This is not a good sign for the economy, nor for children’s health, btw.
Foto rak susu formula yg full anti-theft lock gini sbenernya "dystopian" kl dipikir2🥲
Ini bkn gadget, bkn whiskey premium.
Merely cuma susu bayi.
Kl produk kebutuhan dasar bayi dipasang pengaman berarti ada kombinasi:
>harga susu yang dirasa makin mahal,
>tekanan ekonomi rumah tangga, dan
>tingkat kriminalitas pencurian yg dianggap signifikan di sisi retailer
Punya bayi buat sebagian orang jadi terasa kayak expensive subscription service yang makin ga terjangkau.
Di sisi lain, dominasi susu formula sebesar ini juga nunjukin kalo:
>ga ada jaminan kesejahteraan buat ibu pasca melahirkan, sehingga ibu harus cepet2 balik kerja
>support breastfeeding jadi minim
>waktu keluarga makin sempit, dan
>industri formula makin agresif.
Akhirnya ASI yg gratis dan ideal scara kesehatan makin sulit dipertahankan scara sosial-ekonomi.
Negara ini bisa bertahan dgn kondisi yg gini2 aja (korup dan tertinggal) tanpa perubahan selama puluhan tahun, bukan karena pemimpinnya buruk. Tapi karena masyarakatnya pengecut, pemalas, sukanya pasrah krn terlalu percaya pertolongan Tuhan akan datang dengan sendirinya.
Ada anak kecil di kampung saya, Ngada, Flores, meninggal bunuh diri. Anaknya dikenal cerdas dan ramah di sekolah. Dia meninggal karena putus asa. Sebelum pergi, dia cuma minta satu ke mamanya.
'Mama, saya minta buku dan pena'
Mamanya ga bs kasi dua hal itu lantaran kondisi ekonomi memburuk.
Mungkin buat penguasa dan media massa, anak ini cuma satu angka di dalam statistik. Bahkan bs jadi mudah dilupakan.
Tapi buat saya, anak ini jadi bukti nyata bahwa kita semua gagal bukan karena pengaruh asing. Kebanyakan kita semua gagal karena kita ga mau berbenah. Kita tetap memilih pemimpin yg itu2 aja. Kita tetap mempertahankan institusi yg diisi oleh orang2 itu aja.
Kita sibuk mencari kesalahan org lain, tp kita ga pernah mau sama-sama berjuang sebagai anak bangsa.
Pak Presiden, bapak selalu bilang kalo Bapak adalah presiden semua orang. Saya gak minta Bapak jadi NABI.
Saya minta bapak tidak membiarkan sistem yg uda bobrok ini semakin bobrok.
Belum pernah sesakit hati ini nulis postingan di media sosial.
Jadi, ini beberapa tumbuhan/tanaman yang kata nenek dan ibuk dulu banyak di dusun, tapi sekarang udah ga ada (atau setidaknya udah sulit bgt dicari).
Ada 10 (plus 2 dari obrolan di waktu yang lain):
@YLBHI padahal sebagian masyarakat sudah menentang pilkada lewat DPRD, kepercayaan masyarakat ke DPR juga rendah. kalau kebijakan ini final, patut dipertanyakan DPR itu mewakilkan siapa
Antusias tampak saat gelaran bedah buku #ResetIndonesia di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Senin (22/12/2025).
Acara diselenggarakan oleh Kabar Trenggalek, menghadirkan tim lengkap penulis buku yang tergabung Ekspedisi Indonesia Baru: Dandhy Laksono, Farid Gaban, Yusuf Priambodo dan Benaya Harobu.
Ratusan peserta yang terdiri dari Aparatur Sipil Negara (ASN), masyarakat hingga akademisi memenuhi Hutan Kota Trenggalek.
Turut serta Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin memimpin jalannya forum bedah buku.
Forum membahas beragam topik. Mulai dari pendidikan, narasi federasi, hingga lingkungan. Peserta juga menyuarakan penolakan rencana penambangan emas di Trenggalek.
Pemandangan ini berbeda dengan kota yang menjadi titik roadshow bedah buku #ResetIndonesia sebelumnya.
Sabtu (20/12) lalu, bedah buku #ResetIndonesia di Desa Gunungsari, Madiun sempat batal terselenggara akibat pembubaran paksa oleh aparat dan pemerintahan setempat.
Kalo kerjanya bagus, responsif, sat set, gak banyak statement aneh2, publik jg pasti bakal ramein dan kasih atensi positif kok.
Ada contohnya? Ada.
Damkar.
Saat masyarakat Sumatera masih berjuang untuk bertahan hidup pasca banjir bandang. Saat statistik BNPB masih terus berubah setiap jam nya untuk menghitung berapa banyak korban. Justru presiden Prabowo menyampaikan keinginannya untuk mengekspansi Papua dengan pembukaan lahan sawit dan kebun tebu dalam skala besar atas nama swasembada pangan dan energi.
Presiden Prabowo seperti tak punya hati dan empati atas penderitaan rakyat di Aceh, Sumatera Barat dan Sumatera Utara, juga seluruh rakyat Indonesia yang selama ini menjadi korban pembangunan dan pertumbuhan ekonomi. WALHI Papua mencatat bahwa Papua telah kehilangan tutupan hutan primer ± 688 ribu hectare hingga saat ini. Bahkan mengejutkannya lagi, deforestasi 2022-2023 seluas 552 ribu hektar hutan alam Papua terdeforestasi. Papua menyumbang 70% dari total deforestasi nasional.
Kita tahu bahwa penyebab bencana ekologis di Sumatera karena meningkatnya deforestasi. Lalu, apakah kita hendak mengulang hal yang sama di Papua?
Pandangan Ulil ini memanipulasi rasa “bersalah bersama” untuk membenarkan kejahatan struktural. Ia menyodorkan fakta bahwa semua orang pakai hasil tambang seolah itu mandat moral untuk terus menggali, padahal yang sedang dikritik adalah model produksi yang rakus, kotor, dan mematikan, bukan keberadaan logam itu sendiri.
Menyalahkan rakyat karena pakai HP dan listrik sambil membebaskan oligarki tambang dari tanggung jawab adalah pembalikan logika: yang mengatur sistem energi dan industri adalah segelintir elite, bukan petani yang tanahnya longsor atau warga yang mati di lubang bekas galian.
Saat Ulil menyebut zero mining “goblok”, yang sedang ia bodohi justru publik. Zero mining bukan klaim bahwa besok pagi bumi harus steril dari setiap bentuk penggalian, melainkan horizon politik: batas keras bahwa ada ekosistem, wilayah adat, dan generasi masa depan yang tidak boleh lagi dikorbankan.
Di tengah krisis iklim, banjir bandang, kekeringan, dan puluhan ribu lubang tambang telantar, sikap rasional justru adalah rem darurat, moratorium, sampai penutupan bertahap—bukan menambah izin baru lalu menyebutnya “dengan aturan yang jelas”.
lu aje hutan di Bima ditebang tebangin gue mention mention ga direspon sama lu sama kementerian lu. Emang lu banyak omong doang. Tunggu ada korban baru turut berduka turut berduka.
#intinyadeh Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo dpt ancaman pembunuhan.
"Kepala Balai Cabut Laporanmu atau Kepalamu Kami Cabut"
Kantor dirusak, motor petugas dibakar.
Luas kawasan TNTN yg 83rb ha, sisa 12,5rb ha yg masih hutan. Sisanya pemukiman, kebun sawit ilegal.
(1/2)