@AdvokatSyukniTP Biaya penempatan yang mana ya bang? Coba tolong jelaskan. Rumah dinas hakim itu kosongan, bukan ada isinya. Jadi kalau hakim mau menempati rumah dinas, alternatifnua dua : beli dari penghuni sebelumnya, atau beli sendiri, dan itu biaya sendiri lho.
@AdvokatSyukniTP@dosenhukumnotes Menarik sekali sekarang ini melihat banyak yang suka nyenggol gaji hakim "newbie", mengingat kalau disuruh jadi hakim, belum tentu juga mau ditempatkan di wilayah-wilayah Indonesia yang "mungkin" baru terdengar namanya waktu penempatan, sekali biaya PP bisa belasan juta, dll
Dulu waktu di Pengadilan Agama, saya merasa gak sanggup lihat perkara cerai yang tiap hari masuk ke meja pendaftaran. Istilahnya kena mental.
Sekarang setelah pindah ke Pengadilan Negeri, ternyata masih berhadapan dengan perkara cerai.
Ealah, situ yang kentu, sini yang ngelu.
Di Indonesia, orang tua sering mati-matian nabung buat ninggalin warisan tanah, rumah, atau kos-kosan. Tapi, ada satu warisan antargenerasi (generational wealth) yang paling diremehkan: exposure (paparan dunia luar). Ngajak anak merantau, nyobain makanan daerah yang aneh di lidahnya, ngobrol sama orang beda suku/agama, atau sekadar lihat cara hidup orang di beda kota ⬇️
Cape Verde mengajarkan banyak hal : kalau diremehkan banyak orang, tetaplah melawan, setidaknya kalahmu adalah kalah yang terhormat. Seperti kata Nyai Ontosoroh : kita sudah melawan, nak, nyo. Sebaik-baiknya, sehormat-hormatnya 🫡🇨🇻