Teman gue beli Avanza 2019.
Harga 135 juta.
Murah dikit dari pasaran.
BPKB ada. STNK ada. Pajak hidup.
Nama di BPKB sesuai KTP penjual.
Semua keliatan beres.
Langsung deal. Langsung transfer.
3 bulan kemudian.
Dia mau jual lagi karena butuh uang.
Calon pembeli baru minta cek fisik dulu.
Bareng ke Samsat.
Petugas cek nomor rangka.
Diam lama.
Terus bilang:
"Pak, BPKB ini diduga palsu."
Teman gue shock.
Kira salah baca.
Petugas tunjuk satu per satu.
Serat kertas diterawang, gak ada benang merah biru.
Nomor seri dicek di sistem, gak terdaftar.
Hologram terlalu mulus. Terlalu licin.
Palsu. Tapi hampir sempurna.
Balik ke penjual.
Nomor masih aktif hari pertama.
Jawabnya:
"Saya juga gak tau Pak, saya beli kondisi gitu."
Telepon berikutnya.
Tidak diangkat.
Berikutnya lagi.
Nomornya tidak aktif.
Lapor polisi.
Mobilnya ditahan sebagai barang bukti.
Penjual belum ketangkap.
135 juta raib.
Mobilnya raib.
Penjualnya raib.
BPKB palsu sekarang bukan kaleng-kaleng.
Kertas mirip. Hologram mirip. Tanda tangan mirip.
Mata telanjang gak akan ketahuan.
Tapi ada 3 hal yang selalu ninggalin jejak:
1. Serat kertas.
BPKB asli kalau diterawang — ada benang merah dan biru di dalam kertas.
Palsu: polos. Atau seratnya dicetak, bukan tertanam.
2. Nomor seri.
Tiap BPKB punya nomor seri unik yang terdaftar di sistem Polri.
Cek di: https://t.co/UA5mhtlZUI
Palsu: nomornya gak akan muncul. Atau muncul tapi datanya beda.
3. Tekstur cover.
BPKB asli covernya agak kasar, ada tekstur grid halus.
Palsu: terlalu mulus dan licin waktu dipegang.
Tapi cek dokumen saja gak cukup.
Nomor rangka dan mesin juga bisa dimanipulasi.
Digerinda halus. Di-stamp ulang.
Kelihatan mulus kalau cuma dilihat sekilas.
Yang bisa deteksi: senter kuat + kaca pembesar.
Sorot miring ke nomor rangka.
Kalau ada bekas gerindaan, batalkan transaksi.
Ini checklist wajib sebelum bayar:
Terawang kertas BPKB → cek serat merah biru.
Cek nomor seri BPKB → ke website Korlantas Polri.
Pegang cover BPKB → harus kasar, bukan licin.
Sorot nomor rangka pakai senter → cek bekas gerindaan.
Bandingkan digit per digit → satu angka beda = batalkan.
Minta cek fisik bareng ke Samsat → gratis, 30 menit.
TAMPARAN TERAKHIR:
Lo pegang BPKB-nya.
Tapi gak diterawang.
Lo baca nomornya.
Tapi gak dicek ke sistem.
Lo lihat hologramnya.
Tapi gak diraba teksturnya.
Semua butuh kurang dari 5 menit.
Tapi di-skip.
Dan itu yang bikin 135 juta raib semalam.
Woww KEREN BANGETT! Belum sampai 2 tahun menjabat, pasangan Prabowo-Teddy berhasil mengukir sejarah baru di Indonesia.
1. Rupiah tembus 17.900 an hari ini
2. IHSG anjlok di 5.900 an
3. Kunjungan ke LN 54x
4. Program dengan APBN terbesar (MBG)
5. Ibu Negara paling ganteng
6. Kabinet paling gemuk (49 Kementerian)
Beruntung sekalii menjadi warga negara Indonesia.
cc:threadlulisman_
Seorang perempuan baru saja ditunjuk memimpin lembaga yang ngurus gizi 280 juta rakyat Indonesia.
Latar belakangnya?
Bukan dokter. Bukan ahli gizi. Bukan epidemiolog.
Tapi beliau adalah orang yang pertama kali membisikkan hoaks Ratna Sarumpaet ke telinga Prabowo.
Selamat datang di era Nanik S. Deyang, Kepala BGN
Temen gw pengacara perceraian. 7 tahun bolak-balik Pengadilan Agama. Udah megang ratusan kasus cerai.
