Thousands of years ago, ancient Iranians washed fruits automatically with a ceramic container; a combination of art, engineering, and everyday knowledge.
There was no news of electricity, no plastic; just the ingenuity that blossomed in the heart of the earth.
KENAPA IRAN GA SERANG HABIS-HABISAN AJA?
Ini jawaban buat ibuk-ibuk yang nanya ke saya: kenapa sih Iran kok menyerang Israel dan pangkalan militer AS habis-habisan aja biar cepet beres perangnya?
Harap maklum kalau ibuk-ibuk macam kami pada gemes. Ibuk-ibuk juga banyak lho, yang cerdas geopolitik dan mengikuti dengan intens perang Iran vs AS-Isr. Jawaban saya saat itu singkat aja, "Namanya strategi perang pasti ada perhitungannya, ga bisa ngikutin maunya kita para komentator."
Setelah baca-baca tulisan netizen, terutama akun @MenchOsint@cirnosad@DD_Geopolitics@Soureh_design2, saya rangkum di sini jawaban yang lebih detil.
Perang modern bukan soal membuat ledakan sebanyak-banyaknya. Yang dihancurkan bukan hanya gedung, tetapi kemampuan lawan untuk melihat, bergerak, mengisi bahan bakar, berkomunikasi, dan bertahan.
Misalnya, bila di kompleks pangkalan militer AS ada delapan bangunan dan Iran hanya menyerang satu, itu tidak selalu berarti serangannya lemah. Bisa jadi intelijen Iran mengetahui bahwa personel atau peralatan penting berada di bangunan tersebut. Menghancurkan tujuh bangunan kosong hanya membuang rudal.
Apalagi jika Iran memiliki sumber intelijen manusia di pangkalan itu. Menghancurkan seluruh kompleks justru bisa memutus sumber informasi. Sebaliknya, bila AS sadar pangkalannya telah ditembus intelijen Iran, pangkalan itu mungkin ditinggalkan tanpa Iran perlu meratakannya. Artinya: AS menyia-nyiakan jutaan/miliaran USD hanya dengan diserang secara terbatas oleh Iran; sebaliknya Iran menghemat amunisi.
Ini disebut "logika perang presisi."
Banyak orang mengira sasaran terpenting haruslah T3L Av. Padahal, sangat mungkin, secara militer, radar di Kuwait atau pusat data di Bahrain bisa jauh lebih penting daripada gedung simbolis di pusat kota Zion.
Contohnya adalah serangan terhadap fasilitas Amazon Web Services di Bahrain. Serangan ini mungkin terlihat seperti serangan terhadap perusahaan teknologi sipil. Namun, pusat data dalam kondisi perang menjadi ekosistem kontraktor pertahanan serta operasi yang bergantung pada jaringan digital.
Kalau kita cek target-target serangan Iran:
-Tower 22 menopang operasi AS di Al-Tanf, Suriah.
-Muwaffaq Salti Air Base menampung pesawat AS dan operasi koalisi.
-Erbil menopang intelijen dan operasi khusus.
-Bahrain menjadi markas Armada Kelima AS.
-Kuwait adalah pusat logistik dan penempatan pasukan.
-Al Udeid di Qatar menjadi markas depan CENTCOM dan pangkalan udara terbesar AS di kawasan.
-Aqaba penting sebagai pelabuhan dan jalur suplai.
Tempat-tempat ini bisa diibaratkan mata, telinga, dan tangki bahan bakar kekuatan AS di Timur Tengah. Karena itu, Iran tampaknya sedang menjalankan strategi bertahap:
-radar peringatan dini dihancurkan;
-pertahanan udara dan stok interceptor dikuras;
-hanggar, gudang bahan bakar, pusat komunikasi, serta fasilitas logistik diserang;
-pusat data dan infrastruktur digital ditekan;
-pangkalan depan dibuat terlalu berbahaya;
Serangan ke aset-aset AS di Yordania sangat penting karena inilah lapisan terakhir pelindung Israel (Yordania berbatasan dengan Israel; dan selama ini Yordania membantu menghalangi rudal-rudal Iran ke Israel).
Tujuan AS membangun jaringan pangkalan dan radar di negara-negara Arab adalah untuk menjadi "kubah" pelindung bagi Israel. Jadi, ketika radar di Kuwait, Bahrain, Qatar, atau Yordania dihancurkan, yang melemah bukan hanya pangkalan AS, tetapi juga sistem pertahanan berlapis Israel.
