Setiap makar pendukung kebatilan terhadap kebenaran, pada akhirnya Allah kembalikan kepada mereka sendiri.
وَكَذٰلِكَ جَعَلْنَا فِيْ كُلِّ قَرْيَةٍ اَكٰبِرَ مُجْرِمِيْهَا لِيَمْكُرُوْا فِيْهَاۗ وَمَا يَمْكُرُوْنَ اِلَّا بِاَنْفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُوْنَ
"Demikianlah pada setiap negeri Kami jadikan orang-orang jahatnya sebagai pembesar agar mereka melakukan tipu daya di sana. Padahal mereka hanya menipu diri sendiri tanpa menyadarinya." (QS. Al-An’am: 123)
*FIKIH MUWAZANAH*
🔹 Sebagian orang pandai mengkritik dan menjatuhkan orang lain, tetapi tidak pandai menawarkan solusi pengganti. Mereka menghancurkan kebaikan yang bercampur keburukan, lalu musuh mereka membangun di atas reruntuhannya keburukan yang murni. Mereka merusak, tapi tidak menyadarinya.
Orang yang jauh dari kebenaran: kita bergembira jika ia mendekat satu langkah dan bersikap lembut agar ia melangkah lagi.
Orang yang dekat dengan kebenaran: kita marah jika ia menjauh satu langkah dan bersikap tegas agar tidak semakin jauh.