Terima kasih, sudah berjalan bersamaku. Bukan di depanku, bukan di belakangku. Tapi, di sisiku, beriringan sampai akhir
Aku mau pamerin ketulusan mereka yang sangat hebat. Masih banyak lagi. Namun, ini udah bisa mewakili betapa besarnya hati mereka untuk menyelamatkan hidupku.
Ketika aku mendapatkan pasangan yang bener bener full support ke aku secara mental, kepercayaan, my needs. Bahkan aku berada di circle pertemanan yang menurutku kali ini kami sangat matang dalam hal saling menghargai dalam bentuk apapun itu. Juga kerjaan yang sangat lancar, upah yang sesuai dengan rasa capek, bos yang pengertian dan ga banyak nuntut.
Tiba-tiba aku merasa aku ga pantes berada di sekitar mereka karena Bipolar yang nyerang kehidupanku.
Aku ga kehabisan kasih sayang, berusaha ber-Dharma Baik untuk mendapatkan Karma Baik di masa depan bersama orang-orang pilihan Sang Buddha. Berlindung di telapak tangan Sang Buddha, terbebas dari segala penderitaan. Sadhu Sadhu Sadhu
Aneh ya.
Dihajar habis habisan oleh lingkungan, mantan pasangan, hubungan keluarga, dan kerjaan yang aku ga sadar udah ngerusak hidup dan mentalku sampai sejauh ini. Sampai aku harus berjuang setiap hari dengan mental yang ga karuan.
But, terima kasih untuk semua orang baik, keluarga, dan pasanganku yang pada akhirnya membantuku melawan semua mimpi buruk dan hari-hariku yang menyeramkan. Kalian hadir di kehidupanku dan berjalan di sampingku dengan penuh kesabaran, ketulusan dan kasih sayang.
Pov: "kenapa ga ngomong? Kenapa ditutupin? Kenapa ga cerita aja?"
Me: Kalau aku tau gimana cara jelasin semuanya, aku gabakal bolak balik offline/online psikiater😒