mark my words: selama masih ada orang-orang yang harga dirinya bisa dibeli semurah ini, this country will never go anywhere. presiden dan kroni-kroninya itu masih sangat mungkin menang lagi di 2029.
Jujur ya.. Jakarta itu mahal buat SEMUA orang!
Gak peduli tinggal di Senopati atau di pinggiran Jaktim. Bedanya cuma di apa yang kamu korbankan buat bisa bertahan di sini.
3 "mata uang" yang biasa dikorbankan orang Jakarta:
- Uang: bayar lebih demi waktu/kenyamanan
- Waktu: komuting jam-jaman demi ngirit sewa
- Kewarasan: tinggal numpang demi nabung, tapi bayar pakai stres
Ada yang rela komuting 4 jam PP naik angkutan umum dari Pinggiran Jkt ke kantornya di Jakarta Selatan, demi nggak perlu ngekos di tengah kota.
Ada juga yang udah 40-an tahun tapi masih tinggal di rumah orang tua, bukan karena nggak mampu ngekos, tapi karena dia hitung-hitung sendiri dan itu emang lebih masuk akal secara finansial. Cuma "bayarnya" pakai kesehatan mental.
Buat yang udah berkeluarga, mainnya beda lagi.
Kalau masih single, struggle-nya soal kos vs komuting. Tapi buat yang udah punya anak, ceritanya soal berapa persen gaji yang abis buat kebutuhan sosial anak, sekolah, kegiatan, pergaulan.
Salah satu temen bilang dia alokasiin sampai 80% gajinya ke rekening keluarga, dan tetap ngerasa kerja keras tapi nggak pernah kerasa "kaya" .. yang ada cuma mode survival terus.
Yang bikin capek bukan cuma harga, tapi rasa "kurang" yang nggak pernah abis.
Jakarta didesain buat bikin orang terus ngerasa kurang: gaji harus lebih gede, lingkungan harus lebih oke, gaya hidup yang "dikit lagi" keraih.
Makin ngejar standar orang lain (atau standar yang muncul di linimasa), makin jauh juga rasa "cukup" itu kekejar.
Jadi strategi paling realistis buat hidup di Jakarta bukan nyari cara biar nggak ngorbanin apa-apa, karena emang nggak ada caranya.
Tapi nyari tau: dari uang, waktu, atau kewarasan, mana yang paling worth buat LO korbanin?
Inti pertemuan mahasiswa Trisakti dan DPR
- Pembebasan 16 Mahasiswa Trisakti
- Pembebasan 2 Mahasiswa Mercu Buana
- Semua tuntutan aksi sudah diterima, sudah disampaikan kepada BGN dan Menteri ESDM (Via Telepon)
- Jika belum transparan, maka DPR akan memfasilitasi untuk berdialog secara langsung
MENURUT KALIAN GIMANA? kok rasanya kurang puas ya sama hasil pertemuan mahasiswa dan DPR, seharusnya ketemu Prabowo langsung sih ini
🚨Update : Info demo hari ini 19 Juni 2026
Daftar elemen Mahasiswa yang akan melaksanakan Seruan Aksi di titik aksi depan Gedung DPR/MPR :
- Universitas Trisakti
- Universitas Mercu Buana
- Universitas Esa Unggul
- Universitas Yarsi PB HMI MPO
- Universitas Dian Nusantara
- Pengurus Ikatan Senat Mahasiswa Ekonomi Indonesia
- Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam Majelis
Stay safe semua. Saya Siaga 1 ‼️Kita (Rakyat) pasti menang 🇮🇩
PEJABAT JANGAN BERMAIN!
Salam
Rakyat Indonesia
"seskab teddy mengatakan ada pengamat yg tidak kompeten, tidak pada bidangnya"
"memangnya menteri-mentri di kabinet pada bidangnya? memangnya anggota DPR banyak yg punya ijazah?"
duarrr 🔥
@BBCWorld They do it only when there’s a camera or under surveillance from whites. Also, in this event, the garbage bag is provided by the JP variant of MAGA, which is sketchy.
Some Indonesians are brainwashed to look for the literal meaning, the exact conclusion provided, and virtue in every aspect. The way they're obsessed in "Dari blablaba kita bisa belajar ..." They're set for template story structures. Most of the A24 movies won't feed that shit.
Udah berapa kali akun ini bilang, skema BGN pake yayasan itu sengaja agar tidak bayar pajak penghasilan badan.
Insentif harian tidak dicatat sbg penghasilan. Tp dianggap sbg hibah
Mostly SPPG juga bukan PKP jadi ga mungut PPN
Jadi 335 Triliun uang muter tanpa generate pajak
tapi memang orang indonesia ini kenapa ya kayak sirik banget sama orang pinter? sama orang yang juara kelas, sirik. sama orang yang kuliah, juga sirik. apalagi kalau 2 orang ini susah dapat kerja tuh kenapa di farming segitunya sih? gw benci bgt crab mentality yg kaya gini tuh😭
Padahal jumlah lulusan pendidikan tinggi di Indonesia cuma 11% (data terbaru), jauh di bawah rata-rata OECD (hampir 50%), tapi udah bikin ‘inflasi’ gelar. Ini tandanya lowongan pekerjaan emang se-sedikit itu kah?
@nekoijo@corrodsion Jangan, jangan bahasa Rusia! Susahnya minta ampun itu bahasa, gua lebih mending disuruh belajar bahasa Jerman setiap hari daripada bahasa Rusia 1x seminggu 😭😂