Setelah Prabs dilantik pada 21 Okt 2024, rupiah saat itu di angka Rp. 15,490.
Kalo misal saat ini rupiah di angka 14,900 ya kita juga harus fair apresiasi effort Prabs dan tim.
Lah ini jebol 18,100 trus menguat dikit 17,937 udah minta disembah aja. The bar is fucking low brahhh
Fun Fact
Anggaran MBG tahun 2026 mencapai Rp335 triliun
Jika dana sebesar itu dialokasikan untuk bayar UKT Rp10 juta per semester, maka: 4,18 juta mahasiswa bisa kuliah gratis sampai lulus S1
Setiap tahun, lulusan sarjana di Indonesia cuman 1,2 juta
Jadi, Anggaran 1 Tahun MBG bisa membiayai seluruh mahasiswa angkatan 2021, 2022, dan 2023 💀
/LT THE POPPY WAR SERIES: -based on true historical events
-platonic soulmates
-ambitious strong female mc
-corruption, politic arc
-fantastic fantasy elements
JUST SERIOUSLY WHAT ARE YOU DOING WITH YOUR LIFE IF YOU HAVEN'T READ THIS AMAZING SERIES? PLEASE DO IT'S (cont..)
Gini yak,
1. Gua pake fasilitas karna bayar pajak.
2. Pake minyak sawit juga gua beli.
3. Lewat tol juga bayar, gak gratis.
4. Terima gaji dari pemerintah? Sorry yeee, yg ada pemerintah terima gaji dari rakyat.
5. Lu bayaran?
Sebenarnya suka dan tidak suka itu menjadi hak pribadi. Tapi, kalau kata guru agama waktu aku sekolah dan dosen PAI-ku jaman kuliah S1 itu....
Pertama, soal berjamaah 27x dibanding sendiri. Di masa awal Islam, salat berjamaah bukan sekadar ritual kolektif. Masjid adalah pusat pendidikan, musyawarah, distribusi bantuan, hingga koordinasi saat komunitas Muslim berada dalam tekanan dan ancaman perang. Di Madinah, umat baru saja hijrah, rentan, dan berkali-kali menghadapi konflik seperti Badar, Uhud, hingga Khandaq. Dalam konteks itu, berjamaah membangun kohesi sosial, disiplin, solidaritas, dan rasa persatuan lintas status sosial. Jadi kalau diberi nilai lebih, logikanya bisa dipahami sebagai spiritual incentive untuk membangun komunitas yang kuat, bukan karena ibadah sendirian tidak bernilai.
Kedua, soal keutamaan lokasi seperti Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Al-Aqsa. Ini juga sering disederhanakan jadi “koordinat geografis menentukan pahala”. Padahal dalam sejarah Islam, tempat-tempat itu punya makna karena perjuangan dan pengorbanan besar yang terjadi di sana.
Makkah adalah tempat umat Islam awal mengalami penyiksaan, boikot ekonomi, kehilangan harta, bahkan dipaksa hijrah. Madinah menjadi tempat membangun masyarakat baru dalam kondisi terus terancam perang. Al-Aqsa punya posisi historis sebagai kiblat pertama dan simbol panjang sejarah para nabi serta perjuangan umat lintas generasi.
Jadi yang dimuliakan bukan “lokasi” yang seolah-olah punya efek magical, melainkan makna spiritual dan historis yang melekat pada tempat itu; ruang yang menjadi saksi pengorbanan, perjuangan, dan pembentukan peradaban.
Sebenarnya manusia juga melakukan hal yang sama di luar agama. Kita menghormati medan perang, makam pahlawan, monumen perjuangan, atau tempat bersejarah bukan karena koordinatnya spesial, tapi karena nilai, memori kolektif, dan pengorbanan yang melekat di sana.
Jadi menurut sepengetahuanku, kalau dikatakan “reward ibadah ditentukan lokasi” itu agak menyederhanakan persoalan. Dalam perspektif Islam, yang dihargai bukan sekadar tempat atau angka, tapi juga konteks sejarah, pengorbanan, dampak sosial, dan makna spiritual yang menyertainya.
"Kalo tau bakal begini ga bakal gw dukung"
Ngga, lo bukan gatau, tapi bodoh aja. Dari program kerja, riwayat hidup, sampe debat pun lo harusnya udah bisa nilai.
💚 ada video di apk sebelah yang bahas soal "orang desa gak pake dollar". Trus ada yang bilang gini, "ya emang pak. jangan kan megang dollar, megang rupiah aja susah". ARGGHH..... SAKIT BANGET HATI AKU DENGERNYA.....
@tanyarlfes "Bilamana saya menang, maka Allah izinkan saya, bilamana saya kalah, maka Allah selamatkan saya"
Iya bapak selamat, kita engga selamat pak🥲
Dear pak @prabowo, saya warga desa. Tinggal di desa Sariharjo, Ngaglik, Sleman.
Saya menggunakan USD secara langsung untuk expense pekerjaan (langganan SaaS, biaya token, business travel).
Secara tidak langsung, kami juga terdampak dengan biaya yang nantinya akan naik seperti tempe & tahu (kedelai impor), BBM, elektronik, obat2an. Semua barang juga harganya akan naik karena biaya logistik naik.
Emang anda kira semua warga desa itu kemana mana naik babi dan berburu rusa?
"8+2 = 11"
"Sawit itu kan juga pohon, kan? Ada daunnya, kan?"
"Orang-orang pintar di Jakarta tidak peduli dengan nasib nelayan."
"Orang desa tidak ada yang pakai dolar kok."
Empat kalimat bodoh, dan yang melempar keempat kalimat bodoh ini adalah orang yang memimpinmu saat ini.