Tanggal 1 Juli 2026, akan jadi kesaksian terakhir dari pihak Presiden (Pemerintah), menghadirkan saksi dan saksi ahli pada gugatan UU APBN 2026 yang menggugat keberadaan Program Makan Bergizi (MBG).
Tebak, siapa orang yang berani menelan bulat program MBG, yang kepala Badannya korupsi, menyebabkan hampir 40 ribu orang keracunan, ratusan dapur fiktif, menyengsarakan penyelenggaraan pendidikan di seluruh negeri; kekurangan dana, turunnya kuota beasiswa, pendidikan makin mahal, dan makin menderitanya guru.
Saksi dan Ahli yang nanti akan dihadirkan pihak Presiden, akan menanggung beban moral sejarah, baik yang melekat pada mulut, kaki, dan langkahnya, serta yang akan mengalir dalam darahnya.
Para saksi dan ahli ini akan menanggung kutukan yang melebihi usianya, mempermalukan keturunannya, objek sumpah serapah guru dan dosen yang tidak sejahtera, dan meskipun buku-buku sejarah bisa menghapus dosanya, nama orang-orang ini akan abadi dalam cerita-cerita rakyat, bisik-bisik rakyat kecil di warung kopi, simbol kesialan dalam dunia perjudian, menjadi bumbu cerita dramatis para dukun santet, dan kisah seram di malam hari untuk menakut-nakuti anak-anak yang sulit tidur.
Tidak jarang, karena berulang-ulang diucapkan dalam bisik-bisik, namanya dengan mudah menjadi kata ganti dari penghianat yang ditetapkan begitu saja oleh masyarakat berbahasa.
Orang yang akan bersaksi dari sisi pemerintah ini, memiliki beban yang sangat besar. Meskipun kesalahan kecil muncul, orang-orang akan segera mengaitkannya dengan azab, kutukan, rezeki yang tidak halal, dan hasil doa-doa hitam, meskipun kejadian tersebut bisa di jelaskan secara rasional.
Sebagai warga negara Indonesia, saya tidak menyarankan siapapun untuk menanggung beban semacam ini.
Hello @UNICEF, Indonesian government is forcing elementary school students to join 'rallies', carried signs, and chanting slogans in support of the free meal program that has been widely opposed by the public due to its corruption and state budget hoarding. ⚠️
Baru kali ini ngedenger anak buahnya presiden ngomong jujur. So, para pegiat dunia gizi dan nutrisionis, here it is.
Embege sama sekali gak bertujuan untuk atasi stunting atau memperbaiki gizi anak-anak.
U don’t need 100% of ur brain capacity, or even 50%, to understand this.
Apa poin utama di balik rentetan aksi mahasiswa belakangan ini?
Di diskusi Prime Plus CNN Indonesia, Wakil Ketua BEM UI (Fatimah Azzahra) menjabarkannya dengan tajam dan bernas.
Berikut beberapa kutipan dari ucapannya yang menurut saya menarik
Program MBG dan Pengentasan Stunting
"Saya sebagai mahasiswa kedokteran sangat mempertanyakan ya, kalau alasan yang terus-terusan digaungkan sampai hari ini bahkan itu masih tentang menyelesaikan perihal stunting gitu ya."
"Kita semua saya yakin sudah tahulah bahwa bahkan sejak masa pemilu saja, ketika debat capres sudah banyak sekali pakar yang menyebutkan gitu, bahwa stunting itu tidak tepat ketika ditreat dengan MBG makan bergizi gratis yang diberikan pada anak sekolah yang momentum 1.000 hari pertamanya itu sudah terlewati."
"Sehingga menurut saya perbedaan pendapat tuh tidak apa-apa. Tapi kalau seandainya ada satu hal fundamental secara sains yang memang sudah tidak sesuai, apakah itu masih perbedaan pendapat atau memang sesuatu yang perlu diperbaiki gitu."
========
Komunikasi Publik dan Empati Pemerintah
"Presiden itu tidak dipilih oleh rakyat dengan ekspektasi bahwa beliau tuh akan berterima kasih-terima kasih saja ketika dikritik gitu. Apa sih yang rakyat inginkan? Rakyat tuh inginnya ketika ada sesuatu hal yang disampaikan oleh mereka ada hal yang 'Pak Anda mungkin salah, Pak kita tidak ingin seperti ini', dijawab dong oleh Presiden gitu. Harapan rakyat itu seperti itu."
"Apa versimu Pak Presiden? Maka Presiden menjelaskan ini begini, ini begini, untuk isu ini begini begini begini. Bukan ada isu diterima 'oh terima kasih, terima kasih'. Loh ini dipilih 58% yang dibanggakan dari dulu, tapi ketika rakyatnya itu punya pertanyaan punya aspirasi hanya terima kasih terima kasih tidak ada output gitu."
"Kalau hanya terima kasih-terima kasih itu, kalau kita habis scan QRIS, itu ada terima kasih otomatisnya. Kita enggak perlu presiden gitu kalau hanya untuk mengatakan terima kasih. Ya presiden tuh untuk menyampaikan solusi dan rakyat itu berhak tahu ketika Presiden mengalami hambatan itu tidak boleh disembunyikan. Itu yang kita rasakan sekarang ketika ada hambatan disembunyikan."
========
Program MBG dan Monopoli Ekonomi
"Ketika MBG ini diterapkan, bahwa banyak loh orang-orang yang mungkin menjadi pengangguran baru juga seperti itu dengan justru adanya MBG ini. Misalkan kantin-kantin di sekolah."
