Barusan nangis terharu. Fatih udah sebulan aja. Dlm sebulan ini BB nya naik 1,4kg. Udah bisa denger krincing2 dan ngikutin pake kepala nya. Kepala nya udah bisa tegak 45derjat. Udah komplit imunisasi utk anak 1 bulan nya. Good job yom, you are doing a good job 🤗
gk habis pikir sih ini
cuti bebas kapan aja, kasbon boleh, makan minum samaan, weekdays cuma nemenin anak, pakai AC full wifi, beberes rumah cuma pas weekend aja.
Belum setaun udah THR 1/4 gaji, sakit kasih uang obat, bulan ke 6 mau naik gaji. Tapi sering banget main handphone, kadang suara TikT*k nya jelas bgt di cctv, ditegur pertama ok. Tapi kok main hp nya makin2, anak jadi main sendiri.. ditegur baik2 malah ngancem keluar.
cc:thread
Guys, ini gilaa sihh
Suster Natalia.
Perempuan yang tidak menikah.
Tidak punya harta pribadi.
Mengabdikan seluruh hidupnya untuk gereja dan umatnya di Labuhanbatu, Sumatera Utara.
Dan sekarang dia harus menanggung beban Rp28 miliar yang raib bukan uangnya sendiri
tapi uang 1.900 jiwa umat yang dia jaga amanahnya.
bahkan dia bilang
ke teman dia yang suster juga
dia akan masuk penjara.
dia cerita
Setiap kali ketemu umat yang sederhana itu,
saya selalu katakan:
mari, masa depan anak-anakmu melalui menabung.
Tapi sekarang masa depan mereka itu hancur di tangan saya.
Kronologi yang perlu semua orang pahami:
Credit Union Paroki Aek Nabara koperasi simpan pinjam di bawah naungan gereja sudah berjalan 45 tahun tanpa masalah.
Umat menabung perak demi perak.
Untuk sekolah anak.
Untuk biaya sakit.
Untuk masa depan.
Total yang terkumpul dan ditempatkan di deposito: Rp28 miliar lebih dari 1.900 anggota.
Di 2019 Andi Hakim Febriansyah
Kepala Kas BNI Unit Aek Nabara
mendatangi pengurus CU.
Menawarkan produk bernama BNI Deposito Investment
dengan bunga 8% per tahun.
Lebih tinggi dari deposito biasa.
Pengurus percaya.
Karena siapa yang tidak percaya kepada kepala kas bank negara yang datang dengan seragam resmi, ID card BNI, dan pick-up service resmi yang sudah berjalan sejak 2015?
Tujuh tahun berjalan.
Bunga masuk rutin setiap bulan.
Tidak ada masalah.
Sampai Desember 2025 dan semuanya mulai runtuh:
CU mengajukan pencairan Rp10 miliar untuk pinjaman ke anggota.
Bertahap minta Rp2 miliar dulu.
Januari 2026 tidak cair.
Februari 2026 tidak cair.
5 Februari Suster Natalia panggil Andi.
Andi bilang besok.
Besok tidak cair.
Andi minta semua bilyet deposito untuk pembaruan. Suster menyerahkan semuanya karena percaya.
Sore hari Andi sudah di jalan ke Medan katanya cuti.
Lalu 23 Februari bukan Andi yang datang.
Tapi kepala kas baru.
Dengan kalimat yang mengubah segalanya:
Per hari ini saudara Andi Hakim Febriansyah bukan pegawai BNI lagi.
Dan produk yang ditawarkan itu bukan produk BNI.
Suster Natalia pingsan lima menit.
Yang lebih ngeri dari hilangnya uang itu:
Bilyet deposito yang dipegang Andi dibakar. Sengaja. Supaya tidak ada barang bukti.
Tapi Andi salah hitung.
Satu bilyet tersimpan di tangan pastor lain yang kebetulan tidak ada di tempat saat pengambilan.
Satu bilyet itu yang menjadi bukti bahwa semua ini nyata.
