When preparing his diss against Royal 44, Marv asked around, but everyone kept saying how sweet and nice Royal was 🥺 He said it felt so frustrating having to diss someone like that, so he just had to stick to what was visible on the show
Dari rezim ini kita belajar:
1. Judol bisa dibasmi: buktinya Mandiri bisa blok rekening pendemo Pati atas perintah aparat
2. Bangunan sekolah bisa distandardisasi, sekolah rusak bisa segera renov: buktinya bangunan Kopdes bisa berdiri sampe pelosok negeri
3. Gaji nakes, guru, dan dosen bisa lebih sejahtera: buktinya ribuan karyawan SPPG bergaji di atas mereka
4. Jumlah kriminal di Indonesia bisa berkurang signifikan, kasus kriminal lebih cepet kelar: buktinya jumlah aparat saat demo sebanyak itu
Kita jadi tau kalo kita bisa, cuma mereka aja yang nggak mau😊
Kesimpulannya: kebobrokan memang sengaja dipelihara buat meraup suara di pemilu😊
isi yapping prabowo di ntt:
- ucapan terimakasih ke aparat semua
- saudara saudara sekalian
- saya sengaja tidak datang di awal
- saya kasih kesempatan untuk pejabat daerah
- bisa tidak atasi sendiri dulu
- jangan sedikit sedikit pemerintah pusat
- tapi saya liat sudah terkendali semuanya
- saya dapat laporan dari bupati dan gubernur MBG bermanfaat
- di situasi seperti ini
- hanya elit yang tidak mau MBG ada
- 1 porsi makanan emang tidak artinya kalo udah kaya
- saya ingin ada budidayakan ikan 100 hektar di pantai
- naikkan gaji guru : MANA UANGNYA ??
- bantuan gempa NTT : OPEN DONASI
- “pak kami butuh motor 50 trail ditambah buat mengurangi KARHUTLA”
Prabs: KASIH SERATUS !!!!!
Lucu ya, kalau diresapi lagi, ternyata selama ini gue bener-bener sendirian. Gue pikir lingkaran pertemanan gue luas, tempat mengadu gue banyak, dan nama gue cukup diingat. Tapi itu cuma ilusi. Gue cuma kenal banyak orang, bukan punya temen yang bener-bener tempat pulang. Sering banget gue ngerasa deket sama banyak jiwa, saling tukar cerita, tertawa sampai larut, tapi di ujung hari, saat riuh itu reda, gue sadar nggak ada satu pun dari mereka yang sudi jadiin gue prioritas. Not a single person would choose me first. Gue cuma ada saat mereka butuh penengah, pendengar, atau sekadar pengisi kekosongan. Begitu mereka selesai, gue kembali jadi sosok yang terlewatkan. Ternyata emang dari dulu gue tuh nggak pernah penting buat siapa pun wkwk, cuma gue aja yang ke-PDean ngerasa dianggap.