Direktur Utama (Dirut) BPJS Kesehatan Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito baru saja ngumumin
mereka tekor 2 triliun tiap bulan
karena banyak masyarakat yang pakai BPJS
dan biaya lebih besar dari pada iuran yang dibyar
jika begini terus maka 2027 BPJS bisa gagal bayar
baiknya gimana nih ?
BPJS yang ditutup atau MBG yang ditutup?
MBG 1,2 triliun perhari belum tentu di rasakan rakyat
BPJS 2 triliun per bulan tapi mau di tutup?
Teman gue beli Avanza 2019.
Harga 135 juta.
Murah dikit dari pasaran.
BPKB ada. STNK ada. Pajak hidup.
Nama di BPKB sesuai KTP penjual.
Semua keliatan beres.
Langsung deal. Langsung transfer.
3 bulan kemudian.
Dia mau jual lagi karena butuh uang.
Calon pembeli baru minta cek fisik dulu.
Bareng ke Samsat.
Petugas cek nomor rangka.
Diam lama.
Terus bilang:
"Pak, BPKB ini diduga palsu."
Teman gue shock.
Kira salah baca.
Petugas tunjuk satu per satu.
Serat kertas diterawang, gak ada benang merah biru.
Nomor seri dicek di sistem, gak terdaftar.
Hologram terlalu mulus. Terlalu licin.
Palsu. Tapi hampir sempurna.
Balik ke penjual.
Nomor masih aktif hari pertama.
Jawabnya:
"Saya juga gak tau Pak, saya beli kondisi gitu."
Telepon berikutnya.
Tidak diangkat.
Berikutnya lagi.
Nomornya tidak aktif.
Lapor polisi.
Mobilnya ditahan sebagai barang bukti.
Penjual belum ketangkap.
135 juta raib.
Mobilnya raib.
Penjualnya raib.
BPKB palsu sekarang bukan kaleng-kaleng.
Kertas mirip. Hologram mirip. Tanda tangan mirip.
Mata telanjang gak akan ketahuan.
Tapi ada 3 hal yang selalu ninggalin jejak:
1. Serat kertas.
BPKB asli kalau diterawang — ada benang merah dan biru di dalam kertas.
Palsu: polos. Atau seratnya dicetak, bukan tertanam.
2. Nomor seri.
Tiap BPKB punya nomor seri unik yang terdaftar di sistem Polri.
Cek di: https://t.co/UA5mhtlZUI
Palsu: nomornya gak akan muncul. Atau muncul tapi datanya beda.
3. Tekstur cover.
BPKB asli covernya agak kasar, ada tekstur grid halus.
Palsu: terlalu mulus dan licin waktu dipegang.
Tapi cek dokumen saja gak cukup.
Nomor rangka dan mesin juga bisa dimanipulasi.
Digerinda halus. Di-stamp ulang.
Kelihatan mulus kalau cuma dilihat sekilas.
Yang bisa deteksi: senter kuat + kaca pembesar.
Sorot miring ke nomor rangka.
Kalau ada bekas gerindaan, batalkan transaksi.
Ini checklist wajib sebelum bayar:
Terawang kertas BPKB → cek serat merah biru.
Cek nomor seri BPKB → ke website Korlantas Polri.
Pegang cover BPKB → harus kasar, bukan licin.
Sorot nomor rangka pakai senter → cek bekas gerindaan.
Bandingkan digit per digit → satu angka beda = batalkan.
Minta cek fisik bareng ke Samsat → gratis, 30 menit.
TAMPARAN TERAKHIR:
Lo pegang BPKB-nya.
Tapi gak diterawang.
Lo baca nomornya.
Tapi gak dicek ke sistem.
Lo lihat hologramnya.
Tapi gak diraba teksturnya.
Semua butuh kurang dari 5 menit.
Tapi di-skip.
Dan itu yang bikin 135 juta raib semalam.
