafat Ketuhanan Agustinus" yang diselenggarakan oleh LSF Discourse dan Rumah Budaya Ratna.
Terbuka untuk umum.
Reforma agraria merupakan salah satu agenda paling fundamental dalam sejarah Indonesia modern. Artikel oleh Yandi Syaputra Hasibuan.
https://t.co/Kd4ganzrvf
Mengapa seseorang yang baru mempelajari sedikit hal sering kali merasa tahu segalanya? Sebaliknya, mengapa para ahli justru cenderung lebih rendah hati? Artikel oleh Bagas Triyo Cahyono.
https://t.co/fw7rTpCSBy
Buku New Cosmology karya Yosef Fandri menawarkan jalan keluar: Transisi menuju Era Ecozoic. Sebuah undangan untuk melihat dunia bukan sebagai koleksi objek, melainkan persekutuan subjek. Artikel oleh Ignatius Randut.
https://t.co/0Fkh19wAR0
Mengapa kita tidak boleh melulu mereduksi masalah duniawi (seperti bencana banjir) sekadar sebagai takdir Tuhan tanpa mengkaji kebijakan lingkungannya? Artikel oleh Muhammad Rifki Ramdhani.
https://t.co/CsFdjZXGEb
Kita tidak pernah benar-benar "tepat waktu" pada kemungkinan-kemungkinan kita sendiri. Kita selalu datang terlambat. Maka cinta yang terlambat bukan anomali, ia hanya membuat struktur itu terasa, untuk pertama kalinya. Artikel oleh Muhammad Ilham Izzi.
https://t.co/sRO3BDYhLD
Ada jarak yang selalu terbentang antara persepsi dan kenyataan. Pertanyaannya bukan apakah realitas itu ada, melainkan: sejauh mana pikiran manusia mampu mendekatinya? Artikel oleh Ahmad Zainul Khofi.
https://t.co/SzeXhWWU9k
Turkiye mengajarkan bahwa angka baru dapat menjadi instrumen modernisasi ekonomi yang sah dan efektif jika prosesnya menyeluruh, transparan, dan partisipatif. Artikel oleh Raden Ambara Arya Wibisana.
https://t.co/T8g0Ci2svX
"Assetto Corsa memperlihatkan bagaimana modding dan komunitas dapat menciptakan dunia simulakra dan hiperrealitas ala Baudrillard." Artikel oleh Farhan M. Adyatma.
https://t.co/1xusN09trt