Gw nanya iseng: "Klien lo yang paling bikin lo merinding itu yang kayak gimana?"
Dia gak jawab "yang berantem hebat" atau "yang suaminya selingkuh."
Dia jawab:
"Yang paling mengerikan itu istri yang dateng TENANG. Duduk rapi. Senyum tipis. Suaranya datar. Gak ada air mata."
"Kenapa itu mengerikan?"
"Karena kalau dia udah TENANG, keputusannya udah final. Biasanya sejak 6 bulan lalu."
Bini temen gw kasir supermarket. Udah 6 tahun di situ. Scan belanjaan orang tiap hari, 8 jam nonstop.
Suatu hari gw ngobrol iseng: "Pernah gak lo notice sesuatu dari kebiasaan belanja orang?"
Dia jawab santai: "Gw bisa tau siapa yang BARU NAIK GAJI tanpa mereka bilang."
"Hah? Gimana caranya?"
"Gampang. Liat isi keranjangnya aja."
Guys, ada kasus yang menurut gue paling menyakitkan dan paling perlu diketahui banyak orang sekarang.
Lebih dari 2.000 orang kemungkinan jauh lebih banyak kehilangan uang yang mereka tabung bertahun-tahun untuk satu tujuan:
beribadah ke tanah suci.
Dan pelakunya adalah seorang anak muda 29 tahun yang berlatar belakang pendidikan agama dari Mesir yang memulai bisnisnya dari niat yang tampaknya baik, tapi berakhir dengan menghancurkan ribuan mimpi orang.
Ini kasusnya Hanania Group:
Hanania Group adalah travel umrah yang dipimpin Ahmad Syah Farhan Rachman.
Awalnya bisnis ini tumbuh dari memfasilitasi teman-teman mahasiswa Indonesia di Mesir untuk umrah.
Pulang ke Indonesia, dia dan istrinya membangun PT Khazanah Tamma Internasional.
Dan bisnisnya tumbuh besar.
Sangat besar.
Sampai mendapat rekor MURI untuk jumlah jemaah yang diberangkatkan.
Artis-artis ternama menggunakan jasanya dan memberikan testimoni bagus. Fasilitas oke.
Pelayanan profesional. Track record nyata.
Itulah kenapa ribuan orang percaya.
Tapi sejak 2025 semuanya sudah retak dari dalam:
Farhan mengakui sendiri bahwa sejak 2025 perusahaan sudah bermasalah secara finansial.
Direksi-direksi mulai mengundurkan diri dari Februari karena tidak ada transparansi keuangan.
Sistem finansial internal tidak terbuka bahkan kepada petinggi perusahaan sendiri.
Dan alih-alih menutup atau jujur kepada jemaah mereka justru membuka pendaftaran baru untuk menutup lubang lama.
Gali lubang tutup lubang.
Dengan uang orang yang ingin beribadah.
Dan ini berlanjut sampai malam takbiran Idul Adha 2026 di situlah Farhan akhirnya mengakui kepada perwakilan jemaah Syawal:
uangnya sudah habis.
Tidak ada yang bisa diberangkatkan.
Sementara di saat yang sama tim marketingnya masih aktif mengejar pelunasan dari jemaah yang dijadwalkan berangkat Juni, Juli, Agustus, Oktober.
Dan ini cerita-cerita di balik angka yang paling menyayat:
Bukan sekadar uang yang hilang.
Ada seorang ibu yang ibunya sudah tua kaki pengapuran, harus disuntik supaya bisa berjalan.
Tapi sang nenek bersemangat: "
Enggak usah takut, Mama masih kuat.
Nanti adik dorong pakai kursi roda."
Uangnya hilang.
Ibunya sudah pasrah.
Ada guru ngaji yang menabung dari uang kencleng Jumat Rp80.000 per minggu.
Dari honorarium khatib Rp100.000.
Disisihkan Rp250.000 per bulan dari mengajar ngaji privat. Pelan. Konsisten. Bertahun-tahun.
Semuanya hilang.
Ada seorang kurir ekspedisi yang menabung tiga tahun semua untuk memberangkatkan ibunya.
Setelah ikut melapor ke Polda sampai jam dua dini hari dia naik motor sendiri pulang dari Jakarta ke Cikarang. Sendirian. Tengah malam.
Ada seorang anak yang menyimpan penyesalan mendalam karena tidak bisa hadir saat ibunya meninggal bertahun-tahun lalu.
Dia menabung dengan satu niat:
mengumrahkan ibunya sebagai bentuk penebusan.
