“nama pemain jumlahnya ratusan kamu hafal, giliran aku cerita sesuatu kamu lupa”
i pray that all of you sweet, thoughtful women never have to know and be with a man like this :/
bagian ini sih:
"tapi giliran alu bilang minggu depan temenin aku beli kebutuhan rumah, lupa. aku cerita sesuatu kemarin aja kamu udah lupa. rasanya kok sedih ya."
hatiku ikut sakit bacanya padahal belom punya suami, kakaknya semoga dapet jalan terbaik ya, nggak tega :(
Suamiku video call di jam kerja. Jarang banget. Jadi was-was.
👩🏻: "Halo, Sayang?"
🦖: "Halo, aku lagi di mobil." (tampak blio sedang nyetir) 👩🏻: (bingung) "Iya, kenapa? Is everything alright?"
🦖: "Nggak apa-apa. Aku lagi nyetirin Mbak Y (salah satu anggota timnya). Soalnya kami ada meeting di gedung M dan mobil kantor udah penuh sama anak-anak lain."
👩🏻: "Oh." (celingukan ga keliatan ada orang di kursi penumpang depan)
🦖: "Mbak Y duduk di belakang."
👩🏻: "Oh. Iya. Kenapa video call, Sayang?"
🦖: "Gapapa. Mau video call aja sama kamu sampai di gedung meetingnya nanti. Temenin ya, Sayang."
👩🏻: "Oh. Oke. Hehe."
Lalu video call sangat awkward. Aku doang sih awkward. Suamiku ngobrol santai aja.
Tapi ngapainnnn sihhh? Hahahah. Kocak. Mana aku jadi ah oh ah oh kayak orang telmi.
cc : auliafkuntjoro
Boston
I’ll never forget it
I’ll never be able to explain it
I’ll just be happy I have forever to remember it
Thank you for the greatest 4 nights of my career
Thank you to New England for showing up like family
aku bilang ke istri, santai sambil tiduran di sofa.
"aku kan udah bantu cuci piring"
dia melongo, tapi matanya ngomong sesuatu
malamnya, dia duduk di depanku
"mas boleh tanya satu hal?"
"boleh"
"Bantu siapa?"
dua kata, dan aku ga bisa jawab