Sewaktu-waktu kita pasti akan dihadapkan dengan hal-hal yang memberatkan pikiran, senang dan indah yang kita rasakan tak lagi dapat kita pertahankan. Satu-satunya pilihan yang mungkin adalah hibernasi untuk mengenali diri sendiri yang hampir hilang, hingga kembali penuh dan utuh.
Doa dijauhkan dari orang zalim:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَجْعَلُكَ فِي نُحُورِهِمْ، وَنَعُوذُ بِكَ مِنْ شُرُورِهِمْ
Allaahumma innaa naj’aluka fii nuhuurihim, wa na’uudzu bika min syuruurihim.
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya kami menjadikan-Mu di leher-leher mereka (agar tidak berbuat jahat) dan kami berlindung kepada-Mu dari kejahatan mereka.”
Majnun!
"Kau lebih suka pertemuan atau perpisahan?"
Kata Majnun, aku lebih suka perpisahan,
Sebab dalam perpisahan ada rindu pertemuan, Tapi dalam pertemuan, perpisahan sirna.
"Tidak ada yang menyakitimu kecuali itu pikiranmu, tidak ada yang membatasimu kecuali itu ketakutanmu, tidak ada yang mengendalikanmu kecuali itu keyakinanmu."
Jalaluddin Rumi
Kita cenderung akan disebut egois oleh orang-orang yang gagal mengendalikan diri kita dan orang-orang yang tidak kita turuti kemauannya.
(Ebed Noorjaman)
Kemiskinan tidak datang dari kurangnya kekayaan, tetapi dari keinginan yang tidak terbatas.
Ibnu Khaldun
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيمِ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