🇮🇩 1 Wakil Presiden
🇮🇩 49 Menteri
🇮🇩 59 Wakil Menteri
🇮🇩 580 Anggota DPR
🇮🇩 152 Anggota DPD
🇮🇩 2.120 Anggota DPRD Provinsi
🇮🇩 17.610 Anggota DPRD Kabupaten/Kota
TOTAL: 20.571 ORANG.
20.571 pejabat yang digaji pake uang rakyat.… SERIUSAN ga ada SATUPUN yang merasa pidato Prabowo bermasalah?
Terus rakyat disuruh percaya negara ini diisi orang-orang kompeten?
cc:albertsutopo
Kalau kalian beli kambing untuk kurban Iduladha, lalu spontan ngomong "ini kurban saya", maka kalian baru saja mengubah hukumnya.
Dari sunnah, jadi wajib.
Konsekuensinya: haram bagi kalian dan keluarga inti memakan satu suap pun dagingnya.
[UTAS] ⤵️
https://t.co/DpM3VODAxE
Guys, ini salah satu berita yang menurut gue paling mengerikan yang keluar hari ini dan bukan karena dramatis, tapi karena implikasinya sangat nyata terhadap keselamatan jutaan anak Indonesia.
BPOM secara resmi mengakui di depan DPR:
mereka belum pernah melakukan
sampling makanan MBG.
Sama sekali.
Karena tidak ada anggaran.
Mari kita letakkan ini dalam konteks yang benar:
Program MBG sudah berjalan berbulan-bulan.
Sudah menjangkau 27.000 SPPG di seluruh Indonesia.
Sudah menyerap Rp60 triliun anggaran.
Dan selama itu semua tidak ada satu pun sampel makanan yang diuji oleh BPOM.
Tidak ada verifikasi independen bahwa makanan yang masuk ke mulut anak-anak kita itu aman.
Tidak ada pengujian laboratorium resmi.
Tidak ada audit kualitas dari lembaga yang berwenang.
Dan angkanya membuat gue tidak habis pikir:
MBG: Rp60 triliun sudah terserap.
Hampir Rp1 triliun per hari.
Anggaran BPOM untuk mengawasi program ini yang tersedia saat ini: Rp2,9 miliar.
Bukan Rp2,9 triliun.
Bukan Rp2,9 miliar per bulan.
Total Rp2,9 miliar.
Perbandingannya:
anggaran pengawasan keamanan pangan untuk program yang menelan Rp60 triliun hanya 0,005% dari total anggaran program itu sendiri.
Dan kondisinya lebih buruk dari sekadar kekurangan anggaran:
BPOM sebelumnya sudah mengajukan anggaran Rp196 miliar untuk pengawasan MBG.
Sudah disetujui.
Tapi kemudian ada kewajiban pengembalian dana ke bendahara umum negara artinya dana itu dipotong dan tidak bisa digunakan.
Ada juga dana swakelola Rp675 miliar yang sudah disetujui Komisi IX DPR tapi sampai hari ini belum bisa dieksekusi karena masih menunggu tahapan administrasi yang entah kapan selesainya.
Jadi BPOM punya anggaran di atas kertas tapi tidak bisa digunakan.
Sementara makanan untuk jutaan anak terus dikirim setiap hari tanpa pengujian.
Dan ini yang paling ironis:
Kepala BPOM Taruna Ikrar bilang mereka sudah melatih 32.000 lebih tenaga ahli untuk mengawasi SPPG.
Tapi tidak ada anggaran untuk mengambil dan menguji satu pun sampel makanan.
Jadi kita punya 32.000 orang terlatih tapi tidak ada alat ukur yang bisa membuktikan bahwa makanan yang mereka awasi itu aman.
Itu seperti punya 32.000 dokter tapi tidak ada satu pun alat diagnosa.
Mereka bisa melihat.
Tapi tidak bisa membuktikan.
