@happyasalway@macan_kayang@warnapastel@cherubbie Iyalah ga ribet kurikulum sebelumnya, yg penting ngajar, kasih nilai, pulang. Mau anak ngerti atau tidak, peduli amat. Nilai tinggal masukin aja nilai standar. Si anak pun bingung dg masa depannya. Karena di rapot angka tidak bicara banyak apa yg kekuatan dan kelemahan dia. Miris
@malagreta@warnapastel@cherubbie Bukannya diulang bu, tapi pendalaman materi. Kalau ibu merasa ada pengulangan, berarti ada yg salah dalam membuat silabusnya. Harusnya ada leveling bahkan dalam satu topik atau materi
@idrsiuu@KangManto123 Betul, mas
Sepakat! Tapi dari reply-an sepertinya ijazah adalah yg mutlak π
Seolah ga punya ijazah dah pasti ga akan dapat kerja, ga kerja kantoran, ga bonafid (kasian ya)
Well seperti itulah dunia yg kita tinggali π¬
@Imsu_99@tvindonesiawkwk Dulu beberapa bioskop menerapkan hal itu. Walau udah beli tiket ga diizinkan masuk. Sayangnya hal itu (sepertinya) tidak dilakukan sama oleh cabang lainnya π₯΄
@tanyakanrl Alhamdulillah pisah kamar dari ortu pas usia 3-4 tahun, bareng adik perempuan. Rumah dulu masih kontrak yg jenisnya bedeng, iya jenis rumah yang dindingnya hanya triplek saja. Lalu kelas 4 SD minta kamar sendiri walau letaknya harus diloteng atas, sendirian, bekas gudang π
@CocoLatii@Acrayad@DzakwanFirst@gadahmaja999@aniesbaswedan Mas/mbak, Pak Anies itu hanya warga biasa aja. Bukan oposisi juga, karena ga punya partai π₯΄
Kalau dia mau bicara atau engga ttg topik tertentu, itu haknya dia sebagai warga biasa aja.