aku manusia biasa kamu pun begitu. aku gabisa memahami kamu sepenuhnya dan kamu pun begitu. saling melengkapi dan bertumbuh. hidup sudah terlalu melelahkan. jangan tambah bebanmu dengan hal yang sebenarnya bisa dikendalikan
"gak perlu apik-apik sing penting lulus"
doa diawal kuliah terkabul diakhir. sangat bangga dengan diri sendiri dan pencapaian ini teruntuk orang-orang tersayang
ancen lek seh enom ego ki raiso di toto. banjur tukaran ki raono untunge, nanging yo ngeneki jenenge urip. ora kabeh iso balik apik. sehat-sehat yo bro!
Di pertigaan, ada yang berhenti karena lampu sedang menyala merah. Ada juga yang lanjut berjalan karena lampu menyala hijau. Mungkin saat ini dirimu memang diharuskan berhenti, kalo tidak dirimu bisa terluka. Biarlah orang lain yang gantian lanjut berjalan. Giliranmu, nanti.
didepan teras rumah, malam hangat namun sejuk mebasmi tubuhku yang sedang duduk disebuah kursi tua namun tak lapuk. perasaan ini terasa menghimpit jantung, kian lemas lengan serta kaki dibuatnya. tuhan, untuk kali ini berikan pentunjuk atas proses pendewasaan ini.
Entah hidup macam apa yang sedang kujalani. Berat rasanya. Masalah atas hal kecil seperti batu loncatan untuk masalah yang lebih besar. Entah aku akan redup atau tidak, namun untuk saat ini, tolong, bertahanlah!