Daun cemara menggelinjang seakan kenyang pada rintihan bayang. Akarnya merobek bumi mengejar ratapan embun.
Aku terpatri oleh getahnya.. tersandar pada batangnya, menatap kisi rindu yang senyumnya lebur menjadi bangkai.
#PenaMalikuli
Esensi:
Saling memiliki, rasa cinta yang mendalam dan menyatu, di mana keberadaan satu sama lain menjadi sumber kedamaian, keindahan, dan kebahagian sejati.
Rasa indah dan ketenangan yang kau rasakan adalah bukti cinta.
#SahabatTanpaSekat#penaMalikuli#SyairHikayat
"Tenggelamlah dalam ketenangan samudera, agar engkau menyadari bahwa di dasar yang paling dalam, engkau menjadi begitu kokoh (keras) menahan beban dunia, tanpa harus memecahkan permukaannya dengan riuh."
#penaMalikuli#SyairHikayat#SahabatTanpaSekat
#Renungan
“Gerimis bukan sekadar hujan, tapi doa yang mencair dan rindu yang memanggil pulang. Setiap titiknya adalah cara Tuhan membersihkan jiwa dan mendekatkan hamba pada-Nya.”
#SyairHikayat#SahabatTanpaSekat#SufiPuisi
“21,6% balita stunting: gizi kurang hari ini = kesulitan belajar & masa depan terhambat esok hari.”
“Masalah gizi jadi masalah pendidikan: anak stunting lebih sulit menyerap ilmu & mengembangkan potensi.”
@malikul100 memang bukan akar mslh, stunting masih menjadi masalah serius
survei gizi 2022 menunjukkan 21,6% balita Indonesia mengalami stunting
anak yang stunting cenderung memiliki masalah kognisi seperti kesulitan belajar, mengingat, dan memecahkan masalah
https://t.co/R3MALimqzU
@ebonXboy Stunting adalah hambatan ganda: gangguan fisik sekaligus penurunan kecerdasan dan potensi belajar, yang menghalangi anak mencapai masa depan terbaiknya dan menurunkan kualitas sumber daya manusia negara.
Membangun sekolah, menempatkan guru, dan menyalurkan anggaran besar, seolah segalanya berjalan baik. Tapi data PISA membuktikan sebaliknya: kehadiran di kelas belum menjamin terjadinya pembelajaran yang berkualitas.
@malikul100 menurut Bank Dunia lewat laporan The Promise of Education in Indonesia menyatakan bahwa meski siswa Indonesia rata-rata bersekolah 12,4 tahun, kualitas pembelajaran yang diserap setara dengan 7,8 tahun di negara maju
https://t.co/l6eGldwhGE
@malikul100 iya Ully
sekitar 60–70% anggaran pendidikan daerah terserap untuk belanja pegawai, sehingga ruang fiskal untuk peningkatan mutu pembelajaran menjadi sangat terbatas
2. "20% APBN, gedung lengkap, murid banyak tapi skor PISA membuktikan kualitas masih tertinggal jauh."
3. "Pendidikan Indonesia: banyak yang masuk sekolah, belum banyak yang benar-benar mendapatkan ilmu."
kemajuan kuantitas belum diikuti peningkatan kualitas, sehingga terjadilah krisis di mana sekolah ada, namun kemampuan siswa belum memadai.
1. "Sekolah berdiri, anggaran terpenuhi, tapi data PISA bicara: kita sukses akses, belum sukses belajar."
3“Kebijakan pendidikan sering lahir dari kepentingan, bukan kebutuhan nyata anak bangsa.”
4“Pendidikan diatur politik, rakyat yang menanggung dampak timpang.”
5“Pendidikan hak dasar, jangan jadi alat kekuasaan yang melupakan pemerataan.”
Akar permasalahan:
1“Ganti menteri ganti kurikulum, pendidikan jadi panggung politik, bukan masa depan bangsa.”
2“Anggaran besar, sasaran meleset. Pendidikan masih dinikmati sedikit, bukan milik semua.”
Esensi:
Harapan dan keyakinan bahwa keindahan, kebaikan, dan rasa bahagia bukan hanya milik saat ini, melainkan akan terus ada dan menyertai kita di masa depan.
"Kehangatan itu akan selalu ada untukmu esok dan seterusnya."
#SahabatTanpaSekat#PenaMalikuli#pagi