Konteks yang membuat ini semakin mengerikan:
Kita sudah tahu bahwa 6.457 orang dilaporkan terdampak keracunan MBG angka yang BGN sendiri laporkan ke DPR.
Belatung ditemukan dalam makanan MBG dan diakui sendiri oleh Hashim Djojohadikusumo.
Kasus keracunan terjadi di Duren Sawit, Bantul, dan berbagai daerah lain.
Dan selama semua itu terjadi lembaga yang seharusnya bertugas memverifikasi keamanan pangan itu tidak pernah melakukan satu pun uji sampel karena tidak ada anggaran.
Yang tidak masuk akal dari seluruh situasi ini:
BGN punya anggaran untuk:
Motor listrik Rp1,2 triliun
Digitalisasi Rp3,1 triliun
Semir sepatu Rp1,25 miliar
Sikat semir Rp272 juta
Tapi BPOM lembaga yang bertugas memastikan makanan itu tidak meracuni anak-anak hanya tersisa Rp2,9 miliar yang bisa digunakan.
Prioritas anggaran ini mengatakan sesuatu yang sangat jelas tentang apa yang dianggap penting dalam program ini dan apa yang tidak.
Pertanyaan yang harus dijawab:
Satu — Selama berbulan-bulan program MBG berjalan tanpa pengawasan sampling BPOM, siapa yang bertanggung jawab memastikan keamanan pangan dari 27.000 SPPG itu?
Dua — Apakah BGN tahu bahwa BPOM tidak bisa melakukan sampling karena tidak ada anggaran? Kalau tahu — kenapa tidak ada tindakan untuk mengalokasikan anggaran yang memadai?
Tiga — Apakah 6.457 korban keracunan itu bisa dicegah kalau sampling BPOM berjalan sejak awal? Tidak ada yang bisa menjawab dengan pasti.
Tapi pertanyaannya sangat valid dan harus ditanyakan.
Empat — Dana swakelola Rp675 miliar yang sudah disetujui tapi belum bisa dieksekusi apa yang menghalanginya dan siapa yang bertanggung jawab atas kemacetan administrasi itu?
Bottom line:
Indonesia menjalankan program makan gratis terbesar dalam sejarahnya dengan anggaran hampir Rp1 triliun per hari tanpa pengujian keamanan pangan yang independen.
Bukan karena teknologinya tidak ada.
Bukan karena BPOM tidak mau.
Tapi karena anggarannya tidak tersedia sementara di sisi lain uang mengalir untuk motor listrik dan semir sepatu.
Ini bukan kelalaian kecil.
Ini adalah kegagalan sistemik dalam memprioritaskan keselamatan anak-anak di atas kepentingan pengadaan dan administrasi.
Dan yang paling mengejutkan dari semua ini bukan fakta bahwa BPOM tidak punya anggaran.
Yang paling mengejutkan adalah bahwa program senilai Rp60 triliun ini diizinkan untuk terus berjalan hari demi hari tanpa mekanisme pengawasan keamanan pangan yang paling dasar sekalipun.
atau ini bukan program makan bergizi
atau cara menghabiskan anggaran dengan gaya??
Just wondering, kan toll di Jakarta itu udah ngeloop kan, bisa nggak sih dibuat bus yang rutenya muter in jalan tol, terus di tiap pintu tol ada semacam halte khusus gitu?
Guys, ada momen di rapat DPR
seorang anggota DPR marah dan heran
Dan yang ngomong ini bukan aktivis.
Bukan pengamat.
Ini anggota DPR sendiri yang semprot Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya secara langsung di depan muka.
Pertanyaan yang paling mendasar yang dia lempar:
Kalau kita sudah punya big data
orang datang ngurus KTP
masa dimintain fotokopi KK lagi?
Gua punya KTP untuk apa?
Masih dimintai fotokopi KTP.
Kan aneh.
Surat lahir,
surat baptis masih diminta.
