Tell me you're not a manager, without telling me.
Kalo beneran manager, handle banyak orang, people management... Lo akan sadar manusia itu unik.
Ada tipe "head" & "tail", ada tipe "executor" & ada tipe "conceptor", ada "generalist" & ada "specialist", dst.
Staff gue kerjanya bagus tapi gamau naik jabatan. Alasannya enggan menambah beban pekerjaan & pikiran. Selain itu dia tipikal "tail" (pengikut), kalau dia diberi posisi "head", belum tentu juga kerjanya akan sebagus saat di posisi "tail" ini
Selain itu, dinamika kehidupan & keberuntungan (rezeki) juga berperan. Ada company yang posisi "atas" sudah full, tidak ada lagi kursi kosong. Lo yang staff meskipun pengen banget naik jabatan, mau gak mau lo harus nunggu ada momentum kursi kosong. Sampai kapan? gatau... bisa bertahun-tahun.
Ada juga yang naik jabatan secara cepat di usia muda karena memang rezekinya (momentum lucky). Selain dia kompeten, ada momentum kursi atasannya kosong, dan dia diminta isi kursi tersebut. Nah rezeki tuh
Hidup itu tidak berjalan hitam-putih & dinamika kehidupan tidak berjalan linear sesuai standard ekspektasi sosial seperti "usia sekian harus manager atau hidup lo akan berat" yadda-yadda...
Petuah apaan itu... sempit sekali. Banyak-banyak exp & ketemu orang dah biar gak terjebak bubble
Dari kamu aku belajar: bahagia itu sesederhana makan nasi padang yg enak, kelar makan ngerokok sambil kopi item dikit, abis itu naik mobil muter2 sebentar sambil ngobrol dan becandaan