Itu jadi early-stage manajerial level, and somehow tiap tahun mesti pindah kerjaan, ladder nya jadi cepet, maybe di kerjaan terakhir bakal ditawarin junior manager kalo ga banting stairs jadi umbies 😅 but i pursue another career
Back to few years ago, resign nggak lanjut kontrak, apply kerja buat posisi core/strategic di team. Salary expectation gue increase 60% dari average salary di level yg sama. Bcs of my experience nge-lead team walaupun masih fg, eh taunya di acc 🤣 nggak lama promote jadi lead 😂
👩🏻🦰 : HR 👱🏻♀️ : Aku
—————————
Interview pertama, buka form yang baru ku isi.
👩🏻🦰: “Mbak, anakmu di Cirebon sama siapa? Kamu butuh hari libur khusus kah?” Dengan nada yang sangat tulus.
👱🏻♀️: “Sama oma nya Bu, biasanya saya pulang sebulan 2x, 2-3hr di Cirebon. Jika memungkinkan, saya minta rapel libur”
👩🏻🦰: “Saya notes ya mbak”
👱🏻♀️: “Baik Ibu terimakasih”
👩🏻🦰: “Mbak, pengalamanmu segini banyak, kalau saya offer untuk posisi head sales & marketing aja gimana?” 👱🏻♀️: bengong
👩🏻🦰: “Kita coba dulu ya?”
👱🏻♀️: “Bu, terimakasih tawarannya, tapi sepertinya saya tidak capable”
👩🏻🦰: “Mbak, kita ketemu direksi ya, tunggu sebentar boleh? 15 menit mungkin?”
👱🏻♀️: “Baik Ibu”
👩🏻🦱: Direksi ——————————
👩🏻🦱: “wow, pengalaman kerja daging semua ini. Saya penasaran gimana kinerja kamu”
Tanya jawab Sales dan Marketing-
👩🏻🦱: “Head Sales & Marketing aja, kamu mampu”
👱🏻♀️: “Bu, jujur saya tidak begitu ahli. Saya gaptek.
Boleh saya di posisi sesuai lamaran saja?”
👩🏻🦱: “Good, kalau kamu bisa menilai diri sendiri”
👩🏻🦱: “Saya lihat ekspektasi gaji kamu tinggi juga ya”
👱🏻♀️: “Ibu membayar pengalaman saya, Ibu siap menempatkan saya di manapun dalam situasi apapun” 👩🏻🦱: “Saya nego boleh?”
👱🏻♀️: “Boleh Bu, xx adalah batas dasar saya, jika Ibu ingin memberikan lebih, mari kita diskusi lagi”
👩🏻🦱: Ketawa renyah sekali, meraih bolpoin, menulis angka di form yang saya isi di awal. “Saya kasih angka yang kamu minta sebagai gaji pokok training, saya tambah uang makan dan transport biar kamu semangat
👱🏻♀️: Diem, gemeteran sambil nyebut mamah terus dalam hati.
👩🏻🦱: “Lepas sebulan, kita ketemu lagi, jika kamu sebagus CV mu, saya naikkan gaji kamu, tidak perlu kamu minta, tidak perlu kamu reminder, tugas kamu ambil hati kami bulan pertama dengan pencapaian. Bu siapkan offering letter, langsung paksa dia sign” sambil tertawa
👩🏻🦰: “Bu, kita butuh head sales & marketing, saya rasa cocok”
👩🏻🦱: “Saya kasih waktu kamu, kenali perusahaan dengan baik, ikuti budayanya, sudah oke, kamu ga boleh nolak ya”
cc:threadbeldaff
Ada 2 orang teman nih.
Yang satu kerja keras sejak umur 20.
Yang satu menikmati hidup dan santai.
Umur 35 mereka ketemu lagi.
Yang nyesel justru salah satu dari mereka.
Menurut lo siapa?
Egoisme orang tua di pernikahan anaknya itu terlalu besar, karena merasa yang punya "Hajad". Apa yang terbaik buat mereka belum tentu terbaik buat anaknya.
Ada istilah "money talks, wealth whispers". Old money HNWI akan lebih lowkey or down to earth instead of flexing their money. Also, they appreciate every penny karena tau susahnya cari/generate duit. *based on my personal experience
Talking about growth mindset juga, kalo lo ngerasa stuck sedangkan temen2 lo udah pada grow, start questioning "am I doing this right?" Hit the bootcamp, taking certifications, course sesuai expertise lo buat jadi value-added. Trust me, itu ROI nya berkali2 lipat.
Talking about foreign diplomacy nowadays, pentingnya punya value, bargaining power, stance or standpoint biar jadi negara yang punya pendirian. Begitupun di level individu, kalo ga punya 3 point itu yang ada lo cuma bakal di injek2 or replace-able.
One thing i rarely think about it but do it almost everytime is i put off all of my badge when it comes to sholat, bcs everything in this whole world is only "titipan" from Allah