Bukan. Anda diserang bukan karena itu. Anda dikritik karena:
1. Tata kelolanya ngawur, rawan korupsi.
2. SPPG dimiliki oleh para pihak yg rawan konflik kepentingan seperti aparat, parpol dll.
3. Anda ga fokus ke yg benar2 membutuhkan. Minimal lakukan kajian akademis dulu sebelum eksekusi.
4. Anda memilih kepala BGN yg tdk kompeten, bahkan tidak punya latar belakang ahli gizi. Udah gitu korup pulak.
5. Makanannya ga berkualitas, bahkan banyak yg keracunan.
6. Masih banyak alasan lain, tapi yang jelas bukan karena anda mau ngasih makan anak indonesia. Jadi gausah dipelintir.
@bardanslm Itu namanya safe space mas. Di luar rumah energi abis dipake buat mikir taktis dan strategis. Begitu pulang, otak otomatis shutdown karena tau rumah adalah tempat paling aman buat jadi "planga-plongo" tanpa takut dihakimi dan dinilai ga perform hehe.
saya sangat relate👆
Sebagai Guru Besar Teknik Sipil di UI..
Saya sudah haqqul yakin, penghasilan Prof. Ali Berawi ini sudah dua digit.
Apalagi keilmuan dia sangat laris di industri. Bisa jadi penghasilan beliau dari konsultasi, proyek dan penelitian menyentuh tiga digit.
Tapi dia tetap punya empati terhadap sesama sejawatnya. Dia tahu, ga semua dosen punya penghasilan yang sama kek dia.
Mayoritas penghasilan dosen ya 3,3 jutaan.
Dan dia pun ikut memperjuangkan kesejahteraan dosen dengan menjadi saksi ahli di MK.
Supaya bisa membatalkan UU Dosen yang bikin dosen saat ini gajinya di bawah UMR.
Applause untuk beliau!
Tidak seperti pihak tertentu yang nyudutin dosen UNAIR yang curhat di MK karena gajinya di bawah UMR.
"Infomu ga utuh, dosen penghasilannya di luar banyak"
"Kan ada serdos"
"Kan ada tunjangan, belum lagi proyek dan insentif penelitian"
"Coba cek tuh, jangan-jangan bukan alumni UNAIR"
Masalahnya, GA SEMUA DOSEN PUNYA ITU.
Bahkan kalaupun ada, NUNGGU BERTAHUN-TAHUN.
Kalo merasa tarifnya tdk layak, menolak order adalah hak.
Tapi kalo udah menerima order, menjaga barang tetap layak sampai tujuan adalah kewajiban.
Setiap pekerjaan punya tanggung jawabnya masing2. Tugas toko memastikan kue dibuat dgn baik, tugas driver mengantarkan dgn baik. Kalau salah satu merasa tidak sanggup atau tidak sesuai tarif, lebih baik tidak mengambil order daripada mengorbankan hak pelanggan.
Saya ada ide, bagaimana jika lahan eks Hotel Sultan dibangun untuk stasiun kereta cepat sesuai dengan opsi JICA.
Stasiunnya dibuat di bawah tanah (underground), lalu di atasnya dibuat hunian vertikal & bangunan multiguna. Jadi dari Halim bisa lanjut ke Senayan sesuai dengan Plan B 👀
Training Manajer Koperasi Desa Merah Putih buat ngurus minimarket
Yang gak diajarin:
- Manajemen stok dan inventaris ❌
- Pengelolaan uang tunai ❌
- Pertanggungjawaban keuangan ❌
- Penerimaan barang dan hubungan dengan supplier❌
- Pencegahan kehilangan barang❌
- Penataan produk di rak❌
- Penjadwalan staf dan manajemen tim❌
- Standar pelayanan pelanggan❌
- Keamanan dan kebersihan produk❌
- Pembacaan laporan penjualan dan data dasar❌
- Regulasi penjualan dan barang❌
- Perizinan usaha❌
Yang diajarin:
- Kicau mania ✅
- Huu haaa ✅
- Teroreroteroret ✅
Tuntutan aksinya kurang kongkrit dan kurang menggigit BEM UI. Mudah ngelesnya pemerintah dgn tuntutan seperti itu.
