"Carilah yang mencintai rapuhmu, bukan hanya kagum pada indahmu. Sebab pasangan sejati ialah yang mampu menenangkan resahmu, menutup aibmu dan selalu bersyukur memilikimu."
KH. Baha'uddin Nursalim
Bila dibongkar semua latar belakang pendidikan komisaris BUMN, makin ketauan, Negeri ini memang tidak pernah mem-value pendidikan sebagai suatu hal yang penting #Hensa
Latihan Dasar Kemiliteran untuk manajer Koperasi Merah Putih itu memang bukan untuk urusan capacity building.
Gak usah repot-repot dibandingin sama Alfamart.
Ini strategi menanamkan dominiasi militer terhadap ide supremasi sipil. Agar mereka selalu ingat siapa "superior" nya.
Fasisme bekerja bukan cuma dgn nyari kambing hitam (baca: LGBT) tapi juga dgn mempreteli lembaga pendidikan/sains, lalu menjatuhkan reputasi kelompok intelektual: dosen/mahasiswa, ilmuwan, pakar, dll.
Karena merekalah yang biasa mengkritik kebobrokan kaum fasis pake data/fakta.
Kalo narsum 3 org sejenis & dr kubu yg sama semua, dgn host yg punya track record bias ke kelompok yg sama, itu namanya bukan diskusi, tapi product marketing. Pelakunya biasanya disebut sales.
Jadi sebenere boleh kritik government ga ini?
Soale tiap kritik dicounter, seolah2 yg kritik tu “ga nasionalis” bahkan dijawab “nyenyenyenye”
Ditanya “trus solusimu apa!”
Banyak juga yg udah kasi solusi. Ttp aja dibales dengan narasi offensive.
@WidasSatyo Belum lg kalo dah ikut demo takut gabisa pulang kek anak Bu Sumarsih. Mereka pun mungkin geram tapi serba salah. Pokoknya salah Mulu lah. Iya paham sih gerakan2 gini mahasiswa yg biasa gini2. Tapi kalo cuma mahasiswa doang tp ga didukung lainnya ya gimana misal yg orang kantoran.
Gerakan mahasiswa udah distigma abis-abisan di era rezim pria solo. Jangan sampe pada lupa gimana dulu aksi mahasiswa sering mereka sebut "mahasewa".
Belom lagi disudutkan kelas menengah ngehek yg komplain kena macet.
Mahasiswa skrg udah abis energinya buat mikir biaya UKT.
APBN tuh sumbernya banyaakk, pajak hiburan malam, pajak khamr, belum lagi pajak dari temen2 non muslim. Bedain lah sama baitul mal🫠
Lagian kalo diniatkan kurban, niatnya atas nama siapaaa?? Masa sumber dananya kolektif, tapi niatnya individu~~
bagian terburuk dari society yang dimanipulasi oleh politik adalah melihat kaum miskin membela kaum kaya yang bertanggung jawab atas kemiskinan mereka.
orang yang seumur hidupnya belum pernah naik pesawat, rela menangisi orang kaya yang jalan-jalan ke luar negeri menggunakan uang pajak hasil keringat mereka yang kerja banting tulang dari pagi hingga malam.
ketika orang yang waras berani bersuara, langsung dicap penuh kebencian dan tidak bisa move on.
kaum miskin sengaja dibiarkan miskin secara literasi. Bansos dianggap sebagai dewa penyelamat, padahal sifatnya hanya sementaradan itu padahal kewajiban.
begitu disuap dengan bansos, baik si miskin secara ekonomi maupun si miskin literasi langsung merasa sudah sangat terbantu. Itulah mengapa kaum borjuis sengaja memelihara kondisi ini.
Di Mata Penguasa, Fatwa Itu Lebih Murah dari Peluru.
Ada teori namanya Hegemoni Budaya yang dicetuskan oleh Antonio Gramsci.
Intinya gini penguasa itu capek, tekor, dan rawan didemo kalau harus menekan rakyat pakai polisi atau militer terus-terusan.
Cara paling mulus buat bikin rakyat nurut tanpa paksaan fisik adalah lewat doktrin agama.
Penguasa butuh backingan stempel "sesuai syariat" dari ulama supaya rakyat mikir.
"Wah, kalau Kiai/Ustaz A udah bilang kebijakan ini baik, masa gue mau ngelawan? Ntar kena dosa dong."
Dan yang kayak gini merupakan transaksi simbiosis mutualisme paling kunyuk di dunia politik.
Penguasa dapet legitimasi alias dukungan moral tanpa harus ngeluarin effort, si oknum ulama dapet untung nya minimal dapet jabatan atau proyek lah.
Mencari-cari pembenaran dengan Fiqhul Manhaji & Hasyiyah Syarwani supaya sapi APBN sebagai “kurban pejabat” itu lucu
Ibarahnya bicara al-imam/hakim muslimin yg berkurban dari Baitul Māl atas nama umat
Sejak kapan sistem keuangan APBN sama dgn Baitul Mal? Jauh sekali qiyasnya
Setiap Idul Adha selalu teringat kelakar Gus Dur.
"Gus, mana yang benar. Yang disembelih Nabi Ibrahim itu Ismail atau Ishak?"
Di ajaran Islam, Ismail yang disembelih. Sementara ajaran Kristen, Ishak.
Kata Gus Dur, "Ndak perlu diributkan. Wong tidak ada yang jadi disembelih."
Apakah himpunan dana APBN bisa disejajarkan dengan konteks dana Baitul Mal?
Sedangkan dalam beberapa praktik perolehannya, APBN juga mendapatkan perolehan dana dari cukai penjualan produk-produk yang tidak dikategorikan halal dalam syariat meskipun dianggap legal menurut hukum.