penting juga untuk kita pahami bersama
cara orang tua membesarkan dan mendidik sangat berpengaruh pada sifat maupun cara interaksi anak dengan orang lain. perilaku seseorang terbentuk dari proses belajarnya yang dimulai ketika masih kecil, keluarga jadi lingkungan pertama yang sangat berpengaruh karena akan diikuti dalam kehidupan sehari-hari.
seseorang yang tumbuh di lingkungan yang hangat dan saling mendukung secara emosional biasanya memiliki jiwa sosial yang baik misalnya mudah berbaur, cara komunikasinya baik, positive vibes, adanya kepedulian dan rasa menghormati yang tinggi terhadap sesama.
sebaliknya, kalau pola asuh dari kedua orang tuanya kurang tepat biasanya anak cenderung menjadi pribadi yang agresif, cemas, mudah terbawa arus, bahkan sulit menyesuaikan diri ketika berada di lingkungan sosialnya.
jadi, rumah adalah kurikulum pertama dan orang tua adalah guru pertamanya. mendidik anak bukan cuma tentang nilai sekolah, tapi juga adab ke sesama manusia.
@KucengTerbanggg cara mereka berbicara dengan orang lain yang seumuran maupun lebih tua, punya jiwa toleransi yang tinggi, selalu menggunakan 3 kata ajaibnya juga sih kak (maaf, tolong, terima kasih).
@zephyrizes pernahh, bahkan kadang orang yg paling ngecewain kita justru orang terdekat. biasanya jg karna ekspetasi kita ke mereka ga sesuai dgn realitanya jg
@jejakrasa27 bener, jalani hidupmu semaksimal mungkin dgn menjadi dirimu sendiri. bagaimanapun mereka ke km itu biar jd urusan mereka, km hanya perlu menjalani hidupmu sebaik km bisa.
@meecin_ iyaa bener kl dia udah mengambil keputusan itu kita hargai aja, kadang kl dijadiin bahan bercandaan mereka justru ngerasa niat baiknya buat mendekatkan diri ke Tuhan tuh dianggap sia sia krn orang disekitarnya yg ga support.
TAPIR ITU SATWA YANG DILINDUNGI, STATUSNYA TERANCAM PUNAH!
Tapir bukan hewan agresif, dia hewan pemalu.
Dia sedang tersesat, terlihat kebingungan, terlihat takut.
Tapi apa yang mereka lakukan? Mengejar, membunuh tanpa rasa sadar dan kepedulian!
Kita kehilangan bukti akan masih adanya hati nurani.
Sampai kapanpun manusia tidak bisa menghentikan kekerasan terhadap satwa dilindungi, selama itu manusia akan tetap dianggap BIADAB!
update: akhirnya tapirnya tewas disembelih warga 😨🤷🏻
kemarin sore ada yg ngejar tapirnya dan menjelang magrib sudah disembelih.
pembunuhan hewan langka melanggar hukum dan bisa dipidana, saat ini polisi sedang mencari pelakunya.
ya Allah kenapa mereka WNI... 😭
Menurut Psikologi, setiap orang memiliki kebebasan untuk menciptakan gaya hidupnya sendiri. Pada akhirnya, setiap orang bertanggung jawab akan dirinya sendiri dan bagaimana mereka berperilaku.
kesehatan mental di lingkungan sekitar yang seharusnya menjadi perhatian salah satunya adalah bullying.
bullying yang sering terjadi biasanya secara verbal, fisik, sosial, maupun cyberbullying.
mungkin banyak yang gatau dan mengira bahwa awalnya hanya sebatas ‘bercanda’ atau ‘berpendapat’, tetapi mereka tidak bisa menggunakan sikap atau bahasa yang menghormati satu sama lain.
padahal bullying bisa berdampak negatif bagi kesehatan mental korban misalnya mereka jadi kehilangan rasa percaya dirinya, sulit untuk berkonsentrasi terhadap sesuatu hal, bahkan merasa tidak aman ketika berada di keramaian sehingga mereka cenderung untuk menarik dirinya di lingkungan sosial.
sebenarnya untuk mendukung kesehatan mental itu dapat dimulai dari kesadaran diri sendiri, diantaranya adalah menjaga ucapan dan perbuatan kita agar tidak menyinggung atau menyakiti orang lain, selain itu kita juga bisa menciptakan ruang aman dan nyaman untuk mendukung kesehatan mental diri sendiri maupun orang lain.
kita gapernah tau orang lain lagi berjuang sekuat apa, jadi jangan menambah bebannya.
pernah gak sih dibully sama temen sekelas, tapi lu bahkan gak tau salah lu apa?
gua pernah.
