Alex Grandeau (Histislam) Passes Away After Battle With Brain Cancer
Alex Grandeau, known online as Histislam, passed away this morning after a battle with terminal brain cancer.
A certified professor of history and geography, Grandeau was of Ashkenazi Jewish origin and later converted to Islam. He became known for his educational and historical content, earning a following through his work and public engagement.
Salah satu penampilan sang Juara musim ini, act out sebagai guru. Namun, Mukmin yaa tetap Mukmin, tetap materi satir khas miliknya yang mengkritik tataran sosial saat ini, dan dideliver dengan sangat apik.
"Radit ada? Imannya ada gak tuh"
"Joko ada? Ohh pulang yaa, sebagai rakyat biasa"
"Raka ada? Ohh Raka nggak sekolah"
Masterpiece!
📽: Kompas TV
Saya dapat info bhw ada 17 calon Dubes asing yg sudah tiba di Jakarta tapi sampai sekarang masih MENUNGGU waktu utk memberikan surat kepercayaan kpd Presiden. Dari mereka ada yg sudah menunggu 8 bulan. Ada juga Dubes dari negara ASEAN yg menunggu 6 bulan. Karenanya, mereka belum bisa bekerja secara resmi.
Ini memberikan kesan buruk bagi negara2 sahabat yg mengirim Duta Besarnya ke 🇮🇩, apalagi Dubes 🇮🇩 di luar negeri selalu dgn cepat menyerahkan surat kepercayaan kpd host country. Tanpa menyalahkan siapapun, Mohon masalah ini dapat segera dituntaskan Istana krn menyangkut reputasi diplomatik kita.
To the Islamophobia Patients Who Attack Me Because I Converted from Christianity to Islam
There is something I want to say to them.
I was born in Korea in 1986, and in 2009, I left Christianity and entered Islam.
Even after converting, I studied Islam for more than ten years while traveling through several Middle Eastern countries. I studied for my own sake, because I could not allow myself to believe in a false religion.
So please be assured: Islam is indeed the religion of truth.
I believe Islamophobia is not merely ignorance, but a kind of illness.
I, too, had many strange prejudices about Islam when I was a Christian. But after breaking free from those prejudices, my health improved and my life changed.
A life without Islam is not truly living. Even if I were offered hundreds of billions, I would never abandon Islam. I cannot even imagine a life without Islam.
🚨Kalian harus tahu ini ⚠️⚠️⚠️
DAFTAR PERUSAHAAN SHARLY TJOANDA PENGHANCUR PULAU DI MALUKU UTARA
1. PT Karya Wijaya : menghancurkan Pulau Gebe
2. PT Bela Sarana Permai : menghancurkan Pulau Obi, Desa Wooi
3. PT Amazing Tabara : menghancurkan Pulau Obi, Desa Sambiki
4. PT Indonesia Mas Mulia : menghancurkan Pulau Bacan
5. PT Bela Kencana : menghancurkan Pulau Obi, Desa Soligi
Dan masih banyak lagi perusahan cangkangnya yang merusak
Sumber: JATAM
Total kekayaan Sharly Tjoanda hampir 1 Triliun Rupiah, menjadikannya gubernur terkaya se-Indonesia.
Sepertinya Sharly Tjoanda tidak butuh gaji sebagai Gubernur Maluku Utara. Yang dibutuhkannya adalah posisi strategis untuk mengatur regulasi agar bisnis tambang keluarganya semakin lancar.
oleh oknum pencari donasi. Selama dua tahun terakhir tinggal di Indonesia, ia mengaku berulang kali ditawari pekerjaan oleh sejumlah yayasan untuk berkeliling dari masjid ke masjid guna menceritakan penderitaan rakyat Gaza demi menarik simpati jemaah.
Mahasiswa Asal Gaza Bongkar Sisi Gelap Donasi Palestina di Indonesia!
Publik tanah air dikejutkan oleh pengakuan terbuka seorang mahasiswa asal Jalur Gaza, Palestina, bernama Ahmed Shorafa. Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Ahmed secara terang-terangan mengkritik
Dear, media.
Kurban itu perorangan. Jika Presiden menggunakan APBN untuk bagi-bagi sapi, maka itu bukan kurban. Itu program politik. Jadi jangan ditulis "kurban Prabowo" karena dananya dari pajak rakyat. Trims...
https://t.co/skSmSMXIm6
Sebuah konspirasi mengemuka bahwa setiap moment pemain asia mengangkat piala untuk kompetisi di Inggris, moment itu akan dipotong/dialihkan ke adegan/footage lain.
Kejadian terakhir menimpa Yuu Hirakawa (Hull City).
Ini bukan yang pertama karena pemain sekelas Park Ji Sung, Shinji Okazaki, Takumi Minamino, dan Khusanov juga mengalami.
Layvin Kurzawa brings out the Palestinian flag
on the pitch while celebrating Persib Bandung's championship victory 💙💙💙
#FREEPALESTİNE#Persibday#persibjuara
Sejumlah warga di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, dikejutkan dengan perubahan waktu yang dinilai lebih lambat satu jam dari biasanya pada zona Waktu Indonesia Timur (WIT), Jumat (22/5/2026) pagi.
Fenomena tersebut sempat membuat aktivitas warga terganggu karena waktu pada sejumlah telepon genggam mengalami perbedaan dari jam normal. Salah seorang warga, Darwis Gorontalo, mengaku dirinya dan keluarga sempat kebingungan akibat perubahan waktu tersebut.
Ia mengatakan perbedaan waktu itu berdampak pada aktivitas sehari-hari, termasuk jadwal ibadah dan jam kerja. “Saya alami hal yang sama. Semestinya saya salat subuh itu jam 05.00 WIT, ternyata itu jam 06.48 WIT. Kebiasaan istri saya masuk kantor pukul 07.30 WIT, tadi kurang dua menit hampir terlambat masuk kantor. Ini berarti ada perubahan jam. Saya juga tanya ke teman-teman ternyata benar,” ungkap Darwis kepada sumber, Jumat (22/5/2026).
Hal serupa juga dirasakan warga lainnya, Laat, seorang pengemudi ojek di Ternate. Ia mengaku menemukan perbedaan waktu hingga satu jam antara telepon genggam miliknya dengan milik rekannya. Menanggapi fenomena tersebut, Petugas Operasional Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, Bayu Merdeka, menjelaskan fenomena yang dialami warga bukan disebabkan rotasi bumi maupun fenomena alam lainnya.
Menurutnya, perbedaan waktu tersebut diduga terjadi akibat gangguan sistem teknologi pada perangkat telepon genggam atau layanan jaringan yang digunakan masyarakat.
HANYA ACEH YANG MENDAPATKANYA, DULU PERNA ADA ORANG KURUS COBA MAU MERAMPOKNYA TAPI ALHAMDULILLAH GAGAL
Tradisi mulia yang melintasi zaman kembali dirasakan jemaah haji asal Aceh. Setibanya di Makkah, mereka menerima dana wakaf legendaris Baitul Asyi sebesar 2.000 riyal Saudi (±Rp9,2 juta) per orang sebuah amanah yang telah hidup lebih dari dua abad.
Wakaf ini berasal dari jejak kebaikan Habib Bugak Al Asyi yang sejak awal abad ke-19 menanamkan aset produktif di Tanah Suci, dan hingga kini terus mengalirkan manfaat tanpa henti bagi para tamu Allah dari Aceh.