Tak bantu, diurutkan dari sumber masalah yg membuat kita rakyat memikul bebannya saat inil;
1. Bubarkan kabinet, ganti dgn kabinet yang ramping, sesuai jargon efisiensi, isi dgn yg kompeten
>> ini sumber masalah utama saat ini, kabinet gemuk, osbesitas, hanya bagi2 kursi, hamburkan uang negara yang terbatas, defisit, untuk menggaji pejabat/kroni, alih2 digunakan untuk kesejahteraan rakyat.
Teddy misal, ini biang masalah. Belum pernah ada sejarah di Indonesia, eselon 2 malah membawahi Menteri, menerima laporan dari menteri dan lembaga, padahal ada Menko yang bejibun, untuk apa terus dibentuk Menko? Belum lagi ada Wapres. Semua informasi dan laporan serta kritik publik terfilter di Seskab.
2. Hentikan MBG yang universal, gantikan dengan MBG Targeting.
>> Hanya berikan untuk siswa yang membutuhkan, dan daerah 3T. Hentikan sistem tata kelola Mitra yang jelas2 memperkaya kroni lewat insentif, sehingga diduga sebagai agenda "kantong babi" politik untuk kepentingan 2029. Layanan publik seperti MBG harus dikuasai negara infrastrukturnya, bukan malah dikuasai swasta.
3. Hentikan KDMP yang justru membebani Dana Desa yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan warga desa.
>> Jika yang utang PT. Agrinas ke Himbara untuk membangun dan pengadaan seluruh kebutuhan KDMP (Gedung, Truk, sarpras, dll), kenapa malah Dana Desa yang akan dipotong mencicil utang tsb?
Jika yakin sekali pemerintah dengan toko2 KDMP ini bakal untung, walau di bangun di tengah hutan dan gunung, biar saja di kelola Agrinas. Buktikan. Tanah desa yang dipakai silahkan bayar sewa ke Kas Desa. Ini jauh lebih fair bagi rakyat.
4. Batalkan UU Polri yang bertentangan dengan keputusan MK
>>> revisi UU Polri yang baru malah memberi jalan anggota Polri duduk di berbagai jabatan sipil tanpa batasan dan tidak perlu pensiun dini. Satu jabatan saja di Polri tidak beres, koq malah menjabat lagi di jabatan sipil. Pilih salah satu, tetap anggota Polri atau menjabat di jabatan sipil.
Kalau UU TNI sudah jelas membatasi jabatan yang diduduki prajurit aktif, cuma saat ini dilanggar Teddy saja yang duduki jabatan eselon 2, padahal tidak boleh, diakal2i dengan ditempatkan di bawah eselon 1 sekretariat militer Presiden.
5. Efisiensikan APBN, fokus untuk kesejahteraan rakyat.
>> Hentikan pengeluaran yang berlebihan seperti perjalanan dinas dan perjalanan Presiden ke luar negeri.
>> Batalkan syarat KIPK yang membatasi penerima hanya dari kategori miskin maksimal Desil 4 dan penghasilan di bawah UMP. Naikan batas penghasilan ke Rp6juta, agar lebih luas calon mahasiswa yang bisa mengakses haknya untuk pendidikan tinggi lewat pembiayaan negara.
>> Gunakan semaksimalnya APBN untuk membantu mengurangi tekanan ekonomi di tengah rakyat, seperti menahan kenaikan BBM, gas, dan Listrik, agar kehidupan rakyat tidak makin berat, sementara pejabat semakin gendut dan sejahtera.
Itu usulan saya. Biar lebih menggigit.