"Saya rasa kita sudah banyak ya melihat berita-berita bahwa kantin-kantin di sekolah itu mengalami sepi gitu. Karena mereka jadinya anak-anak enggak mau beli mereka. Karena mereka tuh paling tinggi penjualannya ketika sesi makan siang seperti itu kan, yang itu digantikan oleh MBG."
"Dan berapa banyak dalam satu sekolah itu ada berapa banyak penjual kantin? Kita katakan satu kota itu ada berapa sekolah lagi. Sehingga sebetulnya kita merasa bahwa MBG ini sendirilah yang justru memonopoli ruang-ruang pekerjaan itu seperti itu yang seharusnya mereka bisa hidup gitu."
========
Closing Statement : Analogi Korupsi sebagai Kanker
"Mungkin sebagai summary ya. Jadi saya ingin sedikit dalam perspektif saya sebagai mahasiswa FK gitu ya. Dalam tubuh kita tuh ketika ada satu jaringan yang terkena kanker begitu ya, yang sudah menyebar luas, maka tidak ada pilihan lain selain mengangkatnya dan memisahkannya dari tubuh kita. Supaya tubuh yang lain ini tidak semakin terdampak begitu."
"Nah dalam posisi negara kita saat ini, saya memandang bahwa bangsa kita ini sedang mengalami sakit yang sama. Ada satu jaringan di situ penuh dengan keburukan seperti itu ya, yang akan merugikan bangsa kita lebih jauh lagi kalau tidak dipisahkan gitu, tidak di-eliminasi. Dan siapa yang paling bisa melakukan itu adalah Bapak Presiden Prabowo Subianto, yang sudah diberi amanah pada rakyat untuk menyelesaikan masalah bangsa gitu."
"Dan saya ingin mengatakan ya menggunakan kesempatan ini untuk mengatakan pada Pak Prabowo, bahwa Pak, Bapak sudah mencalonkan diri berkali-kali. Bapak sebegitu inginnya untuk berkontribusi gitu ya pada negara dan memberikan yang terbaik untuk rakyat, maka jangan biarkan kesempatan yang satu-satunya ini Bapak berikan pada satu orang dua orang tiga orang empat orang yang menjadi tangan-tangan Bapak yang menjauhkan Bapak gitu dari Bapak seorang presiden, Bapak negara kepada rakyat Bapak yang ada di bawah."
"Bapak harus mendekatkan diri, kalau bisa rakyat itu Bapak yang langsung jawab. 'Kita punya masalah ini, kita akan begini, ini yang akan kita lakukan, tenanglah rakyatku'. Itu yang seharusnya diinginkan oleh rakyat. Dan itulah yang seharusnya Bapak lakukan sebagai orang yang telah berkali-kali mencalonkan diri begitu inginnya mengabdi pada rakyat, maka seharusnya Bapaklah yang paling banyak berinteraksi dengan rakyat dan menjawab pertanyaan rakyat. Itu yang rakyat inginkan."
"Kami mau melapor ke polisi, polisi punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke TNI, tentara punya dapur SPPG. Kami mau melapor ke DPR RI, anggota DPR banyak yang punya dapur SPPG," kata Iman Zanatul Haeri, seorang guru, di hadapan Mahkamah Konstitusi.
Lucu rasanya. Pasukan lengkap TNI-Polisi dikerahkan untuk menghadang barisan orang muda tanpa senjata yang hendak menyuarakan haknya. Mengingat berkali-kali menyaksikan negara begitu “softspoken” sama penjahat perang macam Trump dan Netanyahu. Tapi berlaga sangat galak kepada rakyatnya sendiri. Republik anomali
aku sedihh liat ini… karena aku tau kalo from the very beginning WE NEVER HATED INDONESIA. not even a bit. yang kita benci tuh korupsinya, nepotisme, keserakahan oligarki, dan orang yg dzalim. we love this country so much, and that’s why it hurts to see it getting ruined by them
Chatib Basri @ChatibBasri:
"Tugas menteri keuangan itu gampang, hanya punya opsi 3:
1. Naikkan
2. Pinjam
3. Potong
Di kondisi sekarang, ga mungkin naikkan pajak. Ga mungkin juga pinjam karena cost of fund pasti tinggi.
Jadi ga ada opsi lain selain potong spending"
Repost utk anak2 muda yg tanya apa maksud saya dgn "wisdom without fear". Intinya: menyuarakan kebenaran lebih nikmat dari mengejar kekuasaan. You should try it too. Boleh disebar.
Pemerintah bisa bersikap seolah semuanya baik-baik saja, tetapi melemahnya nilai tukar rupiah tidak bisa berbohong. Ada yang salah dengan negeri ini, dan yang lebih menyedihkan, para pemimpinnya seakan tidak mau menerima kenyataan
udah terlalu ga percaya sama negara sampe liat berita penangkapan gini bukannya excited.. yg muncul dipikiran malah "hadeh main drama apaan lagi nih mereka."
Entering June with a heart that says: “Ya Allah, if the first half of this year was heavy, please make the remaining months full of miracles and ease.“
Tulisan Anies pagi ini
Dikeluarkan setelah Seskab ngasih pernyataan soal kritik dari Dino tadi malam.
Seskab ngehighlight rombongan era Dino dan jabatan Wamenlu Dino yang hanya 3 bulan.
Ini jelas menurut gw pesan ke Seskab sebagai pejabat publik untuk berhati-hati dalam berbicara.
Dan fokus ke substansi.
Tidak perlu nunjuk2 karir orang.
"Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat."
Tampak sekali, ada yang disindir dari pernyataan ini.