Belum lagi bicara soal menguras uang AS. Satu rudal Patriot bernilai jutaan dolar. Stoknya terbatas. Ketika serangan Iran tersebar, dari Tower 22, Al-Tanf, Muwaffaq Salti, Al Udeid, Bahrain, Kuwait, hingga Aqaba sekaligus, AS juga harus menyebar radar, kru, dan rudal pencegat ke banyak tempat. Bahkan rudal Iran yang berhasil dicegat sebenarnya juga menguras duit AS (dan negara-negara Arab, jika mereka juga ikut menembakkan rudal penangkis).
Jadi, ukuran kemenangan Iran bukan hanya berapa gedung yang hancur. Ukurannya adalah: berapa radar yang lumpuh, berapa interceptor yang habis, berapa jaringan komunikasi yang terganggu, berapa pangkalan yang ditinggalkan, berapa jauh pesawat AS harus mundur, dan berapa mahal setiap operasi berikutnya.
Sebaliknya, ketika AS menyerang gedung-gedung sipil di Iran, membunuh ratusan warga sipil, itu bukan tanda kemenangan dan kedigdayaan militer AS. Tindakan itu semakin meruntuhkan legitimasi dan citra AS selama ini (yang sok-sok demokrasi dan HAM).
Karena itu, “serang habis-habisan sekarang” belum tentu strategi terbaik. Resikonya bisa menghabiskan amunisi terlalu cepat. Apalagi kalau ada warga sipil tewas (Iran akan dituduh pelanggar HAM, anehnya AS dan Israel jarang dituduh serupa) bisa menyatukan negara-negara Teluk melawan Iran dan memberi AS alasan untuk memperluas perang.
Jejak perjuangan Ayatollah Sayyid Ali Khamenei menjadi bagian dari sejarah modern Iran—dari masa perjuangan melawan rezim Pahlavi, Revolusi Islam 1979, hingga memimpin Republik Islam Iran selama lebih dari tiga dekade. Bagi banyak rakyat Iran, warisan perjuangan, kemandirian, dan perlawanan akan terus dikenang.
In this moments of profound sorrow for our nation, as we mark the martyrdom and bid the final farewell to our Supreme Leader, we extend our deepest condolences to the Iranian community in the United Kingdom.
The sublime blessing of his sacred blood and ultimate sacrifice heralds the dawn of a new chapter of solidarity, unity, and resilience.
As history has proven, our nation has always emerged from the harshest of trials more resolute, unbroken, and hopeful for future.
En nombre de todos mis compañeros de la selección iraní y mío, extiendo mis más sinceras felicitaciones a nuestros amigos de la selección mexicana —jugadores, cuerpo técnico y aficionados— por su merecida victoria y clasificación para la siguiente ronda.
Ofrecieron una actuación fantástica, demostrando un gran espíritu de lucha y determinación en la cancha. Les deseo lo mejor en sus próximos partidos del torneo. ¡Felicitaciones por esta maravillosa victoria!
#SomosMéxico #Mexico
فيديو يوضح ان كرة قد عادت من حارس مصر شوبير ولهذا هي ليست تسلل ، هذا فقط لمن هاجمنا لاننا ننقل اخبار وتصريحات فقط ولكن الحقيقة ان منتخب ايران تعرض للظلم واقصي رغم تسجيلة هدف صحيح .
#iran#كاس_العالم_٢٠٢٦
Terima kasih, Tim Nasional Iran.
Perjalanan di Piala Dunia 2026 mungkin harus terhenti di fase grup, tetapi perjuangan, semangat, dan dedikasi kalian akan selalu menjadi kebanggaan kami.
Kalian telah memberikan yang terbaik untuk bangsa. Terima kasih atas setiap tetes keringat, setiap perjuangan, dan setiap momen yang membuat kami bangga.
Semoga sukses di kompetisi-kompetisi mendatang. Kami akan selalu bersama kalian.
Kalian yang terbaik. ❤️⚽
@Ramin_Rezaian_ We traveled to Seattle to cheer you on. No matter what please remember 90+ million Iranian AND other people globally are proud of you and want you to succeed. GO IRAN ❤️❤️❤️
متاسفانه من نتوانستم در جام جهانی⚽️ حضور پیدا کنم تا از تیم ملی ایران حمایت کنم.
و پرچم ایران را پیدا نکردم در جایی که بودم، اما این تصویر را با هوش مصنوعی ساختم.
شعار معروف مردم ایران را به تیم ملی ایران می گویم:
تو رستم تهمتنی بزن که خوب میزنی.✊️⚽️
علیرضا بیرانوند از دروازه 🥅 حفاظت کن مانند تنگه هرمز.
بله ما از چین🇨🇳 از تیم ملی ایران حمایت می کنیم.
#FIFA #IRAN