๐ฆ ๐ SI ELANG HITAM - FPL SIELTAM LEAGUE: WORLD CUP FANTASY
Proudly presents, in collaboration with @toshibatv_id โ Official TV Sponsor of FIFA World Cup 2026 & @panditwannabe.
Syarat & ketentuan:
- Follow 4 akun utama pada poster.
- RT & Like post ini.
- Reply "Nama Team" Anda di post ini.
- Deadline Round 2 - Tanggal 18 Juni 2026.
- Perhatikan poster dan rangkaian post x dengan seksama.
GRATIS โ Semua WNI bisa join! ๐
#FIFAWorldCup #FeelEveryGoal (1/8)
Dari peringatan Iduladha 1447 H, konferensi pers #APBNKita, Sidang Paripurna, hingga pertemuan bersama @DPR_RI dan @bank_indonesia.
Simak rangkuman agenda Menkeu dan Wamenkeu di #KemenkeuSepekan periode 25 Mei - 7 Juni 2026 (1/4)
Sesudah menghilangkan kesal pada Fedi, dan sesudah melakukan refleksi lebih mendalam pada film Pangku, inilah ulasannya. Perlu beberapa kali menulis ulang agar tertuang semua yang dirasakan saat menonton.
Ada film yang selesai kita tonton, lalu kita pulang dan hidup seperti biasa. Ada juga film yang membuat kita pulang dengan cara pandang yang berubah. Pangku berada di kelompok kedua.
Dalam debut penyutradaraannya ini, Reza Rahadian memilih menaruh kamera sebagai saksi yang tenang. Di sudut-sudut Pantura, di antara perempuan yang memikul beban rumah tangga sendirian, di warung-warung kecil yang menjadi ruang bekerja sekaligus ruang tawar-menawar martabat.
Di sana kita bertemu Sartika, seorang ibu yang harus menghidupi diri dan anaknya di tengah krisis ekonomi, tanpa pegangan selain tekad untuk bertahan. Kita melihat dilemanya sebagai ibu tunggal dengan perasaan sepi dan kegelisahan akan dokumen yang tak lengkap. Di titik itu film ini mengingatkan kita bahwa keleluasaan memilih adalah sesuatu yang ikut direnggut oleh kemiskinan.
Reza tidak menampilkan fenomena โkopi pangkuโ dalam film ini sebagai sensasi, melainkan sebagai gejala dari struktur yang timpang. Perempuan dijerumuskan ke dalam keterpaksaan yang berisiko, sementara laki-laki kerap digambarkan punya kelapangan yang lebih besar untuk datang dan pergi. Walau demikian, film ini tidak menghakimi para tokohnya, tapi memperlihatkan bagaimana lingkungan dan ekonomi bisa menyudutkan seseorang ke pojok yang sempit.
Di balik semua itu, terlihat betapa serius Reza menggarap karyanya. Christine Hakim mengatakan bahwa momen nafasnya pun diatur oleh Reza. Ia juga ingat terakhir kali ia disutradarai sedemikian ketatnya adalah oleh almarhum Teguh Karya. Ia benar. Ada ketelitian dan obsesi pada kesempurnaan dalam pembuatan film ini yang mengingatkan pada tradisi Teguh Karya.
Perhatian pada detail membuat dunia Pantura dalam film ini terasa dekat. Kulit yang tampak lengket oleh keringat, pakaian yang terlihat benar-benar usang, hingga ornamen kecil di warung dan rumah. Semuanya membuat kita merasakan gerahnya udara pesisir dan lelah yang menempel di tubuh para tokohnya. Tidak ada glamor yang dipaksakan, yang ada adalah keotentikan yang sering menyesakkan.
Secara alur, Pangku bergerak pelan. Dialognya irit, tapi justru karena jarang, tiap kalimat jadi terasa penting. Seperti pemahat yang mengikis batu karena yakin bentuk patungnya sudah ada di dalam sana, Reza dan tim menyingkirkan kata-kata yang tidak perlu. Sisanya diserahkan pada tatapan, gestur, dan keheningan.
Di sisi peran, Claresta Taufan memberi tubuh dan jiwa pada sosok Sartika. Rapuh dan lelah, tapi enggan menyerah. Christine Hakim adalah Christine Hakim, seorang maestro. Ia memberikan lapisan emosi yang halus pada tokoh Bu Maya. Hangat dan manipulatif dalam satu tarikan nafas. Sementara Shakeel Fauzi sebagai Bayu menjadi pintu empati penonton terhadap anak-anak yang tumbuh dalam keluarga yang โtidak lengkapโ di mata masyarakat. Fedi Nuril kembali menambah lapisan dilema moral dalam cerita.
Bagi saya, film tidak punya kewajiban untuk mendidik. Tugas utamanya adalah membangkitkan emosi yang membekas, entah itu tawa, takut, haru, atau geram. Tetapi ketika emosi itu membuat kita merenungkan cara kita memperlakukan ibu-ibu tunggal yang dipinggirkan, anak-anak dengan hak-hak yang diremehkan, dan mereka yang terpinggirkan tanpa dukungan, di situlah film ini berperan lebih jauh sebagai medium pengingat dan pembuka kesadaran.
Pangku tidak memberi kita daftar pesan moral, tapi memberi kita pengalaman. Dari pengalaman itulah, pelan-pelan, kesadaran sosial ikut terbangun. Maka untuk itu, kita berterima kasih kepada Reza, seluruh aktor dan awak yang telah menghadirkan film ini bagi bangsa. Maju terus perfilman Indonesia!
https://t.co/L5xAE4jGEO
A mother joins thousands of protestors who are demonstrating against the government in Jakarta, Indonesia ๐ฎ๐ฉ.
At least one person has been killed and over 50 have been injured in the country's capital after days of unrest.
Dan seperti yg pernah saya twit juga, kalau kalah, berarti ada andil Alex Pastoor juga. Jangan pas menang diframing jadi keberhasilan Alex Pastoor seorang. Kalah sebagai tim, menang sebagai tim.
Plisssss temenin gue nangis ๐ญ
2015 gue lulus sekolah, posisi gue cuma hidup sama mamah dan 1 adik gue. Gue pengen banget kuliah saat itu, tapi tau diri mamah gue single parent dan cuma kerja di rumah makan ๐ญ๐ญ๐ญ 2017
terpikir lah apa gue jualan aja ya, terus cod cod gitu. Tapi-
WTS tiket 3 day pass synchronize fest / synhro, ready 2 tiket, harga 450/tiket. Bisa cod hari ini, bisa cod venue nyesuaiin jadwal gua masuk tapi, atau bisa juga kirim via japri aja.
InsyaAllah trusted, bisa dipercaya daripada percaya calo masang harga terlalu murah ๐
Betul kemiskinan struktural adalah soal low income dan lack of opportunities, tapi faktor mindset dan akses terhadap informasi bener-bener punya pengaruh yang juga besar dalam memupuk kemiskinan struktural.
I have so many stories about this, let me tell you this one,