Ia beranjak dari tempat duduknya dan mengambil tasnya. Hendak pergi. Namun sebelumnya ia berkata, โsaya pikir pikir dulu.โ
Langkahnya terhenti ketika pria itu menjawab, โtidak ada kata pikir-pikir dulu, ini sudah mutlak.โ
โTerserah,โ Avery pun mengacuhkannya dan pergi.
Siang yang harusnya Avery berada di cafe, kini sedang duduk tertahan di ruang makan bersama seorang yang mengganggu acara malamnya di telepon, Ayahnya.
โCepat, saya perlu bekerja,โ ucap Avery melihat sang ayah yang sibuk dengan makan siangnya, sedang Avery tidak minat sedikitpun
Avery mengepalkan tangannya, kalau saja tidak ada sekretaris merangkap bodyguard di samping pria itu, mungkin ia akan menghantamnya.
โLalu anda percaya saya?โ
โSetidaknya kamu masih darah daging saya.โ
Wahh, Avery tidak tahan lagi.
@eunblooms Flashing lights flooded my vision before fading into the sight of countless faces turned toward me, watching as I walked down the aisle.
A smile spread across my face, reflecting how grateful I was to be walking between rows of flowers and surrounded by the people I cherished.