Lebaran kemarin dia bawa istri dan 2 anak mudik. Pesawat jam 6 pagi.
Berangkat dari rumah jam 3 subuh. Anak-anak setengah tidur di taksi.
Sampai bandara. Check-in. Duduk. Tunggu.
1 jam delay. 2 jam delay. 5 JAM DELAY.
Yang diadapat? Snack box dan air mineral.
Tiket Rp1,2 juta × 4 orang = Rp4,8 JUTA. Delay 5 jam. Kompensasi: BISKUIT.
dia kesal. Tapi diam. Karena GAK TAU haknya.
Sampai seorang bapak di sebelahnya bilang: "Pak, Bapak tau gak? Kita bisa dapat REFUND FULL."
WA dari istri semalam. Setelah anak tidur. Kebetulan kita lagi LDM.
"Mas"
"Aku tadi lewat perumahan baru"
"Harganya mulai 300 juta"
"Kita gak akan pernah punya rumah ya?"
Aku diem.
Karena aku juga mikir hal yang sama.
Gaji Rp 4 juta. Rumah Rp 300 juta. Rasanya kayak jurang yang gak bisa diseberangi.
Petani di lapangan lebih sering diagnosis tanaman pakai feeling dibanding baca sinyal yang sudah ada di depan mata.
Padahal tanaman itu selalu bicara, kita saja yang jarang mau dengerin.
Daun bawah menguning? Bukan salah cuaca, itu Nitrogen habis.
Pinggir daun gosong? Bukan kepanasan, Kalium kamu bermasalah.
Tunas muda pucat? Sulfur defisiensi, bukan serangan jamur.
Sudah hafal ke-6 ini, atau masih sering nebak?
📢GIVEAWAY!
Roger Federer's autographed DRY-EX Polo Shirt Giveaway!
This is a special giveaway for a chance to win Roger Federer's autographed DRY-EX Polo Shirt.
[How to Apply]
1. Follow @UQAmbassadors
2. Repost this post
[Application Period]
10:00 AM April 1, 2026 (Wed) ~ 9:59 AM April 8, 2026 (Wed) JST
Check @UQAmbassadors profile link for terms and conditions.
Good luck!
ロジャー・フェデラー選手直筆サイン入りドライEXポロシャツが当たるキャンペーン!
たくさんのご応募お待ちしています!
参加方法:
1. @UQAmbassadors をフォロー
2. 応募期間内に本投稿をリポスト
応募期間:
2026年4月1日(水)10:00 ~ 2026年4月8日(水) 09:59 日本時間
※当選者はInstagramとXのキャンペーン合わせて4名当選となります。
※@UQAmbassadors のプロフィールリンクから応募要項をご確認ください。
たくさんのご応募をお待ちしております!
Tanaman ini namanya ketumpang air (Peperomia pellucida). Biasa tumbuh di tempat lembab.
Tanaman ini sangat cepat membantu mengatasi masalah ASAM URAT
Caranya:
1. Ambil segenggam ketumpang air. Cuci bersih.
2. Rebus dgn 1 gelas air. Gunakan api kecil
3. ...
Aku ingin cerita tentang Samsuri, seorang pelatih angkat besi dari Desa Sooka, Punung, Pacitan.
Samsuri menemukan bakat dan membentuk Luluk Diana Tri Wijayana. Luluk, anak petani desa sangat sederhana yg tinggal di rumah semi permanen di Pacitan.
Skng, Luluk adl salah satu prospek terbaik Indonesia. Juara dunia remaja, juara dunia junior, dan pekan ini Luluk mengalahkan juara dunia dua kali asal Thailand utk meraih emas SEA Games.
📸: Kompas, NOC Indonesia
TRANS7 MENAMPAR WAJAH SANTRI MENJELANG HARI SANTRI NASIONAL
Menjelang Hari Santri Nasional, @TRANS7 justru memberi kado pahit bagi dunia pesantren. Tayangan mereka melecehkan para kiai—khususnya Romo Kiai kami, KH Anwar Manshur, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo sekaligus Rais Syuriah PWNU Jawa Timur. Beliau adalah sosok sepuh yang setiap hari masih mengajar dengan penuh kasih dan ketulusan. Dan saya yakin, beliau tidak pernah menyinggung Trans7, apalagi pemiliknya, Bapak Chairul Tanjung.
Namun apa yang dilakukan Trans7 bukan sekadar “salah tayang.” Ini penghinaan. Narasinya ngawur, dibacakan dengan gaya yang merendahkan, disertai visual dan caption yang secara sistematis membangun framing jahat terhadap para kiai. Saya tidak bisa tinggal diam. Saya tumbuh dalam tradisi kritik dan kebebasan berpendapat ala akademik Barat, tetapi yang dilakukan Trans7 bukan kebebasan pers — ini serangan terencana terhadap kehormatan pesantren.
Saya menuntut langkah tegas: Produser acara harus dipecat. Pembaca naskah dipecat. Trans7 wajib menayangkan program tandingan yang menampilkan konsep barokah, adab, disiplin, dan pendidikan karakter ala pesantren agar publik memperoleh gambaran yang berimbang.
Lihatlah, rumah KH Anwar Manshur begitu sederhana—jauh dari kemewahan. Tapi Trans7 justru membingkai seolah beliau hidup dari amplop dan kemewahan. Itu fitnah! Itu penghinaan terhadap orang yang seluruh hidupnya diabdikan untuk ilmu dan umat.
Saya menangis menonton tayangan itu.
Bukan karena Kiai kami diserang, tapi karena media sebesar Trans7 tega memproduksi penghinaan semacam ini di bulan ketika bangsa ini semestinya menghormati para santri.
Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia jangan diam. Ini ujian bagi kredibilitas lembaga Anda. Pak Chairul Tanjung, benahi manajemen Trans7 Anda. Dan kepada para pengiklan, saya menyerukan: jangan pasang iklan di Trans7 sampai lembaga ini bertanggung jawab penuh.
Permintaan maaf atau sowan belaka tidak cukup. Luka yang mereka goreskan terlalu dalam. Ini bukan hanya soal satu Kiai — ini soal kehormatan seluruh dunia pesantren.
Salam penuh duka dan amarah,
Nadirsyah Hosen