Mimpi itu sekarang hancur.
Dan ini yang paling mengerikan tentang pelakunya:
Ketika dihadapkan kepada ribuan korban dan aparat kepolisian Farhan tidak menangis.
Tidak menunjukkan ekspresi bersalah.
Tidak ketakutan. Cool.
Analisis yang muncul dari korban yang paling lucid:
dia sudah menghitung semua ini sebelumnya.
Sudah tahu risiko masuk penjara.
Sudah mempertimbangkan bahwa lebih baik pasang badan beberapa tahun daripada harus mengembalikan puluhan miliar.
Dan yang lebih mengejutkan di tengah semua ini dia masih menyatakan niat untuk membuat travel umrah baru setelah ini selesai.
"Bisnis ini seksi," katanya.
Dan ini yang paling fundamental perlu diketahui:
Total kerugian yang Farhan sendiri perkirakan jika semua jemaah Syawal sampai Oktober meminta refund:
sekitar 60 miliar rupiah.
Dan itu belum termasuk investor.
Dari 2.000 lebih jemaah yang tercatat kemungkinan masih ada yang belum terhitung.
Farhan sudah ditetapkan tersangka dan ditahan.
Dijerat tiga pasal: penipuan, penggelapan, dan tindak pidana pencucian uang yang terakhir ini membuka kemungkinan penyitaan aset.
Tapi pertanyaan yang paling penting bagi ribuan korban: apakah uang mereka bisa kembali?
Realistisnya 50% dianggap sudah bagus oleh salah satu korban.
Karena kemungkinan besar aset sudah disiapkan untuk disembunyikan.
Dan ini yang paling penting untuk semua orang yang masih merencanakan umrah:
Sebelum mempercayakan uang ke travel manapun pastikan terdaftar resmi di Kemenag dengan izin PPIU yang masih aktif.
Pastikan ada rekening escrow terpisah untuk dana jemaah. Minta histori keberangkatan yang bisa diverifikasi dari jemaah sebelumnya.
Dan jangan pernah bayar lunas jauh sebelum keberangkatan tanpa jaminan tertulis yang bisa dituntut secara hukum.
Track record bagus di masa lalu tidak menjamin kondisi keuangan perusahaan hari ini.
Orang-orang ini tidak mencari kekayaan.
Tidak mencari keuntungan investasi.
Mereka hanya ingin sujud di depan Ka'bah dengan uang halal yang dikumpulkan dengan susah payah selama bertahun-tahun.
Dan itu dimanfaatkan oleh seseorang yang tahu persis betapa sakral dan betapa rentannya impian itu.
"Kamu belajar agama.
Tapi kamu menipu dengan jalan agama."
Kalimat itu bukan tuduhan.
Itu adalah fakta yang paling menyakitkan dari seluruh kasus ini.
😔💔 Turut berduka cita yang sangat mendalam
Ibu Laili Fauziah kehilangan bayinya yang baru lahir caesar. Di ruang operasi, tanpa persetujuan penuh darinya, petugas dan perawat langsung memberi susu formula (sufor) dengan alasan “ASI belum keluar”.
Padahal Ibu Laili sudah mempersiapkan ASI sejak hamil 7 bulan. Setelah diberi sufor, bayinya langsung mengalami diare berat, radang usus berat (NEC), hingga akhirnya meninggal dunia.
Saat bayi kritis, ibunya bahkan tidak diperbolehkan melihat anaknya. Ketika meninggal, tidak ada kata maaf dari pihak rumah sakit — mereka langsung pergi. Sebagai ibu yang sudah siap ASI, rasa sakit dan kekecewaannya pasti tak terbayangkan.
Semoga dokter dan perawat yang abai dalam kasus ini menyadari betapa beratnya akibat dari kelalaian mereka.
Tuhan tidak pernah tidur. Hukum karma pasti berlaku, entah di dunia atau di akhirat. Semoga Allah berikan kesabaran dan kekuatan luar biasa untuk Ibu Laili dan keluarga.
Semoga sang buah hati tenang di sana, ya Allah… 🤲
JALAN KELUAR DARI SEGALA KESULITAN
1. laa haula wa laa quwwata illa billah
2. laa ilaaha illaa anta subhanaka inni kuntu minad dzalimin
3. subhanallahh wa bihamdihi
subhanallahil adziim
4. allahumma sholli ala sayyidina muhammad wa ala ali sayyidina muhammad 100x
5. astaghfirullah 100x