Wah, pusing. Negara kita kayak begini.
Ini bukan pertanyaan teknis yang butuh jawaban panjang.
Ini pertanyaan yang semua orang Indonesia pernah tanyakan dalam hati setiap kali berurusan dengan birokrasi.
Dan jawabannya tidak pernah memuaskan selama puluhan tahun.
Faktanya yang bikin makin miris perbandingan dengan Malaysia:
Indonesia punya e-KTP sejak 2011.
Ada chip NFC.
Ada data biometrik.
Teknologinya canggih.
Anggarannya triliunan rupiah.
Malaysia punya kartu yang secara teknologi identik namanya MyCAD.
Bedanya satu hal:
Malaysia benar-benar memakainya.
Di Malaysia mau isi BBM subsidi tinggal tap MyCAD di pompa bensin.
Sistem langsung cek identitas, cek kuota, kasih harga subsidi otomatis.
Tidak perlu antri.
Tidak perlu surat keterangan.
Tidak perlu aplikasi.
Tidak perlu fotokopi.
Setiap warga dapat kuota 200 liter per bulan.
Kalau kuota habis bayar harga normal.
Tidak bisa diakali.
Kalau ketahuan curang kuota diblokir permanen.
Hasilnya:
pemerintah Malaysia hemat RM600 juta per bulan.
Penjualan diesel bersubsidi turun 30%. Penyelundupan langsung terdeteksi.
Indonesia?
e-KTP yang sama teknologinya selama 15 tahun masih dipakai untuk difotokopi.
Dan ini yang paling menohok dari seluruh pidato itu:
Kita harus bilang kita lebih bodoh dari orang Malaysia kalau urusan ini.
Karena enggak pernah kelar.
Kalimat itu keras.
Tapi tidak salah.
Soal pemborosan anggaran yang berlangsung setiap tahun:
Ini yang menurut gue paling menyakitkan secara fiskal.
BNI punya data nasabah sendiri.
Pertamina buat sistem data sendiri untuk subsidi.
KPU setiap pemilu buat pendataan pemilih sendiri yang nilainya triliunan setiap siklus.
BPJS punya database sendiri.
Kemendikbud punya data sendiri.
Kemensos punya data sendiri.
Semua lembaga membangun silo data masing-masing.
Semua dengan anggaran masing-masing. Semua dengan vendor masing-masing.
Semua dengan tender masing-masing.
Dan di ujung semuanya data tetap tidak terintegrasi. Rakyat tetap diminta fotokopi KTP setiap kali berurusan.
Kita kalau urusan ngamburin uang tuh juara satu. Untuk data saja triliunan kita buang tiap tahun.
Cerita yang paling menyentuh dan ini yang paling human:
Anggota DPR ini bercerita soal kondisi di dapilnya di Kalimantan Utara.
Banyak warga dari NTT, NTB, Toraja yang kerja di Malaysia banyak secara ilegal.
Ketika mereka diusir setelah tidak digaji atau dieksploitasi paspor dan KTP mereka sudah disita oleh majikan.
Mereka pulang ke Kalimantan tanpa dokumen.
Tanpa uang.
Tanpa apa-apa.
Dan ketika mereka coba mengurus KTP baru mereka diminta KK.
Diminta fotokopi KTP lama yang sudah disita.
Diminta surat lahir yang ada di kampung di NTT yang jauh.
Untuk makan aja enggak ada. Sekarang mereka terkapar di perkebunan-perkebunan, digaji di bawah UMR, enggak punya BPJS, enggak punya apa-apa.
Dan sistem birokrasi yang seharusnya melindungi mereka justru menjadi tembok yang tidak bisa ditembus.
Makanya saya bilang KTP itu hak asasi.
Soal keamanan data ini juga perlu diangkat:
Dia menyebut setiap hari dia menerima minimal 50 WhatsApp dan telepon yang menawarkan emas, saham, investasi bodong.
