Barusan nemu tulisan ini:
"Hanya karena gue nggak pernah banyak nuntut, bukan berarti gue harus nerima yang ala kadarnya. Gue emang nggak suka ribet, tapi bukan berarti gue nggak punya standar."
Maknanya ngena banget karena sering kali orang ngira kalau seseorang itu sabar, pengertian, sederhana, atau nggak banyak protes, berarti dia bakal nerima apa aja yang dikasih.
Padahal nggak gitu.
Ada orang yang jarang mengeluh bukan karena dia nggak punya keinginan. Ada orang yang nggak banyak minta bukan karena dia nggak tahu nilai dirinya. Dia cuma memilih untuk nggak mempersulit keadaan dan nggak menjadikan tuntutan sebagai ukuran kasih sayang atau penghargaan.
Tapi tetap ada batasnya.
Tetap ada standar tentang bagaimana dia ingin diperlakukan, dihargai, dan diperjuangkan.
Kadang orang yang paling mudah diajak kompromi justru paling sering dianggap remeh. Kebaikannya dianggap kewajiban. Pengertiannya dianggap kelemahan. Dan karena dia nggak pernah banyak menuntut, orang jadi merasa cukup memberi usaha yang seadanya.
Padahal seseorang bisa saja sederhana dalam permintaan, tapi tetap tinggi dalam harga diri.
Dia nggak butuh yang berlebihan. Dia cuma ingin usaha yang tulus, rasa hormat yang konsisten, dan perlakuan yang menunjukkan bahwa dirinya memang dianggap berharga.
Karena pada akhirnya, nggak banyak menuntut adalah pilihan sikap. Sedangkan punya standar adalah bentuk menghargai diri sendiri. Dua hal itu nggak pernah bertentangan.