jujur male-centered women tuh draining bgt karena mereka bisa jahat bgt ke sesama perempuan... karena kebanyakan dari mereka crave for male's attention tapi gabisa dapetin itu pdhl udah nerapin feminine energy dll, akhirnya? ngejatuhin sesama perempuan yg thriving. so pathetic.
saying “boobs bait” “soft porn”
"attention bait" simply because a woman exist with their body is VILE, disrespectful, misogynistic and disgusting btw no one deserves that kind of disrespect and dehumanization
Kalian terlalu mempermasalahkan keperawanan tapi:
1. Kalian pun tidak perjaka
2. Kalian lupa bahwa walaupun dia perawan, bisa saja dia membawa emotional baggage.
Yang terpenting adalah dia sudah selesai dengan masa lalunya, physically, mentally, and emotionally.
Most successful men have a wife.
Most successful women are single.
Most successful men tend to have a partner by their side.
Many successful women, on the other hand, are often single.
There’s a reason this pattern keeps showing up.
A lot of men are able to thrive because they have consistent emotional, logistical, or household support that frees them to focus on their goals.
Meanwhile, women who reach high levels of success are often expected to balance both their ambitions and traditional expectations at the same time.
That imbalance can become draining.
So some women choose peace over partnerships that feel more like added pressure than genuine support.
It’s not that successful women don’t want love.
They simply won’t settle for relationships that don’t align with the life they’ve worked so hard to build.
Di hadapan Dewan Hak Asasi Manusia PBB di Jenewa, anggota parlemen Hong Kong Dominic Lee membuat pernyataan yang mengejutkan:
"Barat berbicara tentang hak asasi manusia, tetapi membiarkan Israel lolos begitu saja setelah melakukan genosida.
Darah warga Palestina dan Iran ada di tangan mereka.
Apa kredibilitas moral yang dimiliki Amerika?
Sebuah negara yang diperintah oleh pengikut Epstein!"
Terima Kasih, Pernyataan Anda Mewakili Umat Manusia di Seluruh Dunia.
He’s only 27, goodness me—the perfect age for a young leader. I’ve never met Andrie, but I’m sure this cowardly attack will only make his leadership shine even brighter. Get well soon Andrie 🙏
Jadi gini ya bes, Lu boleh bilang lu kerja keras. Lu boleh bilang lu gak kenal cuti. Lu boleh bilang lu banting tulang dari subuh sampe subuh lagi. Gapapa. Gak ada yang ngelarang
Tapi masyarakat kite tuh hebat banget loh. Mereka tuh punya semacam sensor alami. Kayak kucing yang tau siapa yang tulus dan siapa yang pura-pura sayang cuma mau foto doang
Coba liat damkar, gak ada yang nyuruh mereka trending. Gak ada buzzer. Gak ada konferensi pers. Mereka cuma dateng, masuk ke gedung yang lagi kebakaran, ngerjain tugasnya, terus pulang. Bahkan kadang sepatunya masih basah udah dipanggil lagi. Hasilnya? Organik, tulus dan tanpa framing
Terus satpam BCA, Bro SATPAM yang gajinya mungkin UMR. Yang berdiri dari pagi. Yang tetep senyum meski nasabah dateng sambil bawa 47 pertanyaan tentang ATM yang saldo-nya sendiri gak dia tau ilang kemana
Kenapa mereka diapresiasi? Karena kelihatan hasilnya. Karena interaksinya nyata. Karena waktu lu butuh, mereka ada dan mereka deliver.
Mantan perdana menteri belanda Mark Rutte naik sepeda casual di jalanan Belanda, sementara pejabat kita naik mobil 8,5 M katanya untuk menjaga marwah. Pejabat kita lebih VOC dari VOC
🇯🇵🇺🇸 BREAKING: Trump wants Japan to send ships to the Strait of Hormuz. Takaichi refused to even consider it last week. Called it hypothetical.
It's not hypothetical anymore.
The request is real. The pressure is on. The decision is coming.
Last week, Takaichi dodged the question. Would you send troops if Trump asked? Would you even consider it?
She refused to answer. Now she has to.
Japan's peace constitution is on the line. 10,000 protesters in Tokyo. Thousands more in Kyoto. The people said no.
Will the government listen? Or will they follow the empire into another war?
The Strait is burning. Ships are targets. Iran controls the choke point.
If Japan says yes, the Self Defense Forces become targets. If Japan says no, Trump will rage.
Takaichi has to choose. Between the people and the empire. Between peace and war. Between Japan's future and Washington's demands.
The hypothetical is over. The reality is here. Japan's answer changes everything.
Kegemaran menuding orang dibayar ini pasti lahir dari kebiasaan suka membayar orang untuk melakukan apa-apa yang dia kehendaki.
Dianggapnya semua orang bodoh, penakut, dan mental kere seperti pendukung-pendukungnya.