@SuaraAwanSenja Pagi harinya waktu kita keluar pos, di tanah lumpur bawah jendela, tidak ada jejak kaki manusia. Cuma bekas seretan tubuh yang sangat lebar melingkari tiang-tiang fondasi pos pemantauan itu. Kita langsung tinggalkan lokasi jam itu juga dan tidak pernah mau kembali lagi ke sana.
@SuaraAwanSenja Sosok itu cuma diam menatap kita selama hampir sepuluh menit tanpa bergerak sedikit pun.
Keadaan itu bertahan sampai menjelang subuh. Begitu suara azan dari desa jauh di bawah bukit mulai terdengar samar, hawa dingin dan bau hanyir itu hilang seketika dalam satu detik.