Dulu nganggep Twitter gak seru. Ternyata setelah ngebandingin sama dua platform sebelah, gue sadar, Twitter atau X ini more than just a platform. Its a another Universe.
Dengan jumlah followers yang seuprit, gue mencoba untuk aktif lagi disini.
@Purnomodttrad52 Kalo mau berbuat baik, ya berbuat baik aja. Ikhlas kok ngasih tau ke banyak orang. Mau apa? Mau dibilang superior? Begini2 nih yang bikin komunikasi massanya Kepolisian jelek.
@XL_Prioritas Nggak. Sama sekali nggak simpel. Ini buktinya, saya beli paket nggak bisa-bisa dari seminggu yang lalu. Udah uninstall berkali-kali lalu login lagi, update segala macem juga udah tetep gak bisa. Ngontak @myXLCare@myXL juga ga guna.
@myXL@myXLCare@XL_Prioritas Halo @XL_Prioritas ini mau lempar-lemparan banget nih. Gimana sih ini sistem layanan kalian? Kok jelek banget yah. Dari kemaren2 gak ada satupun yang bisa ngasih kejelasan sama sekali deh. Heran. Prioritas apaan kalo begini.
Halo @myXLCare@myXL ini aplikasinya kenapa ya? Tiga hari ini saya beli paket gak bisa mulu. Begini terus respon aplikasinya. Giliran yang lain (isi pulsa) bisa.
Dan sekarang, Pemprov butuh Rp1,6 triliun untuk pemulihan pasca bencana. Pemprov sendiri mengakui sulit mendapatkan uang segitu, sampai-sampai ancamannya pembangunan bisa tersendat.
Gawat memang.
Hmmmm tasasek sanak mah. Salah dapek info? Salah lapau atau salah kawan ma ota?
Investasi baik PMDN, pun PMA di Sumbar itu ya ada. Pak Gub Mahyeldi bangga sekali itu dg investasi yg masuk ke Sumbar. Tahun 2023 ada Rp6 Triliun lebih, kebanyakan Asing dr Singapura dan Hongkong.
Hati2 lho salah kawan ma ota. Tahu2 tanah di muko rumah lah milik investor. Cuma belum dibangun, karena masih terhambat kondisi infrastruktur yg belum baik. π€£π€£
Orang di Sumbar ini ajaib2. Cocok sekali dgn istilah "kuman di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak".
Kritiknya luar biasa ke Pempus, mengarah ke kebencian. Mengolok2 pembangunan infrastruktur. Sementara di Sumbar sendiri Infrastruktur buruk.
Tapi, saat mereka ke luar dari Sumbar, malah menikmati "enak bana kini ko yo, lancar, cepat kito sampai di Dumai lewat Tol". Apalagi saat melintas Trans Sumatera, menikmati sekali.
Di Sumbar sendiri, saat ini infrastruktur jalan nyaris menuju titik terendah. Tapi, nyaris tak terdengar kritik mereka ke Gubernur nya. Malah tingkat kepuasannya tinggi. Mungkin yg penting Gubernur pandai Mangaji, ndak pandai karajo ndak apa2.
Sumbar sumbar, nasib mu kini, makin tertinggal.