tahun 2019, gua masuk kuliah. background gua dari SMK Multimedia, jadi emang lumayan paham sama beberapa mata kuliah. hidup gua waktu itu ya biasa aja menurut gua. cuma ada satu hal yang sering bikin bingung.
setiap gua nyamperin beberapa temen cewe buat ngobrol, mereka langsung bisik-bisik, terus ketawa. gua pikir yaudah, mungkin cuma bercanda. gua gak terlalu ambil hati.
sampai suatu hari, gua nolongin salah satu dari mereka yang lagi bener-bener gak ada yang bantu. dari situ dia ngasih tau sesuatu yang bikin dunia gua rasanya runtuh.
ada grup chat.
isinya semua cewe sekelas.
kecuali gua.
dan isi grup itu, ngomongin gua.
pas gua baca, gua bener-bener kaget. ternyata selama ini gua dibahas hampir setiap hari. bukan karena gua jahat. bukan karena gua nyakitin orang.
tapi karena cara gua berpakaian.
waktu itu gua pakai gamis, rok, handsock, pokoknya syar'i karena memang gua ngerasa itu yang harus gua lakuin. ternyata buat mereka, itu jadi bahan ejekan.
mereka bilang pakaian gua gak sinkron sama perilaku gua.
alasannya?
karena gua masih ngobrol sama cowok.
padahal yang mereka maksud cuma temen sekelas yang rumahnya deket sama rumah gua. kita kenal sebelum kuliah, sering ngobrol ya cuma soal kampus, organisasi, atau nebeng info. bahkan gua gak pernah yang namanya sentuhan fisik sama dia.
tapi di grup itu, gua dicap cewe gak bener.
akhirnya semua masuk akal.
kenapa tiap disuruh bikin kelompok gua sering gak diajak.
kenapa kadang gua sendirian.
kenapa mereka keliatan gak nyaman sama gua.
ternyata bukan perasaan gua doang.
yang paling bikin gua nangis bukan karena dihina.
tapi karena gua ngerasa...
"emang pakaian gua salah ya?"
kejadian itu jadi salah satu alasan yang makin mantepin keputusan gua buat pindah kampus dan pindah jurusan.
ironisnya, mereka satu-satu akhirnya minta maaf. dan gua maafin.
bahkan orang yang paling sering nyebarin fitnah tentang gua akhirnya keluar kampus dan gak lanjutin kuliah.
tapi tau gak?
maaf itu gak otomatis ngilangin bekasnya.
gara-gara kejadian itu, gua berhenti pakai baju yang dulu bikin gua nyaman. gua mulai pakai jeans, baju biasa, yang penting gak ketat. bukan karena gua berubah prinsip.
tapi karena gua ngerasa, gua gak pantas pakai baju itu lagi.
bahkan di kampus baru, gua sengaja ganti nama panggilan. karena setiap denger nama lama, yang keinget bukan kenangan kuliah.
tapi rasa sakitnya.
untungnya, cerita gua gak berhenti di sana.
gua berhasil bangkit.
gua berhasil masuk kampus negeri yang dari dulu jadi kampus impian gua.
dan akhirnya, gua lulus sebagai Sarjana Teknik Sipil.
jadi kalau dulu mereka bikin gua ngerasa gak cukup baik, hidup justru ngajarin gua kalau penilaian mereka bukan akhir dari cerita gua.
makanya kalau ada yang bilang,
"ah cuma bercanda."
enggak.
kadang satu grup chat yang lu anggap hiburan bisa jadi alasan seseorang kehilangan rasa percaya dirinya bertahun-tahun.
jadi kalau lu pernah ngebully orang secara verbal, nonverbal, atau sekadar ikut ketawa terus berhenti.
karena lu mungkin lupa besok.
tapi orang yang jadi korban bisa ngingetnya seumur hidup.
Franka Makarim, istri Nadiem Makarim, memberikan ucapan ulang tahun kepada sang suami,
"Setahun sudah berlalu sejak waktu ini. Ketika kaki kita menginjak rumput. Ketika kita berlari bersama Samudra. Ketika tawa berpadu menjadi satu.
Kami masih ingat cahaya pagi itu. Angin yang ringan. Langkahmu yang bebas.
Sebuah kebahagiaan yang begitu sederhana dan sekarang terasa seperti seluruh dunia.
Waktu memang berubah. Jarak memang terentang. Tetapi ada yang tak pernah bergeser: kasih, iman, dan keteguhan hati kita.
Selamat ulang tahun Nadiem Makarim. Semoga berkat Allah selalu menyertaimu. Semoga kekuatan menyala di dalam hatimu.
Percayalah terang kebenaran akan menemukan jalannya selalu.
@IrulFajarx betul kak, selain finansial ada lagi yaitu mereka orang tua yang menanamkan dengan baik nilai didikan karakter, ilmu pola pikir yang jadi penentu arah masa depan anak👌