All Eyes on Kalimantan! Ratusan Titik Api Kepung Kalimantan.
Karhutla kembali mengepung sejumlah wilayah Kalimantan. Rabu (19/8/2026), kabut asap pekat menyelimuti Banjarbaru hingga mengganggu jarak pandang dan membuat warga mengeluhkan sesak napas. Kualitas udara bahkan sempat masuk kategori berbahaya dengan PM2.5 mencapai 389,4 µg/m³.
Dampaknya juga mengganggu transportasi. Jarak pandang di Bandara Syamsudin Noor sempat turun hingga di bawah 400 meter dan menyebabkan 12 penerbangan tertunda.
BMKG sebelumnya memperingatkan risiko karhutla berada pada periode puncak sepanjang Agustus–September 2026.
--
Setelah Blackout Listrik Sumatera, Jawa, Kalimantan, lalu saat ini Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Sumatera…. apalagi yang akan menimpa negeri ini di saat Para Pemimpin masih saja gemar joget, membuat lelucon dan bernyanyi-nyanyi di acara resmi kenegaraan😢
Aku enggak tau kenapa akun ku tiba-tiba ramai akhir-akhir ini. But while you’re at it, please remember to pray for our family in NTT and consider donating if you can.
Humanies Project: https://t.co/KBYpNPRmAl
Saling Jaga: https://t.co/g2KKMk0Bo4
Kitabisa: https://t.co/jJjZYQyxe9
🚨ORCHIDS, LET’S HELP NTT!🚨
Nona Verse bekerja sama dengan Sekolah Relawan untuk menggalang dana bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT
🔗 https://t.co/xHoj8LAK3V
Yuk, ikut berdonasi dan bantu sebarkan! Sekecil apa pun bantuanmu, sangat berarti🫂🌸
@hanaaranya_ kerjain anjing skripsi lo. negara udah mau bubar, lo masih nunda nunda skripsi, mau jadi ape? malu orang mah, hidup kayak loser terus, kaga ada semangat semangatnya. malah lari dari tanggung jawab. KERJAIN SEKARANG!
semoga membantu hinaannya ya, semangat 🙏
Padahal intentionnya baik mau menginfokan keadaan di Kalimantan saat ini tuh begini lho, tapi malah dibilang menyebarkan hoax. Ente pikir kabut asap tebal begini cuma smoke machine buat shooting film horror?
After demo-demo ini, gw baru sadar ternyata polisi di Indonesia tu buanyak banget. Artinya, urusan keamanan harusnya selesai dan angka kriminalitas bisa ditekan. Soal prioritas aja ternyata
❗️Update Penyaluran Donasi❗️
Kami bersama relawan lokal kembali meneruskan bantuan dari teman-teman kepada masyarakat di tiga desa yang terdampak gempa NTT
📍Kec. Sambi Rampas, Kab. Manggarai Timur
Bantu warga NTT dengan berdonasi melalui :
https://t.co/8rLUQr6D6D
"Everybody suffers" loh, rakyat doang kali, lu sama geng rezim enabler tukang jilat pemerintah lu itu mana ada yang menderita karena dijepit ekonomi dan kehidupannya sangat dipengaruhi kebijakan zholim. Dicancel sama masyarakat juga besok lu masih bisa makan enak.
Warga,
Sekedar mengingatkan lagi..
Ada warga yang pagi ini gak mikirin media sosial. Mereka mikirin rumahnya masih ada atau nggak, keluarganya aman atau nggak, tanah tempat mereka cari makan masih bisa digarap atau nggak, anaknya bakal pulang sehat atau nggak, atau mereka masih ngerasa aman atau nggak ketika memilih untuk bersuara turun ke jalan.
Sementara kita mungkin cuma melihat semua itu lewat layar. Satu berita muncul, kita marah. Berita lain muncul, kita ikut sedih. Lalu kita scroll lagi.
Padahal di balik berita2 itu ada warga juga yang lagi benar2 menjalani akibatnya.
Di NTT, 70 orang dilaporkan meninggal akibat gempa. Puluhan ribu warga mengungsi, ribuan rumah rusak, dan hingga 17 Agustus BMKG mencatat 1.624 gempa susulan.
Di tempat lain, sekitar 202 ribu hektare hutan dan lahan terbakar sepanjang Januari-Juli 2026.
Di Sukajaya, konflik lahan kembali memanas. Ada petani yang terluka ketika mempertahankan lahan tempat mereka mencari hidup.
Ada juga orang tua yang panik ngeliat anaknya sakit setelah makan makanan yang seharusnya aman. JPPI mencatat 40.759 korban terkait keracunan MBG sejak 2025 hingga awal Agustus 2026. Di Karo, 269 siswa dilaporkan jatuh sakit setelah menyantap menu MBG.
Dan ketika warga turun ke jalan untuk menyampaikan keresahan, masih ada yang harus berhadapan dengan intimidasi hanya karena ingin menyampaikan suara.
Kita bisa membaca semuanya dalam hitungan menit.
Tapi bagi mereka yang mengalami, ini bukan berita yang bisa ditutup setelah selesai dibaca.
Bagi mereka,
Ini rumah.
Ini keluarga.
Ini pekerjaan.
Ini kesehatan.
Ini hidup mereka.
Kita mungkin nggak bisa menyelesaikan semua masalah itu. gak semua dari kita punya uang, waktu, atau kemampuan untuk turun langsung.
Tapi kita masih bisa bertanya,
Apa yang bisa kita lakukan?
Menyebarkan informasi yang benar. Membantu sebisanya. Menemani. Menguatkan. Bareng-bareng bersuara ketika ada warga yang membutuhkan dukungan.
gak harus ngelakuin semuanya.
Yang penting, jangan sampe kita ngeliat warga lain lagi kesulitan terus ngerasa itu bukan urusan kita sama sekali.
Karena hari ini mungkin mereka yang membutuhkan bantuan kita.
Besok, bisa jadi kita.
#SalingJagaWarga
EH MANUSIA warga NTT literally lagi kesusahan dan LU MASIH MENJILAT PEMERINTAH AH dasar hewan menggonggong berkaki empat cuih, lu semua jangan kayak kontol deh punya kepala ga punya otak
hi boleh help rt?
mamaku jualan nasi liwet 14.000 dan nasi cokot 7.500 untuk Jumat Berkah!
nanti kami yg membagikan ke sekitar Masjid/Mushola dan akan ada dokumentasinya <3
Plis ingat selalu bahwa pemimpin negara tidak datang sekalipun ke lokasi bencana besar itu gak wajar ya. Sama sekali gak wajar.
Takut bgt kt lama2 jd menormalisasi hal-hal yg gak seharusnya 🥲
Jalannya bahkan gk keliatan sama sekali, ketutup kabut asap 😭 Bikin penumpang bus jadi gk tenang, jarak pandang juga minim banget.
📍 Pelaihari, Kalsel — pagi ini 😷
Pak, daripada anggarannya dihabiskan untuk hal-hal yang kurang penting, mending bantu bikin hujan buatan di sini, Pak 😭 Kami benar-benar minta tolong. Daripada kami meninggoy perlahan-lahan karena asap begini 😭🙏 @prabowo