Pada 2019 lalu, BBC News Indonesia pernah menerbitkan artikel berjudul "DPR: Anggota Parlemen Swedia Tak Dapat Tunjangan mobil, Tanpa Tunjangan Keluarga dan Tinggal di Apartemen Sempit".
Di negara lain, gaji tinggi dan fasilitas mewah mungkin menjadi salah satu alasan banyak orang ingin menjadi anggota DPR. Hal tersebut nyatanya tidak terjadi di Swedia.
"Kami ini tak berbeda dengan warga kebanyakan. Tugas utama kami adalah mewakili rakyat, jadi tak pantas rasanya jika kami diistemewakan atau mendapatkan banyak fasilitas atau gaji tinggi," ujar Per-Arne Hakansson, anggota DPR dari Partai Sosial Demokrat kala itu.
"Yang membuat kami istimewa adalah kesempatan untuk ikut menentukan kebijakan negara," imbuhnya.
Semua anggota DPR Swedia tidak mendapatkan mobil dinas atau tunjangan untuk membeli mobil.
Parlemen hanya punya tiga mobil dinas, Volvo S80, dan ini hanya diperuntukkan untuk ketua dan tiga wakilnya dan hanya boleh dipakai untuk tugas-tugas parlemen.
Untuk urusan mobilitas, anggota DPR boleh menggunakan semua trasportasi umum secara cuma-cuma.
https://t.co/bSPvdrk451
/ #DPR #Swedia #Gaji #Tunjangan #WakilRakyat #JernihMelihatDunia
>Dewi Sukarno
>Former wife of President Sukarno
>She's currently 85 years old
>She's running in the Japanese elections
>Opposed to immigration
>What
Bbrp tahun lalu diundang meeting dgn salah satu kementrian utk bahas industri game Indonesia.
Belum bahas program apa2 pak dirjen nya bilang gini “Kalian (gamedev) bikin post sosmed aja dulu, terima kasih atas dukungan kementrian, programnya nanti nyusul”
Trus gw bilang …
1/n