Biasanya aku bedain pertanyaannya.
Kalau interview dengan **HRD**, fokusnya ke aturan kerja dan benefit:
1. Range gajinya gimana, gross atau nett?
2. Benefit apa saja yang didapat? BPJS, asuransi, dll.
3. Sistem cutinya gimana? Berapa hari per tahun?
4. Statusnya kontrak atau tetap?
5. Ada probation atau tidak? Kalau ada, berapa lama?
6. Notice period-nya gimana?
Kalau interview dengan **user**, fokusnya ke kerjaan, tim, dan ekspektasi:
1. Nanti report ke siapa?
2. Flow kerja hariannya seperti apa?
3. KPI atau targetnya diukur dari apa?
4. Siapa yang menilai performance kita?
5. Kriteria lulus probation seperti apa?
6. Challenge terbesar di role ini apa?
7. Timnya sekarang berapa orang dan cara kerjanya gimana?
Intinya, ke HRD tanya soal sistem kerja dan benefit. Ke user tanya soal jobdesc, target, tim, dan ekspektasi.
Rumusnya namanya STAR. Bukan motivasi atau quote. Ini KERANGKA yang bikin cerita lo masuk ke kepala HRD.
S — Situation: Konteks cerita lo apa?
T — Task: Lo dikasih tanggung jawab apa?
A — Action: Lo lakuin apa secara spesifik?
R — Result: Hasilnya berapa? Ada angkanya?
Tanpa STAR = curhatan. Pake STAR = presentasi diri yang menjual.
That's why I never regret spent money on concerts & travelling. Baju & sepatuku mah standar masih ratusan, 500 up big no🤣 apalagi kalo dapet brand bagus diskonan, duh senengnyaa wkwk
CATAT INFORMASI INI BUAT DEBAT HR📒‼️
1. Aturan PKWT dapet Uang kompensasi : Pasal 15 PP 35 tahun 2021
2. Aturan 1 bulan kerja berhak THR : Pasal 2 Permenaker 6 tahun 2016
3. Aturan PKWT kalo diputus ditengah kontrak dapet ganti rugi : Pasal 62 UU 13 tahun 2003
4. Aturan kalo Sakit ga boleh potong gaji : Pasal 93 ayat UU 13 tahun 2003
5. Aturan kalo sakit ga boleh jadi alasan PHK : Pasal 153 UU 13 tahun 2003
SAVE AJA DULU SIAPA TAU BUTUH📷📷 JANGAN LUPA SHARE BIAR PEKERJA LAIN AWARE ‼️‼️
4 tahun kuliah, IPK cumlaude, tapi pas masuk dunia kerja tetap ngerasa "kosong".
Ternyata, ada 5 survival skills yang nggak pernah diajarin di kelas tapi wajib dikuasai Freshgrad.
@worksfess Aku pernah nih kayak gini mau minta kontrak nya disuruh dateng aja padahal sesimple kirim buat di review ga harus effort ke lokasi dan bertele-tele padahal sekelas perusahaan gede tapi heran os nya kek gitu. Ga aku ambil nder
HR itu ngga cuma bertanggung jawab buat cari pekerja yang fit sama perusahaan.
Tapi, mereka juga punya tanggung jawab buat "mencerdaskan karyawan" dengan cara nyediain training, supaya karyawan punya skill yg up to date dan relevan.
Ada satu unpopular opinion yang mungkin terdengar agak kurang nyaman: Perusahaan yg cuma mau pakai skill karyawan tanpa mau merawatnya adalah perusahaan yg sedang menunggu waktu untuk ditinggalkan talenta terbaiknya.
Kalo kamu ngerasa stuck dan pengen belajar hal baru, kamu berhak minta benefit belajar ke kantor.
STOP normalisasi jokes 18+ yang ceplas-ceplos kasar dan jorok. nggak semua orang punya batasan komedi yang sama, dan nggak semua orang harus terbiasa nerima itu. respect people’s boundaries, itu bukan "seru-seruan" kalau bikin orang lain risih
Dari dulu selalu nekenin ke temen-temen cewe, “Look who your boyfriend is friends with”.
Birds of a feather flock together. Cowo bisa aja akting baik & ksatria depan lu (ada maunya), tp liat kualitas temennya & kalian bisa nilai seperti apa dia.
Real. Aku burn out karna double-triple-job. Lalu dibilang "kerjaan kamu kan cuma..." mind you, the owner gak ngerti cara kerjanya, jadi dia pikir yang aku lakukan tuh gak butuh persiapan, waktu, tenaga, dan mapping kerjaan yang jelas. Jadi mau aku jelasin gimanapun ya percuma.