[QUEER FRIENDSHIP APPLICATION]
Name: Mici
Age: 18
Occupation: art student
Zodiac: libra
Height: 163cm
Hobby: Main game, nge-gym, baca manga
Fun fact: I'm a nerdy loser lesbian
Hetero ciuman di publik aman ajaaaa, malah yang mem-videokan yang dimarahin. Beda cerita kalo lgbt, auto digebukin, disuruh mati. Emang orang Indon standar ganda. Pantes aja WNI.
Maaf, gua harus berkata kasar kali ini.
GOBLOK BANGET. OTAKNYA DIMANA?
Lu kasih makan jutaan siswa, ibu hamil, dan lansia. Kalo gak ada ahli gizi, siapa yang bisa cek kualitas gizi makanannya? Kasus keracunan udah terjadi dimana2 akibat MBG. Pantesan aja pada keracunan.
TOLOL BANGET AH PAK
👩🏻: gue
🧔🏻♂️: bapak gojek
🧔🏻♂️: kuliah di fakultas apa kak? anak saya juga di ugm tapi fkkmk
👩🏻: saya di fisipol pak
🧔🏻♂️: wah anti pemerintah ya?
👩🏻: /ketawa karir
🧔🏻♂️: politik gitu ya?
👩🏻: iya pakk
waktu gue mo turun
🧔🏻♂️: tolong terus kritik pemerintah ya kak, jangan berhenti dulu
People can miss how emotionally intelligent Denji is. Even when Reze says it was all a lie, Denji realizes things like teaching him to swim wasn’t part of her mission. He doesn’t have all the fancy words for it, but he understands her enough to know those moments were real.
Artificial intelligences do not undergo experiences, do not possess a body, do not feel joy or pain, do not mature through relationships, and do not know from within what love, work, friendship or responsibility mean. Nor do they have a moral conscience, since they do not judge good and evil, grasp the ultimate meaning of situations, or bear responsibility for consequences. They may imitate or even simulate, but they do not understand what they produce, for they lack the affective, relational, and spiritual perspective through which human beings grow in wisdom. #MagnificaHumanitas
Presiden kita ini benar benar tidak punya rem untuk tidak mengambur hamburkan uang negara. Coba istana jelaskan ke rakyat secara gamblang tentang hasil nyata dari tiap kunjungan yang dilakukan hampir tiap minggu melawat ke luar negeri? Berapa anggaran negara yg dihabiskan hanya untuk berpergian? Pantaskah itu dilakukan saat rupiah terpuruk terhadap dollar, harga saham merosot dan remuk di mata investor, serta banyak rakyat sedang kesulitan ekonomi karena harga harga kebutuhan yang makin mahal? Apa tidak ada orang di sekeliling presiden yg bisa menasehati agar pak Prabowo lebih punya empati, hingga mendahulukan bekerja berdasarkan prioritas dan akuntabilitas?