Messi’s farewell, Zizou’s return, and FIFA ASEAN Cup glory for Indonesia and Hong Kong, China…
This international match window had it all! 🌍📸
#FIFAWorldCup
@MatahariMahard2@panditfootball Jangka pendek, prestasi Timnas penting. Timnas yg kompetitif bisa membangun kebanggaan, menginspirasi anak-anak, & membuat semakin banyak talenta muda tertarik masuk SSB. Memang sepak bola kita masih tertinggal dr Thailand. Tapi arah pembangunan kita menurut sayasudaht lebih baik
@MatahariMahard2@panditfootball Mau mayoritas homegrown, diaspora, naturalisasi, atau pemain yg berkembang di luar negeri, selama mereka sah & berjuang membawa nama Merah Putih, ya tetap Timnas Indonesia. Yg lucu skrng justru ada suporter yg merasa lebih nasionalis karena memilih tdk bangga ketika Timnas menang
𝐈𝐍𝐃𝐎𝐍𝐄𝐒𝐈𝐀 𝐖𝐈𝐍 𝐓𝐇𝐄 𝐅𝐈𝐑𝐒𝐓-𝐄𝐕𝐄𝐑 𝐅𝐈𝐅𝐀 𝐀𝐒𝐄𝐀𝐍 𝐂𝐔𝐏 🏆 🇮🇩
After extra time and a nerve-wracking penalty shootout, Indonesia are crowned 𝗖𝗛𝗔𝗠𝗣𝗜𝗢𝗡𝗦! 🏆
Their first trophy since 1991 🤩🦅
@runinvertz@atmawiratna_ konteksnya kok lari sampai Kanjuruhan? Kita sedang bicara kemenangan Timnas dan mimpi yang lahir dari kemenangan itu. Jangan membuat seolah-olah untuk peduli pada Kanjuruhan, seseorang harus berhenti mencintai dan merayakan sepak bola Indonesia.
@runinvertz@atmawiratna_ Grassroots membangun pemain, prestasi membangun mimpi. Keduanya bukan musuh. Anak2 yang hari ini bangga melihat Timnas juara bisa saja besok meminta masuk SSB, serius bermain bola, dan 10–20 tahun lagi menjadi bagian dari generasi berikutnya. Kemenagan ini untuk mereka
@runinvertz@atmawiratna_ Cukup penting untuk membuat jutaan anak bermimpi. Mungkin 20 tahun lg, sebagian dari mereka adalah atlet yang kita banggakan. Kemenangan bukan cuma soal piala, tapi juga tentang mimpi yang dilahirkannya. Kalau itu saja sulit dimaknai, mungkin hidup Anda memang terlalu sunyi. 😁🇮🇩
@asboediono_id Benahi pembinaan, manfaatkan diaspora. Kenapa harus memilih salah satu?
Sy yakin ada jutaan anak yg terinspirasi dgn juara semalam. Dari jutaan itu kelak akan lahir timnas yang lebih tangguh
@runinvertz@atmawiratna_ Kalau bahkan saat juara pun yang dicari tetap kekurangannya, mungkin bukan Timnas yang sulit memuaskan kita, mungkin kita sendiri yang sudah lupa caranya menikmati kemenangan