Andi sudah menyiapkan skenario dari jauh hari. Tanggal 23 Februari itu hari yang sama dia ambil semua bilyet dia sudah mengajukan pengunduran diri. Dan dua hari kemudian dia terbang ke luar negeri bersama istrinya lewat Bali ke Australia, lalu ke New Zealand.
Sambil cuti dia masih angkat telepon Suster Natalia. Masih bilang "aman, Suster."
Masih janjikan pencairan.
Setelah red notice diterbitkan oleh Interpol dan Australian Federal Police Andi kembali ke Indonesia 30 Maret 2026 dan ditangkap di Kualanamu.
Di dalam pemeriksaan dia mengakui semua perbuatannya.
Uangnya?
Dipakai untuk sport center, kafe, mini zoo, tanah, dan berbagai aset yang kini sedang dilacak dalam proses TPPU.
Dan sekarang masuk ke bagian yang paling mengkhawatirkan:
BNI melakukan verifikasi internal sendiri.
Tanpa transparansi.
Tanpa melibatkan korban dalam proses.
Hasilnya: BNI bersedia mengganti Rp7 miliar.
Dari Rp28 miliar lebih.
Dan pada 26 Maret 2026 tanpa persetujuan CU-PAN BNI mentransfer Rp7 miliar itu ke rekening korban secara sepihak.
Seolah dengan mentransfer itu kasus selesai.
Kuasa hukum CU-PAN dari Gani Djemat & Partners menolak keras.
Karena:
Berdasarkan prinsip Vicarious Liability perusahaan bertanggung jawab atas tindakan pegawai yang dilakukan dalam kapasitas jabatannya.
Andi beroperasi dengan ID card BNI, jabatan BNI, fasilitas pick-up service BNI, dan atas nama BNI selama tujuh tahun.
Ini bukan tindakan pribadi yang kebetulan dilakukan oleh orang yang bekerja di BNI. Ini tindakan yang bisa terjadi karena dia adalah BNI di mata korban.
POJK Nomor 22 Tahun 2023 Pasal 10 ayat 1 juga menegaskan: pelaku usaha jasa keuangan wajib bertanggung jawab atas kerugian konsumen akibat kesalahan pegawainya.
Tidak ada klausul kecuali kalau pegawainya nakal.
Dan respons BNI yang paling menyakitkan menurut korban:
Enam kali mediasi.
Satu kali aksi damai.
Sepanjang itu tidak satu pun pejabat BNI dari kantor cabang atau wilayah yang mengucapkan kata "maaf" atau kami prihatin kepada korban.
Yang datang dari pihak BNI hanya satu permintaan berulang: Berikan kami bukti pendukung.
Padahal semua data transaksi ada di sistem BNI sendiri.
Semua perpindahan uang dari kas lancar ke rekening Andi tercatat di rekening koran BNI.
Bukan di tangan korban.
Baru Wakil Menteri BUMN yang mengundang korban dan itulah pertama kalinya ada pejabat yang mengucapkan kata permohonan maaf dan rasa prihatin.
Satu hal yang tidak bisa diabaikan:
Suster Natalia sekarang punya utang pribadi ke beberapa orang.
Karena ada anggota CU yang butuh uang untuk berobat yang tidak bisa dia biarkan meninggal di rumah sakit sementara dana CU tidak bisa diakses.
Dia yang tidak punya harta pribadi meminjam uang untuk membayar tagihan rumah sakit umatnya.
"Saya tidak bisa biarkan umat meninggal di rumah sakit, Pak."
BNI adalah bank BUMN.
Bank milik negara.
Diawasi oleh OJK.
Dijamin kepercayaannya oleh nama negara Indonesia.
Dan di bawah namanya selama tujuh tahun seorang kepala kas menjalankan skema penipuan yang menyedot uang 1.900 jiwa umat gereja yang menabung perak demi perak untuk masa depan anak-anak mereka.
BNI tidak bisa menyebut ini hanya masalah oknum lalu cuci tangan dengan transfer Rp7 miliar yang tidak transparan prosesnya.