Gimana keamanan data kita ini?
Siapa yang harus bertanggung jawab?
Masa kita terus diganggu hal seperti ini?
Dan tidak ada jawaban jelas apakah yang bocor itu data adminduk, data bank, atau data operator telekomunikasi.
Tidak ada institusi yang maju mengambil tanggung jawab.
Solusi yang dia minta dan ini bukan permintaan yang rumit:
Satu — sinkronisasi semua data di bawah satu gatekeeper. Kemendagri sebagai pemegang e-KTP harus jadi koordinator. Semua lembaga lain berhenti bikin database sendiri.
Dua — chip e-KTP harus diaktifkan untuk semua layanan publik. Tidak ada lagi fotokopi. Tidak ada lagi surat lahir. Cukup tap kartu.
Tiga — presiden harus turun tangan dan memerintahkan sinkronisasi ini di level ratas. Karena tanpa political will dari atas tidak ada satu lembaga pun yang akan mau menyerahkan kewenangan datanya.
"Jangan nanti KPU dibentuk, tahun berikutnya mengusulkan 2 triliun untuk identifikasi pemilih. Enggak habis-habis kalau begitu terus."
Sudah 80 tahun merdeka. Sudah 15 tahun punya e-KTP. Dan kita masih dimintai fotokopi KTP untuk mengurus KTP.
Kalau itu bukan kegagalan sistemik yang harus dipertanggungjawabkan gue tidak tahu apa lagi namanya.
Tadi agak emosi ngedenger pihak Pemerintah saat memberi keterangannya. Sehingga banyak Hal yang kita soroti dari Keterangan Pemerintah.
Selain tidak hadirnya pihak Kementerian & Lembaga terkait seperti Kemenkeu, Kemendikdasmen, Kemdiktisaintek, Kemenag dan BGN
Banyak klaim yang tidak sesuai dengan fakta dilapangan, karena kami guru & organisasi guru yang memahami betul keresahan guru guru kami.
Selain menemukan banyak temuan, kami juga merasakan langsung dampak MBG terhadap kesejahteraan guru & masa depan karir guru yang mulai terancam. Semenjak masuknya MBG ke dalam mandatori spending Anggaran Pendidikan 20%
Sebelum Mahkamah memberikan keputusannya. Dengan tegas kami menyatakan bahwa, masuknya MBG ke dalam anggaran pendidikan bertentangan dengan UUD NRI 1945.
Dan kami akan mengikuti proses persidangan yang berlangsung. Sampai Mahkamah memberikan Putusan yang seadil adilnya.
HATI-HATI... Doa ini bukan sekadar
dibaca !!
Tapi bisa MENGUBAH hidupmu pelan-
pelan tanpa kamu sadari...
✨ Simpan & amalkan ya:
1. Doa Nabi Yunus (Saat Terdesak)
"Laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minazhzh aalimiin."
📖 QS. Al-Anbiya: 87
➡️ Doa mustajab saat terjebak masalah besar 🌊
2. Doa Nabi Musa (Kemudahan Urusan)
"Rabbi syrahli shadri, wa yassirli amri, wahlul ‘uqdatam millisani, yafqahu qauli."
📖 QS. Thaha: 25-28
➡️ Membantu berbicara lancar & urusan dipermudah 📿
3. Doa Nabi Ayub (Kesembuhan)
"Anni massaniyadh dhurru wa anta arhamur raahimiin."
📖 QS. Al-Anbiya: 83
➡️ Untuk yang sedang sakit & memohon kesembuhan 🤍
4. Doa Nabi Sulaiman (Rezeki & Keberkahan)
"Rabbi ighfir li wahabli mulkan laa yanbaghi li ahadin min ba'di innaka antal wahhab."
📖 QS. Shad: 35
➡️ Membuka pintu rezeki & kesuksesan 💰✨
5. Doa Nabi Muhammad SAW
"Allahumma inni as'aluka ‘ilman nafi'a, wa rizqan thayyiba, wa ‘amalan mutaqabbala."
