Saya bukan NU, tapi rispek dengan NU.
Saya dididik sejak di pondok pesantren dididik untuk mengambil sumber agama langsung dari Al Qur'an dan Sunnah. Mungkin bagi orang² seperti saya akan berpikiran, mengapa harus berpegang pada satu madzhab tertentu. Hal itu wajar karena masa awal² belajar masih berkutat di satu sumber saja.
Tapi setelah melanjutkan studi di Madinah dan bertemu muslim dari seluruh dunia dan bergaul dengan banyak orang lintas ormas, maka rispek saya ke sesama muslim wa bil khusus di Indonesia adalah NU cukup tinggi. Salah satu alasannya adalah ini 👇
لا شيء يؤذي الروح أكثر من بقائها عالقة في مكان لا تنتمي إليه.
tidak ada yang lebih menyakitkan bagi jiwa selain terjebak di tempat yang bukan untuknya.
—Abbas al-Aqqad
و من البلية أن تحب و لا يحبك من تحبه و يصد عنك بوجهه و تلح أنت فلا تغبه
Sebagian dari suatu kemalangan adalah, saat kamu mencintai orang yg tak mencintaimu. Lalu dia memalingkan wajahnya darimu, sedangkan kamu bersikeras terus berusaha & tak bisa melepaskannya
—Imam Syafi'i