Mau menulis versi panjangnya nanti. Tapi gw punya teori kenapa anak perempuan lebih suka pulang ke rumah ortu sendiri dibanding ke mertua.
Dan gak mesti mertuanya tuh jahat julid dsb. Mertua baik sekalipun tetap buat enggan.
Alasannya mungkin krn kultur patriarch yg mengakar.
Dua jam terbaik minggu ini. Demensia jadi hal paling gue takutin di usia tua nanti, takut nyusahin orang sekitar, dan takut kehilangan diri sendiri
Banyak PR perbaikan hidup. Intinya, otak itu nggak stagnan, bisa memburuk kalau dibiarkan, tapi bisa sangat membaik kalau dirawat
Quick Count vs Real Count
Kenapa saya percaya Quick Count? Lihat ilustrasi ini.
Kita ingin menghitung Populasi yang di dalamnya ada kelompok A, B, dan C. Jumlah dan persentasenya seperti dalam kotak nomor #1, A=25%, B=50%, C=25%.
Saat melakukan Real Count seperti dalam kontak #2, butuh waktu lama karena jumlah populasinya banyak, sehingga baru sebagian yang terhitung. Saat menghitung, tidak dipilih-pilih secara proporsional dari A,B, atau C. First come first. Hasilnya, yang A terhitung semua, B baru sebagian, C paliing sedikit.
Akibatnya persentase A=43%, B=43%, C=14%. Si A seneng banget karena banyak presentasenya. Tapi kan ini tidak sesuai Populasi sebenarnya di kotak #1?
Kemudian ada Quick Count seperti dalam kotak #3. Yang dihitung lebih sedikit dari yang sudah dihitung di Real Count. Tapi yang dihitung sudah dipilih-pilih secara proporsional, dari A=1, B=2, dan C=1. Kalau diprosentase, hasilnya A=25%, B=50%, C=25%. Lho kok sama seperti prosentasi populasi?
Nah pertanyaan di kotak #4, mana yang lebih mendekati "Populasi sebenarnya"? Real Count yang belum selesai, atau Quick Count yang sudah kelar?
I love Statistics. 🩷🩷🩷
🔥🔥🔥
Bagi yg ga percaya quickcount, itu metode statistik yg sdh teruji, spt kalo Anda mau test gula / kolesterol, yg ditest hny sbgn kecil darah, BUKAN seluruhnya. It’s a proven method & ada parameter margin of error & confidence interval.
Bisa salah? Bisa.
How likely? Not likely.
Saya liat banyak seliweran angka C1 ngga sesuai dengan Scan Hasil, dan kebanyakan menyudutkan Paslon 02 melakukan tidak kecurangan.. jadi saya bikin Bot sederhana buat nge cek 1 provinsi paling atas,
dan berikut beberapa temuan bot saya.
Siap support @kawalpemilu_org . 💪🏻💪🏻
Tadi pagi tim Kitabisa sudah berkoordinasi dengan Mas Ainun untuk kebutuhan crowdfunding.
Untuk teman-teman yang mau ikut patungan sudah tersedia di https://t.co/LrJliNQOgi ya 🤍
Aku ga pernah ngomongin politik, tapi kayaknya dari segi dokter anak bisa berkomentar tentang pentingnya ajarkan regulasi emosi pada anak, karena studinya orang yang mampu meregulasi emosi dapat memecahkan masalah dengan lebih baik.
Saya Sedih
Saya benar-benar sedih. Konten ini viral. Sengaja tidak saya blur namanya biar bisa dilihat sendiri kontennya. Dengan entengnya menyalahkan kurikulum. Plus diksi yang dipilih benar-benar tidak enak didengar. Saya merasa sakit hati sih melihat konten ini.