Masih berasa euforia "Tur Berjalan Bernadya" di Bandung kemarin.
Mau journaling sedikit dengan bikin thread tentang pengalaman 14 Juli 2024 itu dan bagaimana bisa masuk ke perfandomannya @bearnotber.
-Sebuah utas-
Indonesian authorities used online disinformation campaigns to brand activists and journalists as "foreign agents" and silence dissent, sometimes leading to physical threats, Amnesty International said. https://t.co/sFoBm6AbMx
Far too much in Indonesia depends on a thin-skinned former general with a sketchy human-rights record. Prabowo Subianto needs to hear some unpalatable truths https://t.co/8cvnt563TJ
Photo: Getty Images
@pamjaya_dki halo air pam saya udah mau 3 hari mati. Telpon dan WA tidak digubris. Gak ada info penyebab dan sampai kapan matinya. Mohon penjelasannya. Sudah DM juga tidak ditanggapi
@pamjaya_dki min udah mau 2 hari air pam di daerah kramat pulo dalam 2 jakpus mati ini? Tanpa ada pemberitahuan dan info sampai kapan? Mohon segera diselesaikan
Di suatu negara yang aneh
Negara tropis = buah mahal
Negara maritim = ikan mahal
Negara CPO = migor mahal
Negara SDA = listrik dan BBM mahal
Negara hukum = tunggu viral
Swasembada pangan = beras mahal
Bebas aktif = ikut BOP
Negara religius = korupsi nya banyak, sampai kitab Tuhannya dikorupsi
Semuanya karena sistem yang buruk dan political will yang tidak berpihak rakyat tapi berpihak cepat balik modal dan nambah kekayaan pribadi hehe
The most exhausting, unspoken burden on men in modern dating is that they are expected to be the sole architects of the relationship. A man is expected to initiate the first text, plan the dates, fund the experiences, orchestrate the proposal, and constantly drive the romance forward. We have completely normalized a culture where a woman’s mere presence is considered her "effort." The absolute second a man gets tired of being the only engine keeping the relationship moving and asks for equal romantic effort, he is instantly accused of being "inconsistent" or "low effort." We demand 50/50 modern equality, but aggressively enforce traditional male burdens the exact moment romance is involved.
Masih menjadi misteri kenapa anak yang diberi unlimited freedom by thier parents lebih berakal and never crossed the limit daripada anak yang strict parents.
@KuntoAjiW pada dasarnya Indonesia itu cukuo kaya untuk memberikan kehidupan yang layak bagi hampir 300 juta orang Indonesia, namun sayangnya Indonesia tidak cukup kaya untuk terus memperkaya 1% orang Indonesia.
Gak tau ya apakah ini unpopular opinion, tapi: gw tidak pernah melarang pasangan.
Mau chat sama siapapun: silakan
Mau punya sahabat cewe: silakan
Mau merokok: silakan
Mau beli mainan: silakan
Mau pulang jam berapapun: silakan
Karena prinsipnya satu:
Before dating any woman,
I asked my mom what I should look for in a woman.
I thought she would say:
Low body count
No guy friends
Don’t go to clubs
But instead she said this:
cong, semakin banyak lo toleransi ke pasangan lo, semakin pendek juga hubungan. relationship itu titik tumpunya bukan di toleransi, tp kompromi. sebanyak apapun lo maafkan dia tp kalo dia gabisa ngimbangin komprominya lo yaa tinggal nunggu dia ngulangin hal yg sama