Sengaja aku mengetuk pintuMu dengan tangis.
Lelah langkah berlalu dalam gerimis, pintaku bukan mengemis.
Sengaja menungguMu menjawabku dengan manis.
#puisipendek
~@pendekdantampan
Demi cinta,
ia telah berkorban,
meski keraguan,
berulang kali mengetuk,
namun hatinya,
laksana kunci,
mampu menyibak tabir,
di balik pintu.
#puisipendek
~@KconkProgresive
Bukan Cinta
Oleh : Tasya, di Bumi
Aku adalah kamu
Kamu adalah aku
Kita bukan lagi cinta,
yang perlu tali pengikat dikeduanya
Kita tak perlu diikat
Karena kita akan selalu terikat,
tanpa perlu tali pengikat
Itulah, aku dan kamu
Judul Puisi : KARYA SEMESTA
Nama : Zainol Akbar
Isi :
Di harapkan atau tidak
Di hargai atau tidak
Mentari tak pernah malu untuk bercahaya
Sekalipun awan gelap menyelimutinya
Ia tetap selalu hadir bagi semesta
Jangan butakan cinta hanya karena kecemburuan, sebab cinta adalah keyakinan.
Dan yakinlah, karena cinta tidak akan ada penghianatan, maka dari itu kau harus bisa mengendalikan.
~ Zainol Akbar
Bondowoso, 19 Desember 2022
#quotes
Judul Puisi : Ruang Rindu
Nama : Randi Rizaldi Yanto
Isi :
Bulan
Kau tau?
Saat ini, aku sedang terjebak di ruang nestapa rindu
Rintikan hujan itu berhasil menciptakan melodi sendu
Yang membuat hatiku semakin bergemuruh
Karena semua tawaku dibawa pergi bersamanya
SEBELUM CANDA MENJADI CANDU
Nama : Zainol Akbar
Isi :
Aku takut canda akan jadi candu
Dengan cara itu mencipta rindu
Ingin selalu tertawa bersamamu
Aku tak pernah tau akan hal itu
Jika bersamamu
Gubahan syairku semakin menggebu
Ingin rasanya berbicara tentang aksaramu
Aku takut suatu saat nanti kau tak selalu ada untukku
Hingga kubayangkan bagaimana cara mencarimu
Sampai saat ini saja aku tak bisa beranjak dengan kebersamaanmu
Bagaimana jika tawamu semakin dalam menggali hatiku
Menjadikan palung berisikan rindu
Judul: Hariku kacau
Hariku kacau
Meracau
Kau bilang kau dusta
Tapi kau jujur sedang berdusta
Kau bilang kau jujur
Tapi kau dusta sudah berjujur
Apa yang sanggup aku pikul dari satu huruf
Yang terpontang panting terlebak keluar dari mulut mu
Yang penuh bau busuk?
tiap-tiap ummat beragama,
tiap-tiap penguri kearifan lokal,
yang kilatan sukmanya 25 karat
berkenan melegakan dadanya
demi gubahan baru surgawi
yang terbit di penghujung zaman
@PelangiPuisi
Selamat pagi kerinduan,
dingin ini adalah ranjang kecemasan panjang,
gelisah yang menyusuri lorong gelap sunyi penantian;
yang lelap bersama sepi doa-doa dan terjaga oleh dinginnya ruang ingatan dan jarak harapan
@PelangiPuisi
Hidup di zaman kebenaran semakin semu.
Orang datang berkata manis namun menyimpan empedu.
Banyak yang singgah, saat diri perlu.
Namun enggan menyapa saat jiwa terpuruk pilu.
@PelangiPuisi