📖 HR. Ibnu Majah no. 925 (hasan)
➡️ Supaya hidup penuh ilmu, rezeki halal & amal diterima
Hai para pria, kalau kau diminta jadi imam shalat subuh di mushalla bandara, sebagus apapun bacaan mu gak perlu kau pamerkan dengan membaca ayat panjang karena malah menunjukkan kau cuma pandai ngaji tapi tak punya ilmu agama, orang yg shalat sudah ada jadwal terbang masing2 dan kapasitas mushalla juga terbatas, semakin panjang ayat kau baca semakin ramai antrian di mushalla, beragama itu perlu ilmu!!
Found out Alexia Putellas, Leo Messi, David Beckham, Thierry Henry, Steve Carell, are all in a group chat…and you're invited.
They’re planning the @lays_football#NoLaysNoGame Epic Watch Party for ⚽️🌏🏆
The party’s already kicked off, tap the link to join:
https://t.co/JuwZSB84Xf
Indonesia adalah Negara Preman. Cirinya adalah Sistem Setoran.
Untuk berkuasa, kamu harus setor. Untuk setor, kamu harus merampok.
Karena kamu merampok, kamu jadi diblackmail atasan.
Bos akan bilang: "Sekarang, setor lebih banyak ke saya. Jika gagal, saya tangkap."
Bosmu betulan berkuasa untuk menangkapmu. Karena kamu memang koruptor. Karena kamu memang kriminal yang merampok, untuk bayar setoran ke bosmu.
Salah sendiri ngide jadi pejabat. Sekarang kamu terjebak.
Terpaksa kamu setor lebih banyak dan merampok lebih banyak. Lubang yang kamu gali menjadi semakin dalam.
Semakin banyak kejahatanmu, semakin komplit kontrol bosmu terhadapmu.
Kamu berubah dari yang awalnya manusia menjadi anjing yang berkalung. Woof.
Ketika bos bilang "jongkok!", kamu jongkok. Ketika bos bilang "menggonggong!", kamu menggonggong. Ketika bos bilang "rampok!", kamu merampok.
Kamu sangat terbiasa melakukan itu sampai kamu jongkok, lompat, menggonggong, merampok, mempermalukan diri sendiri di Twitter dengan mendeklarasikan diri sebagai "penyepong kaki rezim sampai tenggorokan" dengan bangga, tanpa disuruh.
Urat malumu putus dan kamu tidak ubahnya seperti binatang anjing buas yang berlari telanjang di jalan, kencing sembarangan dimana-mana.
Ini bukan hal yang luar biasa. Bosmu juga pernah berada di posisimu saat ini. Bosmu pernah, dan masih, menjadi anjing perampok pemalak buas.
Lama-lama kamu naik pangkat dan punya anak buah sendiri. Setoran yang harus kamu bayar ke atas semakin besar. Kamu bingung bagaimana cara bayarnya.
Kamu mendapat ide: perbudak saja anak buahmu. Palak setoran dari mereka. Jadikan mereka anjing baru, sebagaimana bosmu menjadikanmu anjing buas berliur.
Lama-kelamaan seluruh pemerintahan dan bisnis negara Indonesia diisi oleh anjing dan Indonesia pun menjadi Negara Anjing.
Tentu saja investor tidak akan mau membangun di Negara Anjing yang isinya penuh dengan anjing dan preman jalanan buduk, bau, dan rampok.
#PENTING
Kebanyakan kesalahan fatal pertolongan pertama ketika serangan jantung tuh gini:
1. Mendudukkan korban
2. Menampar2 pipi korban
3. Goyang2in badannya
4. Mukul2in bahu, lengan, & sikunya
5. Nganggep masuk angin doang
6. Disuruh batuk2
7. Dikasih minum
Aku jelasin ya!