Alasan gue suka tidur adalah ketika gue tidur gue ga overthinking, kepala gue ga berisik, gue ga ngeliat hal-hal yang bikin gue ketrigger, gue menghilang gitu aja I'm note existing for a while...
I was never easy, tapi ketika sama kamu, aku berusaha bikin semuanya terasa mudah, ngertiin, ngalah, komunikasi, bahkan menurunkan ego supaya hubungan ini bisa tetap jalan. I made it easy for you to love me, to stay, to feel understood.
Dulu aku pikir, kalau aku bisa bikin hubungan ini terasa lebih mudah mungkin kamu akan lebih menghargai aku. Turns out, I was wrong. Aku malah terlalu sibuk membuat semuanya mudah untuk kamu sampai lupa kalau aku juga pantas diperjuangkan.
I made it easy for you to stay, but you made it easy to let me go.
Orang tua nggak seharusnya menjadikan anak tempat curhat.
Anak yang dari kecil dipaksa ngambil peran orang dewasa, entah jadi tempat curhat orang tua atau nanggung beban rumah tangga yang bukan tanggung jawabnya, lebih beresiko kena depresi, self esteem rendah, sama insecure attachment pas udah dewasa.
(Insecure attachment: pola hubungan nggak sehat ke orang-orang terdekat, entah itu jadi terlalu takut ditinggal, atau malah susah deket sama orang lain)
Jadi, "jangan ngejar, jangan maksa" bukan berarti jadi dingin atau cuek total. Itu berarti lo belajar menempatkan diri lo sebagai prioritas utama. Lo tetap bisa baik, tetap bisa peduli, tapi tidak lagi mengorbankan ketenangan batin lo demi mendapat perhatian.
Karena orang yang paling menarik bukan yang paling ngejar. Tapi yang paling tenang dengan dirinya sendiri yang tidak butuh orang lain untuk merasa cukup. Dan ironisnya, justru orang seperti itulah yang paling sering dikejar.
Pernah, dan udah pasti bakal begini dari awal, but we’re really enjoy the moment sampe emg udh bener2 gatau lagi mau dibawa kemana. Sekarang even suka sama orang pun mau nerapin nothing to lose aja, pengen nikmatin selama masih bisa cause we never know about the future, let it be
"what’s yours will always find you."
kamu percaya sama kalimat itu nggak?
punya banyak banget wishlist, mimpi, dan goals yang rasanya harus dinanti-nantiin, belum satupun yang terwujud.
sampai di satu titik aku capek sendiri dan ya.. putus asa.
"ya Allah, ini kapan sampainya? aku kayak lagi jalan di tempat."
mungkin ada yang lagi ngerasain hal yang sama?
aku tadi baca artikel ini dan rasanya kayak dipeluk.. dan nemu sedikit nasihat yang mengingatkanku bahwa ketika Allah menunda sesuatu, bukan berarti Allah nggak sayang atau nggak denger doa kita.
because delay is not punishment. delay can be mercy and transformation.
mungkin Allah sedang ingin kamu lebih dekat dengan-Nya terlebih dahulu. mungkin Allah sedang mempersiapkan kamu sebelum beri apa yang selama ini kamu minta, kamu doakan setiap hari. Allah tunggu kamu siap 💗
karena bisa jadi, waktu terbaik menurut mu dan waktu terbaik menurut Allah itu berbeda banget.
dan mungkin, sesuatu yang terasa seperti "tertunda" sebenarnya sedang dipersiapkan dengan cara yang belum bisa dilihat oleh manusia..
Aku jarang bgt ngomong “when ya” tapi liat yg kayak gini bener2 pengen ya Allah. Aku keras ke diri sendiri, apapun itu harus bisa, tapi in my deepest heart ada sisi aku pgn kaya anak kecil, pengen dimanja dan ga perlu jadi dewasa🥹
Knetz ini cerita kalo dari semua pesta pernikahan yang pernah dia datangi, ada satu ucapan dari pengantin pria yang menurutnya paling mengharukan.
"Semua orang di dunia berharap kamu menjadi orang dewasa yang tegar, mampu berdiri sendiri, dan melakukan bagianmu dengan baik. Tapi setidaknya di hadapanku, aku berharap kamu tetap menjadi anak kecil yang tidak perlu menjadi dewasa selamanya.
Kalau dunia terus mendesakmu untuk cepat-cepat menjadi dewasa, aku berharap pernikahan kita bisa menjadi tempat pelarianmu yang sempurna.
Aku ingin kamu punya hak istimewa untuk bisa bermanja sepuasnya di sisiku, bersikap kekanak-kanakan, dan tidak perlu selalu menjadi orang yang dewasa.”
Akkk sweet banget 🥹
Lagi-lagi when yh?