Karena korban bukan menyimpan uang kepada Andi Hakim.
Korban menyimpan uang kepada BNI.
Dan BNI harus mengembalikannya penuh tanpa pengecualian.
Kalau tidak ini bukan hanya kasus kriminal biasa.
Ini adalah konfirmasi bahwa di negeri ini orang miskin yang menabung untuk masa depan anaknya bisa kehilangan segalanya karena sistem yang seharusnya melindungi mereka justru membiarkan hal ini terjadi selama tujuh tahun.
Yang gak bisa kamu ubah:
- Tinggi badan
- Genetik
- Keluarga tempat kamu lahir
Yang BISA kamu ubah:
- Gaya berpakaian
- Pola pikir
- Kondisi keuangan
- Bentuk tubuh
- Kemampuan bicara
- Cara kamu membawa diri
Fokus ke yang bisa kamu ubah!
Ya Allah, berikanlah kami pernikahan yang tanpa cerai, pasangan yang baik, mertua yang penuh kasih sayang, anak-anak yang sholeh/sholehah juga sehat tanpa penyakit, serta rezeki yang cukup. Aamiin.
Kalo ngeliat pola rangorang zaman sekarang:
- baca buku
- posting olahraga (gym, lari, padel, pilates)
- jual/beli makanan kukus-kukusan
- fomo khatam Al Qur'an
- i'tikaf Ramadan
Asli progresif bgt. Curiga Indonesia emas beneran terjadi karena usaha rakyat sendiri.
- Lari ke Madinah atau Mekkah.
- Kunci rapat-rapat pintu rumah dan jendela.
- Ikat tangan dan kaki seluruh keluarga perempuanmu.
- Jangan sekali-kali penasaran hingga mendatangi "dia"
- Jika terlanjur bertemu, bacakan 10 ayat dari surat Al-Kahfi di hadapannya.
- Dan yang terpenting, jika di hadapkan pilihan "surga nya" atau "neraka nya" pilihlah neraka nya.
Silahkan catet, screenshot, atau repost.
Nanti juga lu paham.
riset ini tuh bener-bener definisi "overthinking is a killing silent".
intinya, hasil penelitian nemuin kalau hampir 50% waktu kita itu dipake buat ngelamun atau mikirin hal lain di luar apa yang lagi dikerjain,
dan plot twist-nya, mau lagi ngayal yang indah-indah sekalipun, ternyata tingkat bahagia kita tetep lebih rendah dibanding kalau lagi bener-bener fokus sama apa yang di depan mata.
jleb banget, . .
a wandering mind is an unhappy mind, alias kalau pikiran hobi "jalan-jalan" kemana-mana, ya siap-siap aja makin ngerasa nggak happy,..
karena rupanya otak kita tuh didesain buat present/ fokus hari ini, tapi kita malah hobi nyiksa diri dg bikin skenario fiktif di kepala 😅
Marriage isn’t about 50:50. It’s not about 100:0 either.
Yesterday I wasn’t feeling well. Husb bought us dinner from pasar malam and fed me medicine while I was in bed. He ironed the clothes for us and the kids, did the laundry and washed the dishes.
Today, he went to bed early. Just after Isyak, he dozed off. I could see how exhausted he was. So I took care of the rest of the house chores, ironing the clothes, doing the laundry and washing the dishes.
You see, yesterday, it was 30:70. And today, it’s 70:30. The ratio is never fixed. Sometimes it’s 55:45. Sometimes it’s 60:40. Depends on day. Sometimes it even got to 43.8:56.2
Marriage is about partnership. It’s about complementing and backing each other up. You can’t define it by an exact ratio. As long as both respect each other, understand partnership and responsibility, they’ll make it, insyaAllah.
The reason why I will never go back living in Jakarta. It is just getting worse over time.
I love my privilege living only 2.5KM from my workplace, allowing me to commute by bike less than 15 minutes. This is now my criteria to consider where to live and work.