Dalam strategi aksi, jangan semua dimusuhi, harus ada juga kekuatan yang dikawani karena pada dasarnya mereka juga bagian rakyat, yang terhimpit juga atas kebijakan pemerintah.
ohya, kalau aksi jangan karena pilihan politik, betul2 karena membela rakyat dan jangan pulang sebelum tuntutan dipenuhi. 💪💪
Salam
FK
@LambeSahamjja kamu polos banget nganggep negara ngga mampu gaji guru 5jt perbulan dri dulu.
pr nya bukan bisa atau ngga, tapi mau atau ngga.
itu doang. political will nya, mau atau ngga, bisa mah bisa apapun juga bisa.
"Rupiah anjlok terhadap dolar AS. Sebetulnya, salah siapakah itu? Apa yang musti kita lakuken? Apa yang musti dibenahi oleh para penyelenggara negara?"
Bukankah akan sangat menggembirakan bagi kita apabila pejabat kita amat sangat mendengarkan pendapat para ahli dan praktisi?
✅Bagi2 100 ribu kupon.
✅Setiap kupon berharga Rp 500 ribu.
✅Pos anggarannya? "Pokoknya ada."
Jika pemegang otoritas administratif tertinggi spt Sekkab dgn arogan dan enteng pakai frasa membunuh akuntabilitas kayak gini, berarti ada sinyal bahwa tertib administrasi negeri ini bisa dgn gampangnya diterabas demi kepentingan2 pragmatis.
Ngeri bener pengelolaan negara ini..
Transum itu tidak boleh berorientasi profit. Rugi terus juga gpp.
Kalo mobilitas dari daerah A -> B menggerakan ekonomi, maka transum bisa bantu kontribusi meningkatkan nilai ekonomi daerah tersebut.
Transumnya rugi, tapi secara sistem bikin the whole economy jadi untung. Makin bagus transum, multiplier ekonominya makin tinggi.
Makanya transum itu diskusinya jangan untung rugi. Kalau bahasannya gitu doang mah gaada negara yg mau mulai bikin transum 🤣
Percaya gak percaya, Rest Area KM 57A jadi biang kemacetan Jalan Tol Jakarta - Cikampek dari tahun ke tahun.
Yang lewat bawah sama yang lewat MBZ nyaris pada kumpul istirahat di sini, sebelum akhirnya pisah jalur ke arah Bandung & Semarang.
Jadi gak heran kalau sejak dulu Rest Area KM 57A sering diberlakukan sistem buka tutup. Bahkan batas istirahat sampai dibatasi maksimal 20-30 menit.
Lu pasti akan bersyukur banget kalau bisa sekolah gratis sampai sarjana. Sudut pandang lu akan jauh berubah. Peluang lu buat dapatin gaji 2-3 digit jauh lebih besar.
Gue punya temen, 2 orang yg pas SMA berbanding terbalik. Sebut saja si A dan si Z.
Si A itu selalu ranking 3 besar di kelas selama 3th. Sementara si Z, bisa masuk 25 besar aja udah syukur. Setelah lulus, si A punya keterbatasan buat lanjut kuliah, sementara si Z punya dukungan finansial yg cukup buat lanjutin.
Akhirnya si A berencana kerja dulu selama 3 th buat ngumpulin duit kuliah, si Z langsung kuliah. Nah di sini titik baliknya terjadi. Si A terlena dengan pekerjaan dan keadaan ekonomi mengharuskan dia tetap terus bekerja. Sementara si Z masih terus berproges dan lulus kuliah.
Sekarang 10th berlalu si A masih jadi pegawai dengan gaji UMR dan belum berhasil lanjut kuliah, sementara si Z udah kerja di sg sebagai it enginer dan sedang lanjutin s2.
Itulah kenapa pendidikan sampai sarjana itu penting, ini akan membuka persaingan yg lebih adil dan menghapus sekat si kaya dan si miskin.